KETERPADUAN PELAYANAN ANGKUTAN UMUM DI KOTA CIREBON
Main Article Content
Abstract
Kota Cirebon merupakan kota yang memiliki tingkat pertumbuhan ruang yang cukup tinggi.
Perkembangan yang terjadi sebagai konsekuensi logis dengan ditetapkannya Kota Cirebon dan sekitarnya telah menjadi bagian Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan juga sebagai pusat koleksi dan distribusi skala internasional. Dengan perkembangan yang ada menyebabkan kebutuhan akan pelayanan transportasi untuk menunjang kebutuhan pergerakan dan perjalanan masyarakat Kota Cirebon pun menjadi sangat tinggi. Di Kota Cirebon, konektifitas angkutan umum dalam memberikan layanan kepada pengguna relatif belum sepenuhnya optimal. Hal ini terlihat dari masih terdapat antar simpul transportasi yang belum secara langsung terhubung. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat eksploratif bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau status fenomena, atau dengan kata lain bisa dimaknai bahwa metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan intepretasi yang tepat. Hasil penelitian ini memberi gambaran layanan angkutan umum dengan tipe layanan trunk dan feeder akan mengefisiensikan pengoperasian angkutan umum sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan angkutan umum. Layanan trunk yang dihasilkan terdiri dari 3 (tiga) rute yaitu rute trunk utara selatan dan 2 (dua) rute trunk barat-timur. Layanan trunk utara selatan mengkoneksikan antar simpul transportasi di Kota Cirebon yaitu Terminal Harjamukti, Stasiun Kejaksan dan Stasiun Prujakan. Sehingga keterpaduan moda dapat terwujud. Layanan feeder dengan memanfaatkan jaringan trayek angkutan umum yang telah ada dengan melakukan pengaturan berupa pengurangan rute yang tumpang tindih pada beberapa ruas jalan.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
Andrian, T. “Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Kota Medan Jenis Mobil Penumpang (MPU), Studi Kasus: Koperasi Pengangkutan Medan (KPUM) Trayek 64.” Tesis, Sekolah Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, 2008.
Bintarto, R. Interaksi Desa-Kota. Jakarta: Ghalia, 1989.
Chapin, F. Stuart Jr., and E. Keiser. Urban Land Use Planning, Third Edition. Chicago: University of Illinois Press, 1979.
Daldjoeni. N. Geografi Kota dan Desa. Bandung: Alumni ITB, 1998.
Dewey, J.F, at. al. Transportation Intermodal. Summary of Final Report BC-354-44, Part A , July 2003.
Harris, C.D. and Ullman, E.L. “The Naturs Of Cities.” In the Ann. Am. Acad. Sci. 7 (1945): 242.
Indrashanty, Anzy. Pengembangan Angkutan Pemadu Moda Terminal Dhaksinarga Wonosari-Bandara Adi Sutjipto-Stasiun Tugu”. Laporan Penelitian.
Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, 2015.
Jones, Brad et. al. “Developing a Standard Definition of Intermodal Transportation.” Transportation Law Journal, Vol. 27 (2000): 345-350.
Kepmenhub KM 31/1995 tentang Terminal Transportasi Jalan.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Studi Evaluasi Keterpaduan dan Desain Stasiun Kereta Api dengan Shelter Bus Rapid Transit (BRT). Jakarta: Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, 2013.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda. Studi Keterpaduan jaringan Transportasi Pada Kota Metropolitan Dalam Rangka Perwujudan Kelancaran Mobilitas Orang di Perkotaan.Jakarta: Puslitbang Manajemen Transportasi Multimoda, 2012.
| Jurnal Transportasi Multimoda | Volume 14/No. 04/Desember/2016 | 193 - 206 Suci Susanti. Integrasi Pelayanan Penumpang di Simpul Transportasi Merak.” Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, 2015.
Tamin, Ofyar Z. Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Edisi ke-2. Bandung: ITB, 2000.
TFL. Intermodal Transport Interchange for London.
Best Practice Guidelines, 2001.
Undang-Undang Pemerintah Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Warpani, S. Merencanakan Sistem Pengangkutan.
Bandung: ITB, 1990.
Yessi Gusleni. Pengembangan Jaringan Transportasi Jalan dan Simpul Transportasi di Kabupaten Gunungkidul. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Manajemen Transportasi Multimoda, 2015.
Yunus, Hadi Sabari. Struktur Tata Ruang Kota.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.