Kajian Pergantian Moda Angkutan Umum (Studi Kasus: Jalan Arteri Pusat Kota Karawang – Cikampek)

Main Article Content

Arini Dewi Lestari

Abstract

Kabupaten Karawang merupakan daerah strategis yang berada pada perlintasan Jakarta menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur melalui jalan arteri jalur pantai utara (Pantura). Jalan arteri tersebut merupakan jalan yang menghubungkan antara pusat Kota Karawang menuju pusat kota Cikampek. Pada ruas jalan tersebut saat ini dilayani oleh empat trayek dengan total 464 kendaraan, namun jumlah penumpang yang menggunakan angkutan umum masih sangat rendah terlihat dari rata-rata load factor yang hanya 40%. Banyaknya mobil penumpang umum (MPU) yang tidak sesuai antara supply dan demand, menjadikan angkutan umum yang beroperasi kurang optimal sehingga perlu dilakukan analisis kinerja pelayanan angkutan umum pada ruas jalan arteri Karawang - Cikampek untuk mengetahui seberapa besar jumlah kebutuhan angkutan umum yang sesuai dengan permintaan masyarakat, selain itu untuk mengurangi tingkat kemacetan pada ruas jalan arteri yang menghubungkan pusat Kota Karawang menuju pusat Kota Cikampek, peneliti mencoba merencanakan untuk melakukan pergantian moda dengan kapasitas yang lebih besar (bus sedang kapasitas 30 kursi), harapannya dengan moda yang lebih besar akan mengurangi pergerakan kendaraan dengan tidak mengurangi permintaan yang ada. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan cara observasi di lapangan serta dilakukan survei statis dan dinamis angkutan umum. Selain itu juga dilakukan wawancara pengguna sepeda motor yang melintasi jalur arteri Karawang – Cikampek, wawancara dilakukan dengan teknik stated preference yang bertujuan untuk mendapatkan demand potensial dari pengguna sepeda motor yang bersedia berpindah ke angkutan umum usulan (bus sedang). Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji pelayanan angkutan umum saat ini, menganalisis jumlah kebutuhan kendaraan angkutan umum jenis mobil penumpang umum (MPU), usulan rencana pergantian moda serta pengembangan pola rute angkutan umum dengan kapasitas yang lebih besar (bus sedang), dan dari hasil analisis tersebut diperoleh jumlah kebutuhan armada ideal dengan kapasitas lebih besar (bus sedang) sebanyak 26 armada dengan pola rute trayek usulan dengan rute: terminal Tanjung pura-Karawang-Badami-Johar-Klari-Kosambi-Terminal Cikampek.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Ronando Ferdiansyah, “Kemungkinan Peralihan Penggunaan Moda Angkutan Pribadi ke Moda Angkutan Umum Perjalanan Depok – Jakarta,” J. Reg. City Plan., vol. 20, no. 3, 2009.

A. F. Ulumidin, S. S. Moersidik, and W. Aritenang, “Analisis Keberlanjutan Lingkungan Pada Angkutan Massal Transjakarta Sustainable Environment Analysis For Public Transport Transjakarta,” J. Penelit. Transp. Darat, vol. 15, no. 3, p. 119, Jul. 2019, doi: 10.25104/jptd.v15i3.1206.

O. Z. Tamin, Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: Institut Teknologi Bandung (ITB), 2011.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang, Kabupaten Karawang Dalam Angka 2020. Karawang: Badan Pusat Statistik Kabupaten Karawang, 2020.

Ofyar Z. Tamin, “Strategi Peningkatan Pelayanan Angkutan Umum Sebagai Usaha Mengatasi Masalh Kemacetan di Daerah Perkotaan,” J. Reg. City Plan., vol. 4, no. 8, pp. 3–14, 1993.

R. Suhargon, “Kebijakan Pemerintah Dalam Penataan Angkutan Umum Dalam Menambah Pendapatan Asli Daerah,” J. Rev. Pendidik. dan Pengajaran, vol. 4, no. 2, pp. 426–430, Dec. 2021, doi: 10.31004/jrpp.v4i2.3702.

Departemen Perhubungan RI, Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur. Jakarta, 2002, pp. 2–69.

L. Eriksson, J. Garvill, and A. M. Nordlund, “Acceptability of travel demand management measures: The importance of problem awareness, personal norm, freedom, and fairness,” J. Environ. Psychol., vol. 26, no. 1, pp. 15–26, Mar. 2006, doi: 10.1016/j.jenvp.2006.05.003.

G. Sugiyanto and S. Malkhamah, “Pemilihan Moda Antara Mobil Pribadi Dan Bis Transjogja,” J. Transp., vol. 9, no. 2, pp. 97–106, 2009.

A. Suharsimi, “Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi),” Jakarta: Rineka Cipta, p. 412, 2020.

R. A. S. Cita Ahmad Panji and Wiguna, “Evaluasi Kinerja dan Penentuan Tarif Angkutan Umum Kota Batu (Studi Kasus Angkutan Trayek Batu – Bumiaji, Batu – Selecta – Sumberbrantas, dan Batu – Gunungsari),” J. Tek. Sipil, pp. 1–11, 2016.

H. A. Bustam, A. Purba, and F. Z. Arsy, “Seminar Nasional Insinyur Profesional ( SNIP ) Analisis Kebutuhan Bus Rapid Transit Ruas Mall Boemi Kedaton – Insitut,” 2023.

Syafaruddin As Ridwan and Sumiyattinah, “Analisis Potensi Demand Angkutan Oplet Kota Pontianak Dengan Menggunakan Metode Stated Preference,” J. Tek. Kelautan, PWK, Sipil, dan Tambang, vol. 5, no. 2, pp. 1–9, 2018, doi: 10.24815/jarsp.v5i1.24487.

Ortuzar; Luis G Willumsen, “Transport Modelling.” 2011.

T. L. Ing, O. Z. Tamin, and Najid, “Pemilihan Moda Transportasi (Suatu Tinjauan Literatur),” Pros. Simp. Forum Stud. Transp. antar Perguru. Tinggi, pp. 796–803, 2020.

Z. S. Jazuli, Perencanaan Angkutan Umum BRT Berbasis Jalan (Bus Rapid Transit) di Perkotaan Jember. 2015.

Hermansyah, Amsuardiman, and M. Nawawi, “Evaluasi Penggunaan Moda Transportasi Bus Trans Metro Deli Rute Lapangan Merdeka-Pinang Baris Di Kota Medan,” J. Ilm. Tek. Sipil dan Arsit., vol. 1, no. 2, pp. 77–89, 2022, doi: 10.31289/jitas.v1i2.1452.

Subandi, A. Gunawan, and D. N. Fajrini, “Sistem Penjadwalan Keberangkatan Dan Perolehan Penumpang Bus Antarkota,” J. Manaj. Bisnis Transp. dan Logistik, vol. 4, no. 3, pp. 323–326, 2018.

Engel, “Perencanaan Bus Rapid Transit (BRT) di Kabupaten Karawang,” Pap. Knowl. . Towar. a Media Hist. Doc., pp. 80–108, 2014.