Identifikasi Desain Walkability Kawasan TOD Blok A
Main Article Content
Abstract
TOD adalah solusi untuk mengatasi masalah kemacetan di Jakarta, terutama kawasan Blok A. Pengembangan kawasan ini berorientasi transit. Sementara, walkablity sebagai fondasi berdirinya TOD. Walkability merupakan ukuran seberapa baik membentuk lingkungan yang menyemarakkan berjalan kaki (Riley et al., 2013, Grasser et al., 2013). Maka, peneliti bermaksud untuk mengidentifikasi desain walkability eksisting.
Tahapan pengukuran penelitian ini, yaitu: pertama, pola pergerakan pejalan kaki dilakukan dengan plotting pergerakan pejalan kak. Kedua, pengukuran indeks walkability menggunakan alat Clean Air Initiative for Asia Cities. Ketiga, pengukuran preferensi pejalan kaki menggunakan survei wawancara Global WaIkability Index. Keempat, redesain walkability disesuaikan dari penelitian Marchiano (2019) yang menyediakan integrasi moda. Redesain walkability sesuai kriteria Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan mempertimbangkan Rencana Detail Tata Ruang Jakarta Selatan. Keempat, Pola Pejalan Kaki yang ada, preferensi pejalan kaki, dan indeks walkability adalah tiga faktor untuk menyusun pola pergerakan setelah redesain walkability. Output yang diperoleh ialah indeks walkability setelah redesain.
Hasil pengukuran menunjukkan indeks walkability eksisting sebesar 55.657 yang diklasifikasikan sebagai "sedikit walkable". Hasil preferensi pejalan kaki konsisten dengan hasil indeks walkability, walkability relatif buruk. Redesain walkability terbatas pada jalur pejalan kaki. Setelah redesain, indeks walkability meningkat menjadi 73.535 yang digolongkan "sangat walkable"
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
Agampatiam, R., 2014. Using GIS to Measure Walkability : A Case Study in New York City.Tesis. School of Architecture and the Built Environment Royal Institute of Technology. Stockholm, Sweden.
CAI-Asia Center, 2011. Walkability in Indian Cities. Shakti Sustainable Energy Foundation.
E. Leslie, et al., 2007. Walkability of Local Communities : Using Geographic Information Systems to Objectively Assess Relevant Environmental Attributes. Health and Place 13. 111-122.
Ewing, et al., 2006. Identifying and Measuring Urban Design Qualities Related to Walkability. Journal of Physical Activity and Health.
Frank, L.D., Sallis, J.F., Sealens, B.E., Leary, L., Cain, K., Conway, T.L., et al., 2010. The Development of a Walkability Index : Application to the Neighborhood Quality of Life Studi. British Journal of Sports Medicine, Vol. 44, No. 13, Pages 924-933.
Forsyth, A., and Southworth, M., 2008. Cities Afoot-Pedestrians, Walkability, and Urban Design. Journal of Urban Design, Vol.13, No.1, Pages 1-3.
Handy, S.L., and Clifon, K.J., (2001). Local Shopping as a Strategy for Reducing Automobile Travel. Transportation, Vol. 28, No. 4, Pages 317-346.
Huda, N.N., 2015. Prof. Dr.-Ing.Ir. Widjaja Martokusomo : Walkability, Kembalikan Fungsi Kota Melalui Kaidah Desain Universal. [Online] Available at https://www.itb.ac.id/news/ [Accessed 24 January 2019]
ITDP Indonesia, 2019. Jakarta NMT Vision and Design Guideline. [Online] Available at //www.itdp-indonesia.org/. [Accessed 1 October 2019]
Jiang, N., Shi, M., Xiao, Y., Shi, K., and Watson, B., 2011. Factor Affecting Pedestrian Crossing Behaviour at Signalized Crosswalk in Urban Area in Beijing and Singapore. Proc., ICTIS 2011, 1st Int. Conf. on Transportation Safety : Multimodal Approach to SuistainedTransportasion System Development – Information, Technology, Implementation. ASCE. Reston. VA.
Krambeck, H. V., 2006. The Global Walkability Index. Massachusetts Institute of Technology.
Lo, R.H., 2011. Walkability Planning in Jakarta. University of California
MRT Jakarta, 2018. Stasiun Blok A. https://www.jakartamrt.co.id/proyek-dan-perkembangan/stasiun-dan-fasilitas/stasiun-blok-a/. (Diakses 2 Januari 2019)
NACTO, 2013. Urban Street Design Guide. In. New York : National Association of City Transportation Officials.
Neto, L., 2015. The Walkability Index Assessing The Built Environment and Urban Design Qualities at The Street Level Using Open-Access Omnidirectional and Satelit Imagery. Disertation. Planning in the Faculty Humanities. University of Manchester.
Pongprasert, P., Kubota, H., 2018. TOD Resident’s Attitudes toward Walking to Transit Station : A Case Study of Transit Oriented Developments (TODs) in Bangkok, Thailand. J. Mod. Transport.
Schlossberg,M., Brown, N., 2004. Comparing Transit Oriented Development Sited by Walkability Indicators. Transport Research Record : Journal of the Transportasion Research Board, 34-42..
Setianto, S., Joewono, T. S., 2016. PenilaianKualitasFasilitasPejalan Kaki (Walkability Assessment). JurnalJalan-Jembatan, Volume 35 No.1, 51-66.
Tanan, N., 2011. FasilitasPejalan Kaki. Kementerian PU. Bandung
United Nations Departement of Economic and Social Affairs (UNDESA), 2012. ShanghainManual : A Guide for Suistainable Urban Development in the 21st Century. In. Nagoya : United Nations Center for Regional Development.
Wibowo, S. S., Tanan N., danTinumbia, N., 2015. Walkability Measures for City Area in Indonesia (Case Study of Bandung). Journal of The Eastern Asia Society for Transportation Studies. 11: 1507-21.
Y.J.Singh, et al., 2017. Measuring TOD around Transit Nodes – Toward TOD Policy. Transport Policy 56. 96-111