OPTIMALISASI PEMANFAATAN FASILITAS PUBLIK PEJALAN KAKI MENCAPAI OBJEK WISATA KEBUN RAYA BOGOR
Main Article Content
Abstract
Kita dapat menyimpulkan bahwa PT KAI berhasil menjadikan Commuter line sebagai moda terbaik di Jabodetabek. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah penumpang CL pada tahun ini. Didukung dengan banyaknya objek wisata di sekitar Stasiun Bogor, bisa menjadikan commuter line sebagai pilihan moda yang tepat bagi pengunjung objek wisata di Kota Bogor. Pemilihan moda ini dirasakan dapat mengurangi macetan di Kota Bogor di saat akhir pekan. Setelah dilakukan pengamatan, pemanfaatan fasilitas pejalan kaki di sekitar Stasiun Bogor menuju tempat wisata khususnya Kebun Raya Bogor masih relative rendah. Dengan demikian, perlu dikaji permasalahan dari rendahnya minat pengunjung Kebun Raya Bogor menggunakan fasilitas pejalan kaki dari Stasiun Bogor menuju Kebun Raya Bogor dan sebaliknya. Tujuan studi ini yaitu untuk menyusun rekomendasi perbaikan fasilitas pejalan kaki dari Stasiun Bogor menuju Kebun Raya Bogor dalam rangka meningkatkan pemanfaatan fasilitas pejalan kaki dari Stasiun Bogor menuju Kebun Raya Bogor.
Melalui permodelan pedestrian dengan menggunakan software VISWALK diharapkan dapat menemukan sebuah scenario pejalan kaki yang dapat menarik minat pengunjung Kebun Raya Bogor untuk memanfaatkan fasilitas pejalan kaki di sekitar Stasiun Bogor menuju Kebun Raya Bogor.
Hasil analisis kondisi base model dibandingkan dengan kondisi skenario perbaikan yaitu untuk menarik minat perlu perbaikan dari pemangku kebijakan sesuai dengan kewenangan dari Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Kota Bogor dan PT. Kereta Api (Persero). Usaha perbaikan tersebut antara lain pengembalian fungsi fasilitas pejalan kaki, pelebaran jalur pejalan kaki (trotoar) di Jalan Kapten Muslihat, sekitar pintu keluar Stasiun Bogor, penambahan atau pengadaaan lampu penerangan, pengadaan pelindung atau peneduh pada fasilitas pejalan kaki, pengadaan fasilitas pejalan kaki untuk pengguna berkebutuhan khusus (diffabel), petunjuk informasi mengenai arah, jarak dan waktu tempuh menuju Kebun Raya Bogor serta pengadaaan fasilitas pendukung lainnya, seperti : tempat duduk, tempat sampah, dll. Dari hasil simulasi didapatkan waktu tempuh pejalan kaki dari Stasiun Bogor menuju Kebun Raya Bogor yaitu 1.212 detik atau 20 menit 12 detik, dengan kecepatan rata-rata pejalan kaki 0,78 km/jam.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
Undang – Undang No. 22 Tahun 2009
Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan A, Boulmakoul.M, Mandar. “Fuzzy Ant Colony Paradigm For Virtual Pedestrian Simualtion”. The Open Operational Research Journal, 2011.
Amir Sohrab Sahale Et All. Scenario Analysis Of Pedestrian Flow In Public Spaces. Ecole Polytechnique Federale De Lausanne, 2012.
Daamen, W. “Modelling Passenger Flows in Public Transport Facilities”. Phd Thesis, Delft University Press, 2004.
Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga Direktorat Bina Teknik No. 011/T/Bt/1995 tentang Tata Cara Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki Di Kawasan Perkotaan.
Dirk Helbing. A Fluid Dynamic Model For The Movement Of Pedestrians. Compex System, 1992.
Hasan, M. Iqbal. Pokok Pokok Materi: Teori Pengambilan Keputusan. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2002.
J.J. Fruin. Pedestrian Planning and Design.
Metropolitan Association of Urban Designer and Environtmental Planners, 1971.
Khoshnevis, Behrokh. Descrete Systems Simulation. New York: McGraww Hill, 1994.
Pignataro:1973 dalam Nugroho Utomo, Iwan Wahjudjanto:2008. “Analisa Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki yang Sinergis dengan Fasilitas Transportasi Publik di Kota Surabaya”. Jurnal Rekayasa Perencanaan, Vol. 4 (2008).
Robin, Thomas. Michele Bierlaire and Javier Cruz.
“Dynamic Facial Expression Recognition With a Discrete Choice Model”. Journal of Choise Modelling, Vol. 4, Issue 2 (2011): 95 – 148.
Schadschneider, Klingsch, Klupfel, Kretz, Rogsch, and Seyfried. National cooperative highway research program report 616; multimodal level of service analysis for urban streets, Transportation research board, 2008.
Siagian.P. Penelitian Operasional: Teori dan Praktek. Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1987.
S.P.Hoogendoorn, P.H.L.Bovy, W. Damen. Microscopic Pedestrian Wayfinding And Dynamics Modeling in Michael Schreckenberg, Some Deo Sharma, Editors, Pedestrian And Evacuaticon Dynamics. Springer (2001): 123-124.
| Jurnal Penelitian Transportasi Multimoda | Volume 13/No. 04/Desember/2015 | 177 - 190 Stina Alexander. Emmi Johansson. “Pedestrian in Microscopic Traffic Simulation Comparison Between Software Viswalk and Legion for Aimsun”.
Master Thesis, Chalmers University of Technology, 2013.
Tanan, Natalia dan Agus Bari Sailendra. Modul Pelatihan Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Penelitian Dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Kementerian Pekerjaan Umum.