PELAYANAN PENUMPANG DI STASIUN SERANG DALAM PERSPEKTIF TRANSPORTASI ANTARMODA

Main Article Content

Yessi Gusleni

Abstract

Keberhasilan pembangunan sektor transportasi yang dicapai ditandai antara lain oleh waktu tempuh dan frekuensi angkutan yang semakin meningkat serta jangkauan pelayanan yang bertambah luas.
Transportasi perlu ditata dalam suatu pelayanan terintegrasi, terutama pelayanan transportasi antarmoda di stasiun. Untuk mewujudkan pelayanan yang demikian, tentunya perlu adanya penyelenggaraan pelayanan angkutan antarmoda yang terintegrasi antara moda yang satu dengan lainnya. Dengan dasar tersebut, kajian ini mencoba melakukan analisis untuk mengetahui pelayanan penumpang di Stasiun Serang dalam perspektif transportasi antarmoda, dengan menggunakan metode servqual analysis. Hasil analisis diketahui bahwa terdapat 16 variabel yang memiliki nilai gap lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata skor servqual yang artinya terdapat ketidakpuasan responden terhadap kinerja pelayanan transportasi antarmoda penumpang di Stasiun Serang. Oleh karena itu, kualitas dan kuantitas fasilitas di stasiun khususnya yang berkaitan dengan moda angkutan lanjutan perlu ditingkatkan ketersediaannya termasuk sistem informasi di stasiun, khususnya informasi mengenai moda angkutan lanjutan. Keamanan dan kualitas serta kuantitas SDM di stasiun juga perlu ditingkatkan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Freddi Rangkuti. Measurring Customer Satisfaction Teknik Mengukur dan Strategi Meningkatkan Kepuasan Pelanggan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2006.

Listantari. Kajian Peningkatan Pelayanan Angkutan Penumpang Alih Moda di Stasiun Jakarta. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antarmoda, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, 2011.

Miro, Fidel. Perencanaan Transportasi. Jakarta: Erlangga, 2004.

M. N. Nasution. Manajemen Mutu Terpadu. Jakarta: Ghalia Indonesia, 2005.

Morlok, E.K. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Terjemahan Yani Sianipar. Jakarta: Erlangga, 1991.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 49 Tahun 2005 Tentang Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS).

Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Penelitian Upaya Peningkatan Pelayanan Angkutan Penumpang Nasional Dalam Persepktif Transportasi Antarmoda. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Multimoda, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, 2009.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Studi Evaluasi Keterpaduan dan Desain Stasiun Kereta Api dengan Shelter Bus Rapid Transit (BRT). Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, 2013.

| Jurnal Penelitian Transportasi Multimoda | Volume 14/No. 02/Juni/2016 | 55 - 66 Sekaran, U. Research Methods for Business A Skill Building Approach, 4th Edition. United Kingdom: John Wiley & Sons, 2003.

Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta, 2007.

Walpole, R.E. Pengantar Statistika, Edisi ke-3. Jakarta: PT. Gramedia, 1992.

Yessi Gusleni. Kajian Peningkatan Fasiitas Pelayanan Penumpang Transportasi Antarmoda Pada Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Multimoda, Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, 2009.

Zeithaml, Valarie, Parasurahman, A. Berry. Delivering Quality Service: Balancing Customer Perception and Expection. New York: The free Press, 1990.

————————. “NCIT The National Center For Intermodal Transportation & ITI University of Denver Intermodal Transportation Institute.” Transportation law Journal vol.27 (2000).

Colorado: ITI University of Denver College of Law, 2000.