AKSESIBILITAS DAN MOBILITAS TRANSPORTASI DI PROVINSI BENGKULU DALAM KONTEKS NEGARA MARITIM DAN PENGUATAN DAERAH TERTINGGAL

Main Article Content

Anzy Indrashanty
Poerwaningsih S. Legowo

Abstract

Provinsi Bengkulu memiliki posisi yang strategis dan memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, baik skala lokal, regional, nasional, bahkan internasional, meskipun kondisi saat ini menunjukkan bahwa masih banyak kabupaten di Provinsi Bengkulu yang masuk dalam daftar daerah tertinggal.
Namun, beberapa tahun belakangan ini, tingkat mobilitas penduduk di Provinsi Bengkulu cenderung bertambah. Hal ini ditandai dari perekonomian Provinsi Bengkulu sepanjang tahun 2013 yang tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 6,21%. Berdasarkan peningkatan perekonomian yang ada maka masyarakat membutuhkan peningkatan aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang dari dan ke pusat–pusat kegiatan wilayah yang ada di Provinsi Bengkulu.Tujuan studi adalah untuk mengukur tingkat aksesibilitas dan mobilitas serta membuat konsep arah pengembangan, strategi, dan program pengembangan jaringan prasarana dan jaringan pelayanan transportasi antar kabupaten/kota dengan outlet–outlet maritim Provinsi Bengkulu. Metoda analisis yang digunakan adalah metoda statistik deskriptif. Teknik analisis yang digunakan untuk menjelaskan keterkaitan antara variabel aksesbilitas, mobilitas, dan Index Pembangunan Manusia (IPM), adalah korelasi dan regresi linier. Dalam hal ini data angka IPM diadopsi untuk menggambarkan variabel ‘ketertinggalan’. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa 10 kota/kabupaten masing-masing memiliki nilai aksesbilitas diatas standar yang ditetapkan Kep.Menkimpraswil No. 534/KPTS/M/2001. Begitupula dengan mobilitas, dari semua kota/ kabupaten memiliki indeks mobilitas diatas nilai patokan minimal yaitu 0,002.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Awaludin, A. dkk, 2011, Membangun Aksesibilitas Kawasan Tertinggal di Kabupaten Luwu Timur, Teknik Transportasi, Pasca Sarjana Universitas Hasanudin, Makasar.

Badan Pusat Statistik. Bengkulu dalam Angka Tahun 2015. Bengkulu: Badan Pusat Statistik, 2015.

Badan Pusat Statistik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2015. Bengkulu: Badan Pusat Statistik, 2015.

Damodar R. Gujarati. Dasar- dasar Ekonometrika, Jilid 1. Alih Bahasa Julius Mulyadi. Jakarta: Erlangga, 2006.

Ismiyati dan Soetomo. “Mobilitas Transportasi Dikaitkan dengan Pemilihan Tempat Tinggal di Kawasan Pinggiran Kota Semarang”. Undip e-Journal (2011).

Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No, 534/KPTS/M/2001. Pedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman dan Pekerjaan Umum, 2001.

Khisty, Jotin & Lall, Kent. Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi, terjemahan Fidel Miro. Jakarta: Erlangga, 2003.

Kurniawan, S, dkk. “Transportasi Daerah Terpencil.” 2007.

(elisa.ugm.ac.id/Makalah Kel.6 Transportasi Daerah Terpencil) diakses pada 18 April 2016.

Singgih, Santoso. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta: PT. Gramedia, 2001.

Singgih, Santoso. SPSS untuk Statistik Multivariat.

Jakarta: Elex Media Komputindo, 2006.

Tamin, O.Z. Perencanaan, Pemodelan & Rekayasa Transportasi: Teori, Contoh Soal, dan Aplikasi.

Bandung: Penerbit ITB, 2008.

Tighe, D. 2000. Accessibility Planning, Canada, (Online), ( w w w . r u r a l r o a d s . o r g / d o c / AccessibilityPlanning.Tigherevised2006.pdf.

diakses 18 April 2016).

Walpole, Ronald E. Pengantar Statistika. Jakarta: PT.

Gramedia, 1995..