Perbandingan Biaya Pembangunan Per Trayek-Kilometer Pada 2 (Dua) Moda Transportasi Perkotaan

Main Article Content

Hasriwan Putra

Abstract

Transportasi massal merupakan salah satu solusi utama dalam mengatasi masalah transportasi perkotaan, seperti kemacetan dan polusi udara, sehingga wawasan tentang perkiraan biaya pembangunan transportasi massal sangat relevan bagi pihak-pihak yang terlibat dengan estimasi biaya dan pembuat kebijakan. Pengetahuan tentang perbedaan biaya per trayek-kilometer antar jenis transportasi massal perkotaan yang lengkap saat ini masih kurang. Makalah ini bertujuan untuk memberikan wawasan tahap pertama tentang biaya per trayek- kilometer yang bervariasi di seluruh proyek transportasi massal perkotaan. Metodologi yang diterapkan adalah perbandingan biaya di seluruh proyek di beberapa kota dunia. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya pembangunan per trayek-kilometer transportasi perkotaan sangat bervariasi antar proyek sebagai berikut Sistem BRT: IDR 10-194 Milyar/km, Sistem ART: IDR 63-124 Milyar/km, Sistem LRT: IDR 0,5-1, Triliun/km dan Sistem MRT: IDR 1-6 Triliun/km (basis 2019). Alasan utama tingginya variasi dalam biaya trayek-kilometer adalah perbedaan antara proyek-proyek yang berkaitan dengan pilihan koridor/track dan stasiun, apakah di bawah tanah, di atas tanah atau di permukaan tanah.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Andryanda, Rurry. “Analisis Biaya-Manfaat Terhadap Transportasi TransJakarta/Busway”. Jurnal Ilmiah Niagara Vol. VII, No.2, 2014: 70-80.

Bruun, Eric. Bus Rapid Transit and Light Rail: Comparing Operating Costs with a Parametric Cost Model. Transportation Research Record: Journal of the Transportation Research Board, 2005: 11-21.

BB&J Consult. 2000. The World Bank Group Urban Transport Strategy Review: Implementation

of Rapid Transit. Final Report,WorldBank,Washington,DC

Danisworo, Barru dan Latief, Yusuf. “Estimation Model of Jakarta MRT phase 1 project cost overrun for the risk based next phase project funding purpose”. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2019, 1-15.

Flyvbjerg, Bent. Bruzelius, Nils and Van Wee, Bert. “Comparison of Capital Costs per Route-Kilometre in Urban Rail”. European Journal of Transport and Infrastructure Research Vol. 8, No.1, 2008:17-30

Halcrow Fox (2000). World Bank Urban Transport Strategy Review: Mass Rapid Transit in

Developing Countries. Final Report, World Bank, Washington, DC.

Hensher, David A. and Waters II W.G..”Light Rail and Bus Priority Sistems: Choice or Blind Commitment?”. In Toronto Third International Conference on Competition and Ownership in Surface Passenger Transport, 1994, 39-54.

Mackett, Roger L., and Edwards, Marion,”The Impact of New Urban Public Transport Sistems: Will The Expectations be Met?”. Transportation Research AVol. 32, No.4, May 1998:231-245.

OECD (1997). Construction Price Index. Sources and Methods. OECD – Eurostat, Paris.

Parinduri, Luthfi. “Penetapan Tarif Bersubsidi Penumpang Moda Raya Terpadu Jakarta Phase I”. Semnastek UISU, 2019, 21-26.

Pickrell, D. Estimates of Rail Transit Construction Costs. Transportation Research Record, 1985. No. 1006.

Vuchic, V.R. 2005. Urban Transit: Operations, Planning, and Economics. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons.

Wright, Lloyd dan Fjellstrom, Karl. 2002. Opsi Angkutan Massal. Institut for Transportation and Development Policy dan GTZ.

//www.ecns.cn/cns-wire/2019-12-05/detail-ifzrnvym4352012.shtml diakses pada 7 November 2020.

//www.xinhuanet.com//english/2017-10/24/c_136702282.htm diakses pada 7 November 2020.

https://www.bumn.info/info-utama/dari-tantangan-hingga-biaya-proyek-lrt-jabodebek diakses pada 9 November 2020.

www.ec.europa.eu/eurostat/statistics-explained/index.php?title=File:EU-27_Construction_prices_and_costs_2005_-_2020 diakses pada 9 November 2020.