REVITALISASI LAYANAN INTERMODA ANGKUTAN LAUT TANJUNG TIRAM KE KUALA TANJUNG

Main Article Content

Rita Rita
Juren Capah

Abstract

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sampai dengan tahun 2030 telah mencanangkan 2 buah pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung yang berlokasi di kawasan pantai Timur Sumatera Utara. Pengembangan pelabuhan pendukung Tanjung Tiram di pesisir pantai timur Sumatera Utara diperlukan untuk mendukung keberadaan pelabuhan khususnya hubungan internasional Kuala Tanjung yang juga menyediakan layanan perpindahan penumpang dari dan menuju luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan melakukan pengumpulan data primer, data sekunder dari referensi, literatur dan data penunjang lainnya yang digunakan untuk dibandingkan kelebihan moda angkutan laut dengan moda angkutan darat dan hasil Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelabuhan Tanjung Tiram saat ini masih digunakan sebagai pelabuhan nelayan atau pelabuhan ikan, sedangkan untuk pergerakan penumpang dan barang masih sangat rendah pemanfaatannya karena moda darat lebih dipilih karena waktu tempuhnya lebih cepat, biaya lebih murah. Hasil analisis menunjukkan rute layanan angkutan laut dari Tanjung Tiram ke Kuala Tanjung untuk saat ini belum layak dibuka kembali. Apabila dibuka atau daktifkan kembali dengan persyaratan yang wajib dipenuhi, yaitu: pengerukan alur di dermaga sehingga kapal penumpang bisa bersandar, Pembangunan kantor dan peralatan imigrasi, penyediaan kapal layanan penumpang, Penataan kawasan pelabuhan Tanjung Tiram, namun membutuhkan biaya yang sangat besar. Sehingga solusi yang lebih efektif dan efisien adalah penyediaan angkutan umum atau penyediaan sarana dan prasarana pendukung untuk melayani penumpang dari Tanjung Tiram menuju Kuala Tanjung Balai Asahan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Bappeda Kabupaten Batu Bara, Percepatan Ketersediaan Lahan dan Infrastruktur pendukung dalam Kerangka SISLOGNAS Pem-bangungan Pelabuhan Internasional di Kuala Tanjung Kabupaten Batu Bara, 2015, paparan Bupati Kabupaten Batu Bara di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Jakarta Balitbang Provinsi Sumut, Kajian Potensi Pengembangan Jalan Kawasan Pantai Timur Untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi dan Wisata di Sumatera Utara, 2010, Medan Brad Jones, et. al., 2000, “Transportation Law Journal, Vol. 27 BPS, Statistik Daerah Kabupaten Batu Bara, 2014, Kabupaten Batu Bara BPS, Statistik Daerah Kecamatan Tanjung Tiram, 2014, Kabupaten Batu Bara BPS, Batu Bara dalam Angka, 2014, Kabupaten Batu Bara Chartier, P, 2007, The Trans-Asian Railway, Transport and Communications Bulletin for Asua and the Oasufuc No. 77, UNESCAP Dewey, J.F, at. al., 2003, “Transportation Intermodal”, Summary of Final Report BC-354-44, Part A Dishub Provinsi Sumut, Studi Pengembangan Angkutan Pesisir Pantai (coastal Marine) di Pesisir Pantai Timur Sumatera Utara, 2010, Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara KOTI, 2011, Toward an Integrated Green Transportation System in Korea, The Korean Transport Institute, South Korea McKenzie, et. al., 2000, “The Book of Intermodal Transportation” Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Batu Bara Tahun 2013 - 2033 Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2011 tentang Angkutan Multimoda Rodrigue, Jean-Paul (2013), The Geography Of Transport Systems, New York:Routledge, 416 TFL, 2001, “Intermodal Transport Interchange for London”, Best Practice Guidelines Triatmodjo, Bambang, 2013. Perencanaan Pelabuhan. Beta Offset. Yogyakarta US Department of Transportation, 1996, “The Use of Intermodal Performance Measures by State Departments of Transportation”