Analisis Perencanaan Tarif Kapal Bus Air Wisata Dalam Mewujudkan Konektivitas Angkutan di Kota Palembang
Main Article Content
Abstract
Pada tahun 2018, Kementerian Perhubungan memberikan bantuan 5 (lima) unit kapal bus air kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pemerintah Kota Palembang sendiri mendapatkan bantuan kapal bus air sebanyak 3(tiga) unit, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan serta Pemerintah Kabupaten Banyuasin mendapatkan masing masing sebanyak 1(satu) unit bus air (Ditjen Perhubungan Darat,2018). Pemberian bantuan kapal bus air ini dalam rangka pengembangan angkutan sungai dan angkutan pariwisata yang ada di Sumatera Selatan serta untuk menyukseskan Asian Games tahun 2018 di Palembang. Setelah selesai pelaksanaan Asian Games tahun 2018 Pemerintah Kota Palembang akan mengoptimalkan pemanfaatan kapal bus air ini salah satunya sebagai kapal pariwisata (cruise) di Kota Palembang. (Dinas Perhubungan Kota Palembang, 2018). Menurut Rohani, dkk (2015) untuk menentukan kelayakan tarif kapal wisata dapat dinilai berdasarkan Biaya Operasional Kapal (BOK), Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP). Menurut Chen,dkk (2016) identifikasi faktor yang mempengaruhi Willingness To Pay (WTP) digunakan untuk meningkatkan pemasaran kapal wisata (cruise) di Pasar Asia. Penelitian ini terkait kajian tentang analisa perhitungan ATP dan WTP dalam rangka menentukan tarif bus air wisata di Kota Palembang berdasarkan ATP dan WTP penumpang. Kajian tarif rencana bus air wisata yang akan berlaku dilakukan pendekatan perhitungan BOK dengan metode dephub, daya beli masyarakat untuk membayar jasa dapat berupa proporsi alokasi budget dari total budget pengeluaran atau Ability to Pay (ATP) dan kemauan membayar yang didasarkan pada persepsi masyarakat atau Willingness to Pay (WTP). Metode dalam analisis Ability To Pay (ATP) dengan menggunakan metode household budget (anggaran rumah tangga) dan Willingness To Pay (WTP) menggunakan metode persepsi, dan dari hasil analisis di dapatkan BOK Biaya Operasional Kapal (BOK) didapatkan Rp.13.694,92/pnp-km untuk loadfactor 100% dan Rp.19.564,17 untuk loadfactor 70%. ATP penumpang terendah yaitu Rp. 833/pnp/km dan ATP tertinggi yaitu Rp.22.633/pnp/km. Sedangkan dari analisis diperoleh WTP terendah yaitu Rp.2.600 dan WTP tertinggi Rp.30.000. Dalam hal ini ATP penumpang < WTP penumpang dan diperlukan adanya evaluasi terhadap tarif yang akan diberlakukan karena kemampuan membayar lebih rendah dari pada keinginan membayar penumpang. Untuk mewujudkan konektivitas dengan angkutan umum maka diperlukan (1) Moda Penghubung (Connecting modes: access dan eggress), (2) Moda Utama (Main Modes), (3) Jaringan Multimoda (Multimodal Network: Main route dan Feeder Route), (4) Fasilitas peralihan moda (Transfer Point), (5) Fasilitas peralihan antar moda dengan jaringan berbeda (Intermodal Tranfer Point), dan (6) Peraturan
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.