KRITERIA PELAYANAN SISTEM TIKET TERPADU ANTARMODA ANGKUTAN JALAN DAN PESAWAT TERBANG

Main Article Content

Karmini Karmini
Siti Fatimah

Abstract

Tiket terpadu adalah penggunaan tiket yang sama untuk perjalanan dari asal ke tujuan, apapun moda atau operator yang digunakan dengan hak transfer penuh. Pelayanan tiket terpadu digunakan untuk transportasi jarak dekat atau komuter dan jarak jauh, sedangkan fokus dari kajian ini adalah tiket terpadu jarak jauh.
Kajian ini dilakukan untuk mengeksplorasi pendapat pengguna jasa terhadap usulan kriteria sistem tiket terpadu angkutan jalan dan pesawat terbang. Keberadaan sistem tiket terpadu antarmoda angkutan jalan dengan dengan pesawat terbang diharapkan akan memudahkan perjalanan penumpang yang akan melakukan perjalanan. Kriteria yang diusulkan dalam kajian ini dibatasi pada cara pemesanan tiket, cara pembayaran tiket, dan ganti rugi jika terjadi keterlambatan. Penentuan kriteria dilakukan dengan menghitung angka indeks dari pilihan pengguna jasa terhadap variabel yang diajukan. Kriteria pelayanan tiket terpadu antarmoda yang mempunyai angka indeks tertinggi untuk cara pemesanan tiket adalah dengan mengggunakan telepon, untuk sistem pembayaran adalah dengan datang langsung ke tempat penjualan tiket, untuk ganti rugi jika terjadi keterlambatan adalah dengan penggantian tiket pesawat pada jam yang berbeda tetapi di hari yang sama dan uang tiket pesawat dikembalikan sepenuhnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Arifudin, Akhmad Rizal dan Jamot Sitorus. “Kajian Penerapan Sistem Tiket Terpadu Antar Moda (TITAM)”. Jurnal Penelitian Transportasi Multimoda Vol. 9, no. 02 (2011):151-172.

A.S., Fathor. “Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik BRSUD Kabupaten Bangkalan Madura”. Jurnal Studi Manajemen Vol. 4, no. 1 (2010): 28-39.

Bak, Monika and Borkowski Przemyslaw. Integrated Ticketing in Passenger Transport as a Chance to Improve Interconnectivity. WCTR 12th. Lisbon, Portugal. 11th-15th July 2010.

ECMT. Airports as Multimodal Interchange Nodes. Report of the one Hundred and Twenty Sixth Round Table on Transport Economics. Paris. 20th-21st March 2003.

Kite, KITE A Knowledge Base for Intermodal Passenger Travel in Europe, Deliverable D17 Recommendations for a standardisation of intermodal information and ticketing services, Contract-No. TREN/06/FP6TR/ S07.66711/038682, (2009).

Masri, Singarimbun dan Soffian Effendi. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES, 1995.

NZTA, NZ Transport Agency, Planning, programming and funding manual. //www.nzta.govt.nz/resources/ planning-programme-funding-manual/docs/ppfmv1a1full.pdf (2008).

Preston, John ., Marshall, Adam., dan Lena Tochtermann, On the Move: Delivering Integrated Transport in Britain’s Cities. Centre for Cities, 2008.

Santoso, S. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik.

Jakarta: PT. Gramedia, 2001.

Scottish Executive, Scottish Strategic Rail Study, Working Paper 3: Approach to Strategy Development), (2002).

Scottish Executive Social Research, Integrated Ticketing in Scotland Needs Analysis and Options, TNS Social Research, TRL and Tri, www.scotland.gov.uk/ socialresearch, (2004).

Sekaran, U. Research Methods for Business A Skill Building Approach, 4th Edition. United Kingdom: John Wiley & Sons, 2003.

Umy, Suranto. “Pengukuran Angka Indeks”. Diakses tanggal 17 Januari 2012.

Vuchic, V.R. Urban Public Transport System and Technology. Englewood Cliffs, NJ, Prentice Hall, 1981.