Pengembangan Infrastruktur Transportasi Berkelanjutan di Kawasan Perdagangan Cokroaminoto Sebagai Bentuk Kontribusi Kota Humanis
Main Article Content
Abstract
Proyek infrastruktur transportasi yang efektif harus mengurangi dampak terhadap lingkungan, namun disisi lain harus mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara fokus terhadap aksesibilitas dan mobilitas. Pembangunan kota di Indonesia harus humanis dalam arti memperhatikan kepentingan manusia atau disebut human oriented development. Tujuannya yaitu merencanakan konektivitas infrastruktur transportasi berkelanjutan, terkait fasilitas parkir dan pejalan kaki untuk mewujudkan sistem transportasi ramah lingkungan. Metode survei yang digunakan dalam artikel ini adalah metode survei kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap: pengumpulan data primer dan sekunder. Pada penelitian ini ada 3 (tiga) tahapan analisa yang akan dilakukan. Tahap analisa terkait kajian ruang parkir yang akan direlokasi, kinerja ruas jalan, aksesibilitas dan fasilitas pejalan kaki. Setelah dilakukan analisa perhitungan, diusulkan pemindahan parkir on street menjadi off street, terjadi peningkatan kinerja ruas jalan sebesar 63%. Analisa aksesibilitas pejalan kaki, memiliki jarak 600m terhadap lokasi perdagangan terjauh. Namun, jarak parkir off street 1 terhadap lokasi parkir off street 2 hanya berjarak 340m, sehingga aksesibilitasnya masih dapat dijangkau oleh pengguna jalan. Usulan pengembangan fasilitas infrastruktur berupa taman parkir perlu diimbangi dengan fasilitas pejalan kaki yang berkelanjutan, sehingga dapat menghubungkan antara infrastruktur Taman Parkir 1 dan 2 dengan pusat-pusat kegiatan di Jalan Cokroaminoto sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam konsep kota humanis. Fasilitas penyeberangan sebaiknya ditingkatkan menjadi pelican dengan perhitungan waktu hijau minimum selama 12 detik, yang menimbulkan dampak terhadap peningkatan kapasitas jalan sebesar 36% dikarenakan hilangnya konflik antara pejalan kaki dan kendaraan bermotor.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
Campisi, T., Caselli, B., Rossetti, S., & Torrisi, V. (2022). The Evolution of Sustainable Mobility and Urban Space Planning: Exploring the factors contributing to the Regeneration of Car Parking in Living Spaces. Transportation Research Procedia, 60(2021), 76–83. https://doi.org/10.1016/j.trpro.2021.12.011
Cheng, Y. H., & Chen, S. Y. (2015). Perceived accessibility, mobility, and connectivity of public transportation systems. Transportation Research Part A: Policy and Practice, 77, 386–403. https://doi.org/10.1016/j.tra.2015.05.003
Connolly, C., Livy, M. R., Qiu, Y., & Klaiber, H. A. (2019). Capitalization of interconnected active transportation infrastructure. Landscape and Urban Planning, 182(September 2018), 67–78. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2018.09.010
Ewing, R., Tian, G., Lyons, T., & Terzano, K. (2017). Trip and parking generation at transit-oriented developments: Five US case studies. Landscape and Urban Planning, 160, 69–78. https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2016.12.002
Ibrahim, M., El-Zaart, A., & Adams, C. (2018). Smart sustainable cities roadmap: Readiness for transformation towards urban sustainability. Sustainable Cities and Society, 37, 530–540. https://doi.org/10.1016/j.scs.2017.10.008
Kumakoshi, Y., Hanabusa, H., & Oguchi, T. (2021). Impacts of shared autonomous vehicles: Tradeoff between parking demand reduction and congestion increase. Transportation Research Interdisciplinary Perspectives, 12(April), 100482. https://doi.org/10.1016/j.trip.2021.100482
Manual Kapasitas Jalan Indonesia. (1997)
Mitchell, D., Claris, S., & Edge, D. (2016). Human-Centered Mobility: A New Approach to Designing and Improving Our Urban Transport Infrastructure. Engineering, 2(1), 33–36. https://doi.org/10.1016/J.ENG.2016.01.030
Pearce, D. M., Matsunaka, R., & Oba, T. (2021). Comparing accessibility and connectivity metrics derived from dedicated pedestrian networks and street networks in the context of Asian cities. Asian Transport Studies, 7(June 2020), 100036. https://doi.org/10.1016/j.eastsj.2021.100036
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. (1997). Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor : SK.43/AJ007/DRJD/97 tentang Perekayaan Fasilitas Pejalan Kaki di Wilayah Kota. Jakarta
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. (1998). Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir
Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat. (2018). Pedoman Perencanaan Teknis Pejalan Kaki
Roca-Riu, m., Fernandez, E., & Estrada, M. (2015). Parking slot assignment for urban distribution : Models and formulations. Omega (United Kingdom), 57, 157-175.
https://doi.org/10.1016/j.omega.2015.04.010
Tama, Y. P., Putri, A. A., & Madani, M. W. (2021). Integration of a Sustainable Transportation System in the Ubud – Bali Tourism Area. Journal of Multimodal Transportation, 19, 10–19.
Tamin, Ofyzar Z. (2008). Perencanaan, Pemodelan, dan Rekayasa Transportasi. Bandung: ITB
Toroyan, T., Peden, M., Iaych, K., & Krug, E. (2013). More action needed to protect vulnerable road users. The Lancet, 381(9871), 977–979. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(13)60606-6
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kombinasii (Mixed Methods). Bandung : Alfabeta