Analisis Kapasitas Jalan dan Derajat Kepadatan Berdasarkan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 pada Ruas Jalan Underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan

Main Article Content

Rakha Dwi Putra Juniper
Muhammad Hamzah Fansuri
Adden Trianto Trianto
Fernanda Rahmasari
Lando Pardomuan Tambunan
Muhammad Rendy Wibawa
Febri Dwi Setiawan
Chizanatul Chusnia
Rakhan Dhawy Pradhana
Defri Aryanto
Rafi Helmi Aradea
Febriananta Jatnika
Gilbert Christado Purba
Raja Natimbul Valentino Hutabarat
Imanuel Triando Bago
Arya Kellyn Yudhistira
Andrew Kolose Tua Tua Lumban Tobing
Samudra Samudra
Adriano Christoper
Reivicca Auliarrachman
Isnani Meidivia Nabila
Natanael Nugraha Haloho
Rafi Ahmad Naufal
Aryandhito Danendra Wicaksono
Satria Apta Mozza Pratama
Adam Akbar Menara Iman

Abstract

Permasalahan transportasi perkotaan terjadi akibat ketidakseimbangan kapasitas jalan dengan kepadatan yang ditimbulkan oleh volume lalu lintas. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor berdampak terhadap peningkatan kemacetan lalu lintas, kapasitas jalan, dan derajat kepadatan pada suatu ruas jalan. Studi ini mendiskusikan penilaian kapasitas jalan, derajat kepadatan, dan tingkat pelayanan di ruas jalan underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Hasil penilaian kapasitas jalan melalui pendekatan MKJI 1997 menunjukkan pada jalan perkotaan dengan empat lajur-dua arah terbagi (4/2 T) menunjukkan 2915 smp/jam. Arus lalu lintas arah utara-selatan dan sebaliknya menunjukkan hasil derajat kepadatan maksimal ( ) sebesar 0,26 dan 0,57, secara berturut-turut. Melalui metode forecasting, arah selatan-utara diprediksi selama 30 tahun ke depan memiliki  yang bertambah secara signifikan mencapai kategori F dengan model persamaan =0,0005 +0,0113 +0,4147. Sebaliknya, arah utara-selatan memiliki model persamaan =0,0002 +0,0048 +0,1758. Kedua pendekatan menunjukkan bahwa arah selatan-utara cenderung lebih padat dibanding arah sebaliknya pada ruas underpass Mampang Prapatan yang diperiksa. Penelitian ini menunjukkan bahwa derajat kepadatan lalu lintas cenderung meningkat, yang dapat berdampak negatif terhadap tingkat pelayanan jalan. Oleh karena itu, disarankan agar pemangku kepentingan mengembangkan kebijakan dan regulasi yang mendukung peningkatan kapasitas jalan serta pengaturan lalu lintas yang lebih efisien.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[1] P. G-Aliste, I. Derpich, and M. Lopes, “Reducing Urban Traffic Congestion via Charging Price,” Sustainability, Vol. 15, No. 3, 2023, doi: 10.3390/su15032086.

[2] X. Tao, L. Cheng, R. Zhang, W. K. Chan, H. Chao, and J. Qin, “Towards Green Innovation in Smart Cities: Leveraging Traffic Flow Prediction with Machine Learning Algorithms for Sustainable Transportation Systems,” Sustainability, 2024, doi: 10.3390/su16010251

[3] B. Gomes, J. Coelho, and H. Aidos, “A survey on traffic flow prediction and classification,” Intelligent Systems eith Applications, Vol. 20, 2023, doi: 10.1016/su200268

[4] D. Mitieka, R. Luke, H. Twinomurinzi, and J. Mageto, “Smart Mobility in Urban Areas: A Bibliometric Review and Research Agenda,” Sustainability,Vol. 15, No. 6754, doi: 10.3390/su15086754

[5] M.R.P. Zaera and M. Soleman, “Faktor dan Dampak dari Peningkatan Urbanisasi di DKI Jakarta pada Tahun 2023,” Jurnal Wahana Bina Pemerintahan, Vol. 6, No. 1, pp. 38-42, Mei 2024

[6] M. Rizal, A. Wibowo, and A. Widayanti, “Analisis Kinerja Simpang Tak Bersinyal Pada Ruas Jalan Menur Pumpungan-Jalan Manyar Indah Raya-Jalan Manyar Tirtoyoso di Kota Surabaya dengan Metode PKJI 2014,” 2023.

[7] Prasetyo, H., Yulianto, T., Nugroho, M. W., & Sundari, T. (2024). Analisis kinerja simpang tiga menggunakan metode PKJI 2023 pada Jl. KH. Wahab Chasbulloh – Jl. Garuda Kabupaten Jombang. Jurnal Ilmiah REAKTIP, 4(2), 1–9.

[8] GridOto. (2024, December 20). "Pantas sering macet panjang, jalan di Jakarta cuma segini, ternyata ini idealnya." GridOto. https://www.gridoto.com/read/221875387/pantas-sering-macet-panjang-jalan-di-jakarta-cuma-segini-ternyata-ini-idealnya

[9] BBC News Indonesia. (2017, October 19). Antisipasi kemacetan, Singapura akan batasi jumlah mobil. BBC News Indonesia. https://www.bbc.com/indonesia/dunia-41733105

[10] Badan Pusat Statistik, “Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis Kendaraan (Unit) di Provinsi DKI Jakarta 2020-2022,” https://jakarta.bps.go.id/indicator/17/786/1/jumlah-kendaraan-bermotor-menurut-jenis-kendaraan-unit-di-provinsi-dki-jakarta.html, diakses 30 November 2023.

[11] Mu’allimah and R.N. Mashpufah, “Analisis Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Mengatasi Permasalahan Transportasi di Perkotaan,” Jurnal Manajemen dan Ilmu Administrasi Publik, Vol. 3, No. 4, pp. 291-296, 2021

[12] Dinnata, R.Y.W., “Underpass Mampang-Kuningan Bisa Kurangi Kemacetan 40%,” https://jakarta.bisnis.com/read/20180411/77/783242/underpass-mampang-kuningan-bisa-kurangi-kemacetan-40, diakses 15 Desember 2023.

[13] A. Bhardwaj, S.R. Iyer, S. Ramesh, J. White, and L. Subramanian, “Understanding Sudden Traffic Jams: From Emergence to Impact,” Development Engineering 8, 2023

[14] T.M. Setyowati, Y. Ashari, and E.P. Perwitasari, “Implementasi Kebijakan Pemerintah atas Perluasan Ganjil Genap terhadap Aktivitas Logistik di Wilayah DKI Jakarta,” Jurnal Manajemen Bisnis Transportasi dan Logistik (JMBTL), Vol. 6, No. 3, pp. 213-224, September 2020

[15] Departemen Pekerjaan Umum. Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Direktorat Jenderal Bina Marga, 1997.

[16] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Pedoman Desain Geometrik Jalan. Direktorat Jenderal Bina Marga, 2021.