EVALUASI JARINGAN LINTAS ANGKUTAN BARANG DI BENGKULU

Main Article Content

Rosita Sinaga
Maria Magdalena

Abstract

Peran moda truk sangat besar dalam menunjang mobilitas barang di Kota Bengkulu. Banyaknya kendaraan angkutan barang seperti truk sawit dan truk angkutan batu bara yang melintasi jalan Kota Bengkulu yang melebihi beban berat atau bertonase lebih membuat jalan di Kota Bengkulu saat ini menjadi berlubang dan rusak parah akibat tidak mampu menahan berat beban yang melebihi batas kapasitas berat beban jalan di dalam Kota Bengkulu. Oleh karena itu maka penelitian ini perlu melakukan tinjau ulang jaringan lintas angkutan barang di Bengkulu. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi masalah pada jaringan lintas angkutan barang di Bengkulu. Dan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder yang dianalisis dengan menggunakan permodelan Volume Lalulintas berdasarkan metode MKJI 1997 dan Matrik Asal Tujuan (MAT), maka dihasilkan kapasitas jalan angkutan barang di kota Bengkulu masih mempunyai kapasitas yang sangat besar yaitu dari Rejang Lebong menuju Kepahiang dan Rejang Lebong menuju Kota Bengkulu menunjukan bahwa volume lalu lintas angkutan Barang sangat tinggi. Namun kerusakan jalan pada Kota Bengkulu disebabkan oleh Kota Bengkulu yang menjadi perlintasan angkutan barang dengan tonase tinggi dari Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang yang memasuki jaringan jalan perkotaan Kota Bengkulu

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).

Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum, 1997.

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Bina Marga. Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum, 1997.

Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah. Laporan Akhir Pekerjaan Pengembang Indikator efektifitas Pelaksanaan Program Prasarana Wilayah.

Laporan Akhir, Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, 2004.

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah.

Nomor 375/KPTS/M/2004 tentang Penetapan Ruasruas Jalan Dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Peranannya Sebagai Jalan Arteri, Jalan Kolektor 1, Jalan Kolektor 2, dan Jalan Kolektor 3.

Maulana, Febriyanti. “Evaluasi Kinerja Jaringan Jalan Kabupaten di Wilayah Kabupaten Serang”. Tesis, Program Pascasarjana, ITB Bandung, 2007.

Munir, Imran dkk. “Kinerja Jaringan Jalan Antara Ibu Kota Kecamatan Maritengngae Panca Kijang – Watang Pulu Kabupaten Sidrap”. Makalah Disampaikan pada Simposium XII FSTPT, Universitas Kristen Petra.

Surabaya, 14 November 2009.

| Jurnal Penelitian Transportasi Multimoda | Volume 13/No. 04/Desember/2015 | 169 - 176 Sulastono. “Optimasi Kinerja Jaringan Jalan Perkotaan Didasarkan Atas Konsep Pembangunan

Berkelanjutan”. Tesis, Program Pascasarjana, Universitas Indonesia Jakarta, 2003.

Surya, Adhi. “Kajian Dampak Rencana Pembangunan Jaringan Jalan Lingkar dan Jalan Poros Terhadap Kinerja Jaringan Jalan Kota Banjarmasin”, Tesis, Program Pascasarjana, Institut Teknologi Bandung, 2007.

Tamin, O Z. Perencanaan, Pemodelan, dan Rekayasa Transportasi. Bandung: ITB, 2008.

Wiratna, I Made. Pedoman Penulisan Usulan Penelitian, Skripsi, dan Tesis. Yogyakarta: ANDI, 2005.