Analisis Penentuan Lokasi Terminal Angkutan Barang di Provinsi Nusa Tenggara Barat Dengan Menggunakan Metode AHP dan QGIS
Main Article Content
Abstract
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki posisi strategis sebagai koridor utama angkutan barang antar pulau, tetapi ketersediaan terminal angkutan barang yang representatif masih terbatas. Kondisi ini menyebabkan kendaraan barang sering melakukan aktivitas bongkar muat di bahu jalan, yang berdampak pada meningkatnya tingkat kemacetan serta menurunnya keselamatan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi optimal terminal angkutan barang di NTB dengan menerapkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Quantum Geographic Information System (QGIS). Kriteria penentuan lokasi meliputi kinerja jaringan jalan (rasio V/C), aksesibilitas spasial berdasarkan analisis isokron, serta aspek ekonomi lahan. Analisis dilakukan terhadap tiga alternatif lokasi, yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kabupaten Sumbawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Lombok Barat merupakan lokasi optimal dengan nilai prioritas 40%, diikuti Kota Mataram (34%) dan Sumbawa (26%). Aksesibilitas ditetapkan sebagai kriteria paling dominan (bobot 53%). Pengembangan terminal pada lokasi terpilih diperkirakan mampu mengurangi kemacetan hingga 25-30% dan meningkatkan keselamatan lalu lintas sebesar 35% di kawasan Pelabuhan Lembar.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
[1] BPS, “Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Angka Nusa Tenggara Barat In Figures 2024,” 2024.
[2] BPS, “Statistik Transportasi Provinsi Nusa Tenggara Barat 2023,” 2023.
[3] A. Soimun, P. Diva, A. Sadri, D. R. Navianti, and S. N. Fitri, “The impact of traffic congestion on freight transport efficiency in a tourism corridor: A case study of the Denpasar-Gilimanuk road,” J. Appl. Sci. Travel Hosp., vol. 8, no. 2, pp. 177–198, 2025.
[4] Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, “Nomor PM 102 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Terminal Barang,” p. 26, 2018.
[5] W. J. Irawan, A. Soimun, and P. D. A. Sadri, “Application of the Composite Performance Index (CPI) Method in Optimizing the Location Point of the Goods Terminal in Banyuwangi Regency,” J. Appl. Sci. Manag. Eng. Technol., vol. 5, no. 2, pp. 96–106, 2024, doi: 10.31284/j.jasmet.2024.v5i2.6380.
[6] Nahry, Tjahjono, Iriantika, and Semedi, “Location Analysis of Freight Distribution Terminal of Jakarta City, Indonesia,” Civ. Eng. Dimens., vol. 18, no. 1, pp. 38–48, 2016, doi: 10.9744/ced.18.1.38-48.
[7] T. Rožić, D. Božić, I. Bajor, and B. Andrlić, “The Ambidextrous Role of Inland Terminals in Enhancing Port–Hinterland Connectivity,” Logistics, vol. 9, no. 1, pp. 1–14, 2025, doi: 10.3390/logistics9010027.
[8] M. S. M. Arip, H. Zainol, K. Rashid, M. N. Mohid, and A. M. A. Tambi, “Intermodal Freight Transport Terminal Planning in Malaysia: Assessing Goods Transportation and Distribution System Performance,” Int. J. Acad. Res. Bus. Soc. Sci., vol. 8, no. 11, pp. 1758–1771, 2018, doi: 10.6007/ijarbss/v8-i11/5352.
[9] S. Nandya Putri, “Penentuan lokasi pembangunan terminal angkutan barang di Sampit,” J. Transp. Multimoda, vol. 16, no. 1, pp. 1–14, 2021, doi: 10.25104/mtm.v16i1.842.
[10] A. Soimun, N. Widiangga, and A. A. B. O. K. Surya, “Optimalisasi Pemilihan Lokasi Terminal Angkutan Barang di Wilayah Sarbagita: Pendekatan Analytic Hierarchy Process (AHP),” vol. 11, p. 1, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.25124/jrsi.v11i01.735.
[11] E. R. Simbolon, “Kajian Indikasi Penentuan Lokasi Terminal Barang di Banyuwangi,” J. Transp. Multimoda, vol. 13, no. 4, pp. 159–168, 2017.
[12] N. H. Harani, S. Nurhayati, and P. Kesuma, “Penentuan Lokasi Kantor Cabang Baru Perusahaan Logistik Menggunakan AHP dan SIG (Studi Kasus: Kota Balikpapan),” Infotech J., pp. 56–66, 2022, [Online]. Available: https://doi.org/10.31949/infotech.v8I2.2855.
[13] J. Laksono, H. Kristiantoro, B. Tjahjadi, and N. Soewarno, “Penentuan Lokasi Pembangunan Pusat Logistik Berikat Di Provinsi Jawa Timur Berdasar Aspek Sustainability Dengan Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process,” EKUITAS (Jurnal Ekon. dan Keuangan), vol. 1, no. 3, pp. 342–360, 2018, doi: 10.24034/j25485024.y2017.v1.i3.2752.
[14] Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor, “Nomor Pm 17 Tahun 2022 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan,” pp. 1–8, 2022.
[15] N. T. Putra and Kurniabudi, “Implementasi Sistem Informasi Geografis Lokasi Pertambangan Batu Bara Menggunakan Quantum GIS,” Manaj. Sist. Inf., vol. 9, no. 1, pp. 47–56, 2022, [Online]. Available: https://journal.politap.ac.id/index.php/jtt/article/view/70.
[16] S. Riyadi, “Peran Dinas Perhubungan Provinsi Dki Jakarta Dalam Penertiban Angkutan Umum Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan,” J. Mustika Justice, vol. 2, no. 1, pp. 1–19, 2022, [Online]. Available: https://www.jurnal.uic.ac.id/index.php/mustikajustice/article/download/130/84/243.
[17] P. Cabrera-Barona and O. Ghorbanzadeh, “Comparing classic and interval analytical hierarchy process methodologies for measuring area-level deprivation to analyze health inequalities,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 15, no. 1, 2018, doi: 10.3390/ijerph15010140.
[18] S. W. Astuti, A. B. Oka, and A. Soimun, “Pemilihan Alternatif Trase Kereta Api Di Kabupaten Bangkalan Menggunakan Metode Ahp,” J. Perkeretaapi. Indones., vol. 3, no. 2, pp. 125–132, 2019, doi: 10.37367/jpi.v3i2.117.
[19] V. A. P. Salomon and L. F. A. M. Gomes, “Consistency Improvement in the Analytic Hierarchy Process,” Mathematics, vol. 12, no. 6, pp. 1–13, 2024, doi: 10.3390/math12060828.
[20] S. Pant, A. Kumar, M. Ram, Y. Klochkov, and H. K. Sharma, “Consistency Indices in Analytic Hierarchy Process: A Review,” Mathematics, vol. 10, no. 8, pp. 1–15, 2022, doi: 10.3390/math10081206.
[21] C. A. Bana e Costa and J. C. Vansnick, “A critical analysis of the eigenvalue method used to derive priorities in AHP,” Eur. J. Oper. Res., vol. 187, no. 3, pp. 1422–1428, 2008, doi: 10.1016/j.ejor.2006.09.022.
[22] A. S. I. A. Pranajaya, “Penentuan Titik Lokasi Terminal Angkutan Barang Di Wilayah Yogyakarta Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) ( Studi Kasus : Ring Road Selatan ) Barang Di Wilayah Yogyakarta Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP),” 2024.
[23] A. Rikalovic, G. A. Soares, and J. Ignjatic, “Spatial analysis of logistics center location: A comprehensive approach,” Decis. Mak. Appl. Manag. Eng., vol. 1, no. 1, pp. 38–50, 2018, doi: 10.31181/dmame180138r.
[24] S. Liu, Y. Cao, Q. Gao, and W. Liu, “Spatial Accessibility in Last-Mile Logistics: A New Dimension of Urban–Rural Integration,” Land, vol. 14, no. 8, pp. 1–23, 2025, doi: 10.3390/land14081691.
[25] M. Ibnu Praditya, I. Apdila, A. Irsyad, and M. Rivani Ibrahim, “Implementasi QGIS Dalam Pemetaan Sebaran Mall Di Kota Samarinda,” Kreat. Teknol. dan Sist. Inf., vol. 1, no. 1, pp. 19–22, 2023.
[26] S. Alamri, K. Adhinugraha, N. Allheeib, and D. Taniar, “GIS Analysis of Adequate Accessibility to Public Transportation in Metropolitan Areas,” ISPRS Int. J. Geo-Information, vol. 12, no. 5, 2023, doi: 10.3390/ijgi12050180.
[27] D. T. Tarmidi, “Pemanfaatan Perangkat Lunak Expert Choice dalam Pengambilan keputusan Penentuan Jalur Kereta Api (Studi Kasus Kere ta Api Propinsi Aceh),” Geoplanart, vol. 2, no. 1, pp. 31–41, 2017.
[28] B. Susilo and R. Harini, “Spatial Analysis and Visualization of Geographic Access to Food in the Capital Area of Bulungan Regency, North Kalimantan Province,” Forum Geogr., vol. 32, no. 2, pp. 146–155, 2018, doi: 10.23917/forgeo.v32i2.7070.
[29] S. Prisecilia, A. Mulyadi, and H. Ihsan, “Komparasi Metode Buffer Dan Isochrones Dalam Visualisasi Webgis Untuk Pemetaan Sebaran Dan Zonasi Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sma Negeri Di Kota Bandung,” J. Geod. Undip, vol. 13, no. 1, pp. 41–47, 2024.
[30] P. Astuti, F. Asteriani, A. Adha Saputra, and T. Amanda Putri, “Metode Analytical Hierarchy Process dalam Menentukan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Penggunaan Terminal Bandar Laksamana Indragiri,” J. Saintis, vol. 22, no. 01, pp. 39–50, 2023, doi: 10.25299/saintis.2022.vol22(01).12064.
[31] E. Ginting and D. Ginting, “Redelivery Offhire Kapal SV. EEMS WRANGLER Ke PT. Trans Shipping Agency Batam Di Pelabuhan DELTA SHIPPYARD Pada PT. Bahari Laju Anugerah Batam,” J. Rev. Pendidik. dan Pengajaran, vol. 7, no. 4, pp. 13298–13301, 2024, [Online]. Available: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/view/34347.
[32] T. Saaty, L. Vargas, and C. St, The Analytic Hierarchy Process. 2022.
[33] Kusrini, Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Penerbit Andi, 2021. [Online]. Available: https://books.google.co.id/books?id=RhEMEAAAQBAJ.
[34] O. K. Bhatti and A. R. Hanjra, “Development prioritization through analytical hierarchy process (AHP) - decision making for port selection on the one belt one road,” J. Chinese Econ. Foreign Trade Stud., vol. 12, no. 3, pp. 121–150, 2019, doi: 10.1108/JCEFTS-04-2019-0020.