STRATEGI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI MASSAL DI WILAYAH SUBURBAN MAKASSAR

Main Article Content

Ummu Kalsum
M.Yamin Jinca

Abstract

Fenomena suburbanisasi yang terjadi di kota Makassar mendorong terciptanya pusat-pusat aktivitas baru di kawasan pinggiran dan menimbulkan berbagai masalah baru, seperti masalah transportasi. Penelitian ini menjelaskan arah perkembangan kota di wilayah suburban, karakteristik pergerakan, kondisi pelayanan angkutan massal dan menemukan strategi pengembangan transportasi angkutan massal. Proses pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan mapping analysis, deskriptif kuantitatif, komparasi dan SWOT untuk menemukan strategi pengembangan. Hasil studi menunjukkan bahwa kota berkembang ke arah  Timur dan Selatan serta tidak sesuai dengan hierarki jalan. Disamping itu masyarakat suburban dominan melakukan perjalanan 5 kali dalam seminggu dengan waktu tempuh berkisar 30 menit. Pelayanan angkutan massal menggunakan bus (Bus Rapid Transit) masih rendah karena halte masih sulit dijangkau meskipun biaya penggunaannya sangat terjangkau dan memberikan kenyamanan lebih dibanding angkutan massal lainnya. Oleh karena itu diperlukan strategi pengembangan konsep transportasi yang bersifat mikro dan adaptif untuk diterapkan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

BPS Kota Makassar. Makassar dalam Angka. Makassar: BPS Kota Makassar, 2014..

Cervero, R & Dai, D. “BRT TOD: Leveraging Transit Oriented Development With Bus Rapid Transit Investments”. Transport Policy 36 (2014): 127-138. Diakses 30 April 2015. Available from: www.elsevier.com/locate/transpol.

Curtis, C., Renne, JL, and Bertolini, L. Transit Oriented Development Making it Happen. Ashgate Publishing, 2009.

Jinca, M.Y. “Dasar-Dasar Transportasi”. Bahan Ajar Diklat Teknis Perhubungan Tingkat Staf, Departemen Perhubungan. Makassar, 2007.

McGee, T. The Spatiality of Urbanization : The Policy Challenges of Mega-Urban and Desakota Regions of

Southeast Asia. UNU-IAS Working Paper No.

(2009).

Perencanaan Kota Indonesia,Teori, Konsep dan

Perencanaan Kota Serta Permasalahan Kota-Kota di Indonesia.16 Oktober 2013. Karakteristik dan Pengelompokan Jaringan Jalan, 1.

Rossi-Hansberg, E. and M. L. J. Wright. “Urban Structure and Growth.” Economic Studies74(2005): 597-624.

Wunas, S. Kota Humanis. Surabaya: Brilian International, 2011.

Wunas, S. dan Natalia, V. “Perkembangan Jaringan Prasarana Transportasi Menuju Kota Mega.” The 18th FSTPT International Symposium, Universitas Lampung-Bandar Lampung, Bandar Lampung, 25 Agustus 2015.