KETERPADUAN PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DI KOTA CIREBON

Main Article Content

Yessi Gusleni

Abstract

Kota Cirebon merupakan kota yang memiliki tingkat pertumbuhan ruang yang cukup tinggi.
Perkembangan yang terjadi sebagai konsekuensi logis dengan ditetapkannya Kota Cirebon dan sekitarnya telah menjadi bagian Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan juga sebagai pusat koleksi dan distribusi skala internasional. Dengan perkembangan yang ada menyebabkan kebutuhan akan pelayanan transportasi untuk menunjang kebutuhan pergerakan dan perjalanan masyarakat Kota Cirebon pun menjadi sangat tinggi. Di Kota Cirebon, konektifitas angkutan umum dalam memberikan layanan kepada pengguna relatif belum sepenuhnya optimal. Hal ini terlihat dari masih terdapat antar simpul transportasi yang belum secara langsung terhubung. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat eksploratif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena, atau dengan kata lain bisa dimaknai bahwa metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan intepretasi yang tepat. Hasil penelitian ini memberi gambaran layanan angkutan umum dengan tipe layanan trunk dan feeder akan mengefisiensikan pengoperasian angkutan umum sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan angkutan umum. Layanan trunk yang dihasilkan terdiri dari 3 (tiga) rute yaitu rute trunk utara selatan dan 2 (dua) rute trunk barat-timur. Layanan trunk utara selatan mengkoneksikan antar simpul transportasi di Kota Cirebon yaitu Terminal Harjamukti, Stasiun Kejaksan dan Stasiun Prujakan. Sehingga keterpaduan moda dapat terwujud. Layanan feeder dengan memanfaatkan jaringan trayek angkutan umum yang telah ada dengan melakukan pengaturan berupa pengurangan rute yang tumpang tindih pada beberapa ruas jalan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Andrian, T. “Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Kota Medan Jenis Mobil Penumpang (MPU), Studi Kasus: Koperasi Pengangkutan Medan (KPUM) Trayek 64.” Tesis, Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, 2008.

Bintarto, R. Interaksi Desa-Kota. Jakarta: Ghalia, 1989.

Chapin, F. Stuart Jr., and E. Keiser. Urban Land Use Planning, Third Edition. Chicago: University of Illinois Press, 1979.

Daldjoeni. N. Geografi Kota dan Desa. Bandung: Alumni ITB, 1998.

Dewey, J.F, at. al. Transportation Intermodal. Summary of Final Report BC-354-44, Part A , July 2003.

Harris, C.D. and Ullman, E.L. “The Naturs Of Cities.” In the Ann. Am. Acad. Sci. 7 (1945): 242.

Indrashanty, Anzy. Pengembangan Angkutan Pemadu Moda Terminal Dhaksinarga Wonosari-Bandara Adi Sutjipto-Stasiun Tugu”. Laporan Penelitian.

Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, 2015.

Jones, Brad et. al. “Developing a Standard Definition of Intermodal Transportation.” Transportation Law Journal, Vol. 27 (2000): 345-350.

Kepmenhub KM 31/1995 tentang Terminal Transportasi Jalan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Studi Evaluasi Keterpaduan dan Desain Stasiun Kereta Api dengan Shelter Bus Rapid Transit (BRT). Jakarta: Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, 2013.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Studi Keterpaduan jaringan Transportasi Pada Kota Metropolitan Dalam Rangka Perwujudan Kelancaran Mobilitas Orang di Perkotaan.Jakarta: Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, 2012.

| Jurnal Transportasi Multimoda | Volume 14/No. 04/Desember/2016 | 193 - 206 Suci Susanti. Integrasi Pelayanan Penumpang di Simpul Transportasi Merak.” Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, 2015.

Tamin, Ofyar Z. Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Edisi ke-2. Bandung: ITB, 2000.

TFL. Intermodal Transport Interchange for London.

Best Practice Guidelines, 2001.

Undang-Undang Pemerintah Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Warpani, S. Merencanakan Sistem Pengangkutan.

Bandung: ITB, 1990.

Yessi Gusleni. Pengembangan Jaringan Transportasi Jalan dan Simpul Transportasi di Kabupaten Gunungkidul. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, 2015.

Yunus, Hadi Sabari. Struktur Tata Ruang Kota.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.