PENILAIAN KETERPADUAN JARINGAN TRANSPORTASI ANTARKOTA DI BANDUNG METROPOLITAN AREA

Main Article Content

Yessi Gusleni

Abstract

Strategi kelancaran mobilitas diwujudkan melalui strategi peningkatan keterpaduan jaringan pelayanan antar kota. Isu strategis atau gambaran permasalahan berdasarkan kondisi faktual yang terjadi pada saat ini adalah kondisi transportasi antarmoda yang pada umumnya belum efektif dan efisien di kota-kota besar di Indonesia. Kelancaran mobilitas orang antar kota dapat tercapai melalui strategi peningkatan keterpaduan jaringan pelayanan antar kota dan pusat kegiatan nasional sebagaimana yang telah ditetapkan dalam RTRWN. Penelitian ini dilakukan di Bandung Metropolitan Area (BMA), berbasis survei sekunder, survei lapangan, dan kajian literatur dengan menggunakan metoda penilaian keterpaduan sistem transportasi antar kota yang merupakan keterpaduan sistem primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterpaduan jaringan transportasi dengan jaringan pelayanan transportasi, jaringan jalan dan jaringan pelayanan yang menghubungkan antara kota/ kabupaten penyusun wilayah aglomerasi (sistem primer) di lokasi penelitian tidak memenuhi syarat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Dempsey, P., S. The Law of Intermodal Transportation: What It Was, What It Is, What Is Should Be, The National Center of Intermodal Transportation.

University of Denver, 2000.

Departement of urban Affairs and Planning. Integrating Land Use And Transport. Transport NSW, 2001.

European Commission DG Energy and Transport. Towards Passenger Intermodality in the EU. Dortmund, Desember 2004.

Gusleni, Yessi. Kajian Peningkatan Fasiitas Pelayanan Penumpang Transportasi Antarmoda Pada Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Jakarta: Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, 2014.

Jones, W.B., et.al. “Developing a Standard Definition of Intermodal Transportation.” Transportation Law Journal, Vol 27 (2000): P.345.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 49 Tahun 2005 tentang Sistem Transportasi Nasional.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 15 Tahun 2010 tentang Cetak Biru Transportasi Antarmoda/ Multimoda Tahun 2010 – 2030.

Preston, john. On the Move: delivering integrated transport in Britain’s cities, Centre For Cities.

University of Southampton, 2008.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Studi Keterpaduan jaringan Transportasi Pada Kota Metropolitan Dalam Rangka Perwujudan Kelancaran Mobilitas Orang di Perkotaan. Jakarta: Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, 2012.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Studi Penyusunan Pedoman Penilaian Tingkat Keterpaduan Tansportasi Antarmoda. Jakarta: Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, 2013.

| Jurnal Transportasi Multimoda | Volume 14/No. 03/September/2016 | 129 - 142 Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Studi Evaluasi Keterpaduan dan Desain Stasiun Kereta Api dengan Shelter Bus Rapid Transit (BRT). Jakarta: Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, 2013.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Studi Potensi Pengembangan Keterpaduan Transportasi Antarmoda Perkotaan di Pulau Sumatera. Jakarta: Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, 2014.

South African Departement Of Transport. Public Transport: Guidelines For Human Settlement and Design. Pretoria: CSIR Building and Contruction Technology, 2000.

Tamin, Ofyar Z. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi, Edisi Kedua. Bandung: ITB, 2000.

Undang – Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Undang - Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.