POTENSI PERMINTAAN PENGGUNA KERETA API STASIUN TEBING TINGGI

Main Article Content

Anzy Indrashanty
Suci Putri Primadiyanti

Abstract

Kereta api Stasiun Tebing Tinggi merupakan salah satu pilihan moda angkutan umum massal yang mendukung pergerakan orang dan barang di wilayah Tebing Tinggi dan merupakan stasiun persimpangan antara jalur-jalur yang menuju Medan, Siantar, dan Kisaran. Stasiun ini berukuran cukup besar dan memiliki banyak spoor namun tingkat penggunaannya relatif masih rendah.
Penelitian ini memberikan gambaran tentang potensi permintaan pengguna kereta api, menggunakan metode survei, kuesioner, metode stated preference dan analisis model logit binomial. Hasil analisis menunjukkan bahwa pergerakan menuju Kota Tebing Tinggi lebih besar dibandingkan yang keluar, terdapat indikasi potensi tarikan pergerakan yang besar. Diprediksi akan terjadi penurunan tarif sebesar 15% dan dilakukan peningkatan kecepatan sebesar 20km/jam, akan terjadi peralihan ke moda transportasi kereta api sebesar 32,21%.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Alviano AS, Reza, dkk. “Analisis Tarif dan Penambahan Demand Batik Solo Trans Koridor 1 Khusus Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta Menggunakan Metode Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP) dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK).” e-Jurnal Matriks Teknik Sipil, Juni (2015): 44.

Tabel 4. Data Operasional Angkutan Umum No Operasional Data

Biaya perjalanan mobil pribadi (Rp./km/orang) 1583 2 Biaya perjalanan sepeda motor (Rp./km/orang) 733 3 Biaya perjalanan bus (Rp./km/orang 379 4 Tarif angkutan kereta api kelas ekonomi (Rp./km/orang 120 5 Kecepatan mobil pribadi (km/jam) 28,14 6 Kecepatan sepeda motor (km/jam 29,69 7 Kecepatan bus (km/jam) 21,01

Kecepatan kereta api ekonomi (km/jam) 80 9 Waktu tunggu angkutan umum (menit) 10 10 Waktu tunggu moda kereta api (menit) 60 168 | Jurnal Transportasi Multimoda | Volume 14/No. 03/September/2016 | 159 - 168 Idrus, Misliah, dkk. Model Permintaan Jasa Angkutan Penyeberangan Bajoe-Kolaka. Hasil Penelitian.

Fakultas Teknik Hasanuddin, Prosiding, 2011.

Karissa, Citra Hilda, dkk. “Analisis Permintaan Jasa Kereta Api (studi kasus : Kereta Api eksekutif Harina trex Semarang – Bandung dan Kereta Api Eksekutif Argo Muria trex Semarang – Jakarta).” Thesis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro, 2011.

Manheim, Marvin L. Fundamentals of Transportation System Analysis, Volume I, Basic Concept.

Cambridge: The MIT Press, 1979.

Meyer, Michael D. and Miller, Eric J. Urban Transportation Planning, Second Edition.

Michigan: Mc. Graw Hill, 2001.

Morlok, Edward K. Pengantar Teknik dan Perencanaan.

Jakarta: Erlangga, 2005.

Nasution. Manajemen Transportasi. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1996.

Ortuzar J.D. and Willumsen L.G. Modelling Transport.

England: John Wiley and Sons Ltd, 2001.

Pearmain D., Swanson, J., Kroes, E., and Bradley, M.

Stated Preference Techniques: A Guide to Practice 2nd Ed. London: Steer Davies Gleave and Haque Consulting Group, 1991.

Singgih, Santoso. Buku Latihan SPSS Statistik Parametrik. Jakarta: PT. Gramedia, 2001.

Singgih, Santoso. SPSS untuk Statistik Multivariat.

Jakarta: Elex Media Komputindo, 2006.

Uma, Sekaran. Research Methods for Business A Skill Building Approach, 4th Edition. United Kingdom: John Wiley and Sons, 2003.

Walpole, Ronald E. Pengantar Statistika. Jakarta: PT.

Gramedia, 1995.