PENGEMBANGAN SISTEM TRANSPORTASI SUNGAI DALAM MENDUKUNG EKOWISATA SUNGAI TALLO KOTA MAKASSAR
Main Article Content
Abstract
Pengembangan sistem transportasi sungai merupakan faktor pendukung potensi dan obyek wisata Sungai Tallo sehingga dapat menarik kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan (1) Mengidentifikasi potensi wisata dan kebutuhan pergerakan orang yang akan mengakses ekowisata Sungai Tallo., (2) Mengetahui kondisi jaringan transportasi sungai., dan (3) Merumuskan konsep pengembangan transportasi sungai dalam mendukung ekowisata Sungai Tallo. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner. Sementara data sekunder diperoleh melalui kajian pustaka yang terkait. Data dianalisis dengan menggunakan analisis potensi wisata dan kebutuhan pergerakan untuk akses ekowisata, analisis jaringan transportasi sungai dan analisis SWOT untuk strategi pengembangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Tallo dimanfaatkan sebagai sarana transportasi sungai dan wisata.Sungai Tallo sebagai kawasan konservasi mempunyai potensi wisata alam yang menarik khususnya Desa Lakkang sebagai destinasi ekowisata. Namun belum dikembangkan secara optimal dan permintaan pergerakan orang untuk wisata di Sungai Tallo belum dapat dilayani oleh aksesibilitas dan konektivitas jaringan transportasi sungai yang baik. Dari aspek potensi bangkitan dan kemudahan akses pergerakan maka dapat direncanakan 3 titik simpul baru yakni Jembatan Tello Jln. Perintis Kemerdekaan, Kawasan Perumahan BTN Antara (Kelurahan Tamalanrea Indah), dan Pemukiman Rappokalling. Strategi pengembangan dari hasil analisis SWOT terletak pada strategi WO dengan strategi turn-around yaitu meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
Badan Pusat Statistik Kota Makassar. Makassar Dalam Angka, Makassar: Badan Pusat Statistik, 2014.. Tabel 3. Ringkasan Spesifik Solusi Alternatif dan Usulan Aktifitas No Komponen Fenomena Akar permasalahan Solusi alternatif Usulan aktivitas 1. Kurangnya aksesibilitas dari dan ke sungai: a. Aksesibilitas Internal b. Aksesibilitas Eksternal Aksesibilitas rendah Tidak adanya konektivitas Akses jalan masuk ke dermaga sungai kurang memadai Belum adanya jalur hubungan wisata pesisir Membuka akses pada simpul jalur angkutan umum Tersedia hub moda wisata pesisir a. Membuka titik simpul baru b. Membuka trayek atau rute c. Peningkatan jalan dermaga d. Penyediaan fasilitas parkir a. Penyediaan kapal b. Membuka rute 2. Kurang memadainya prasarana dermaga Dermaga tidak terawat dan kontruksi yang kurang sesuai kondisi pasang surut Belum ada perbaikan pada dermaga Melakukan rehabilitasi dermaga a.Meningkatkan dan rehab dermaga b.Pengembangan dermaga apung 3. Kurang memadainya sarana angkutan Moda yang tidak terawat, rendahnya tingkat keselamatan dan kenyamanan Belum ada perbaikan pada moda Melakukan rehabilitasi moda a. Meningkatkan kualitas moda b.Meningkatkan kinerja moda Bappeda Kota Makassar. Peraturan Daerah Kota Makassar tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar 2011-2031. Makassar: Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Makassar, 2010. Damanik J. & Weber H.F. Perencanaan Ekowisata, dari Teori ke Aplikasi. Yogyakarta: Andi, 2006. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar. Laporan Kunjungan Wisatawan 2011-2014. Makassar, 2015. Distrik Navigasi Paotere. Daftar Pasang Surut Perairan Selat Makassar. Makassar: Distrik Navigasi Paotere Makassar, 2015. Fandeli C. Pengusahaan Ekowisata. Yogyakarta: Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, 2000. Iskandar A., Kenasin H., & Barzach B. Suatu Pengantar: Pelayaran Perairan Daratan. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2013. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2009 Tentang Jenis-jenis ekowisata di Daerah. Rangkuti F. Teknik Membedah Kasus Bisnis, Analisis SWOT. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2014. Rasyid H. “Studi Pemanfaatan Sungai Tallo-Pampang dan Kanal Banjir Kota Makassar sebagai Prasarana Transportasi”. Tesis, Universitas Hasanuddin Makassar, 2009. Riduwan. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2008. Tuwo A. Pengelolaan Ekowisata Pesisir dan Laut. Surabaya: Brilian Internasional, 2011.