ANALISIS KUALITAS PELAYANAN CIKARANG DRY PORT DENGAN METODE IMPORTANCE - PERFORMANCE ANALYSIS DAN KANO
Main Article Content
Abstract
Kegiatan perekonomian, khususnya dalam dunia perdagangan, erat kaitannya dengan kegiatan ekspor dan impor yang merupakan kegiatan utama dalam distribusi barang. Keberadaan industri-industri di wilayah hinterland mendorong terbentuknya konsep pelabuhan darat yang berfungsi seperti pelabuhan laut pada umumnya, sebagai penunjang kegiatan ekspor, impor, serta distribusi barang dan komoditas yang dihasilkan.
Hal ini memunculkan pemikiran untuk menganalisis kualitas pelayanan Cikarang Dry Port, seiring dengan isu kemacetan di terminal pelabuhan Tanjung Priok. Untuk mengukur kualitas dari pelayanan Cikarang Dry Port digunakan Servqual sebagai metode yang dijadikan dasar penentuan variabel kualitas layanan. Variabel yang digunakan dalam menentukan kualitas pelayanan Cikarang Dry Port adalah berdasarkan lima dimensi layanan dalam Servqual, yaitu reliability, responsiveness, assurance, empathy dan tangible. Berdasarkan lima variabel (dimensi layanan) tersebut diidentifikasi atribut-atribut layanan yang dapat mempengaruhi kepuasan pengguna jasa Cikarang Dry Port, sehingga dapat dianalisis kualitas layanan dariCikarang Dry Port. Oleh karena peneliti memiliki keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti hanya memperoleh sampel sebanyak 38 responden, yang terdiri dari perusahaan yang bergerak di bidang logistics service provider, seperti freight forwarder, shipping liner, serta perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL). Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2014. Metode yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan Cikarang Dry Port adalah metode Importance-Performance Analysis (IPA) dan Kano. Hasil pengintegrasian antara metode IPA dan Kano didapatkan urutan prioritas perbaikan atribut-atribut layanan, yaitu T23: terdapat depo pemeliharaan dan perawatan kontainer, R4: kemudahan proses konsolidasi barang, T18: perkantoran yang bersih dan nyaman, R3: kemudahan proses penerimaan dan pengiriman barang, A12: petugas memberikan pelayanan dan informasi secara benar, RES8: petugas cepat menindaklanjuti keluhan pelanggan, A14: jaminan keamanan dan keselamatan barang dari kerusakan dan kehilangan, T21: peralatan//removelinebreaks.net/a/removelinebreaks/top.png bongkar muat yang memadai, RES7: petugas cepat dan tanggap dalam melayani pelanggan. Oleh karena itu untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas layanan guna memenuhi kepuasan pengguna jasa, maka atribut-atribut tersebut harus menjadi perhatian utama Cikarang Dry Port selaku operator.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
Economic and social commission for Asia and The Pacific. Commercial Development of Regional Ports as Logistics Centers. UNITED NATIONS: Economic and social commission for Asia and The Pasific, 2001.
Jababeka, PT. “Cikarang Dry Port”. Diakses pada September 2013. //www.jababeka.com/id/ cikarang-dry-port.
Kano, N., Seraku, N., Takahashi, F. dan Tsuji, S. “ Attractive Quality and Must-be Quality”, Hinshitsu, Vol.14, pp.39-48, 1984.
Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran di Indonesia: Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jakarta: Salemba Empat, 2002.
Parasuraman, A,. Zeithaml, V.A,. Berry, L.L. “Alternative Scales for Measuring Service Quality: A Comparative Assessment Based on Psychometric and Diagnostic Criteria”. Journal of Retailing Vol. 70, no. 3 (1994): 201-230.
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 51 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.
Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pembangunan Sistem Logistik Nasional (Sislognas).
Roso, Violeta. “Emergence and Significance of Dry Ports”. Division of Logistics and Transportation, Chalmers University of Technology, Sweden, 2008.
Roso, V., Woxenius, J., Lumsden, K. “The Dry Port Concept – Connecting Seaports with their Hinterland”. Journal of Transport Geography 17 (2009): 338-345.
Sekaran, U. Research Methods for Business A Skill Building Approach, 4th Edition. United Kingdom: John Wiley & Sons, 2003.
Supranto, J. Metode Riset Aplikasinya dalam Pemasaran, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
Tan, K.C. dan T.A. Pawitra. “Integrating Servqual and Kano’s Model into QFD for Service Excellence Development”. ManagingService Quality 11, no. 6 (2001): 418-430.
Tjiptono, Fandy. Strategi Pemasaran, Edisi Pertama.
Yogyakarta: Andi Ofset, 2001.
Veenstra, A., Zuidwijk, R and Van Asperen, E. “The Extended Gate Concept for Container Terminals: Expanding The Notion of Dry Ports”. Maritime Economics & Logistics, Vol. 14, no. 1 (2012): 1432.
Walden, D. “Special Issue on Kano’s Methods for Understanding Customer Defined Quality”. The Center for Quality of Management Journal, Vol.
, no. 4 (1993): 3-35.
Zeithaml, V.A,. Bitner , M.J,. Gremler, D.D. Services Marketing, 5th Edition. Singapore: Mc Graw Hill, 2009.
Zeithaml, V.A., Parasuraman, A., dan Berry, L. L.
Delivering Quality Service : Balancing Customer Perception & Expectation. New York: John Wiley and Sons, 1990.