Transportasi Aerial Cable Car dalam Pengembangan Wisata Tepian Pantai dan Konsep Integrasi Antarmoda di Kota Makassar
Main Article Content
Abstract
Aerial cable car merupakan moda transportasi yang belum dikenal luas di Indonesia namun sudah sangat populer di negara-negara maju dalam menunjang sektor wisata, pelayanan kawasan khusus, dan transportasi umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep perencanaan rute cable car dan integrasinya dengan moda lainnya serta menghasilkan arahan untuk implementasinya di Kota Makassar. Penelitian ini dilakukan selama kurang lebih 6 bulan, mulai dari Bulan Januari sampai dengan Juni 2019. Metode yang digunakan adalah kajian literatur, studi banding, survei lapangan, analisis spasial dan jaringan dengan menggunakan data kuantitatif dan kualitatif, serta pendekatan konsep secara pemetaan (mapping), ilustratif dan deskriptif. Penelitian ini mengangkat Kawasan Pusat Kota Makassar yang terletak di tepian pantai sebagai prioritas implementasi pembangunan cable car karena memiliki potensi pasar wisata yang besar, pusat tarikan perdagangan dan komersial yang sangat kuat, dan area dengan tingkat kemacetan lalu lintas yang tinggi. Dari analisis dihasilkan empat rute cable car yang potensial: satu rute yang lurus mengikuti jalan tepian pantai yang akan menghasilkan pemandangan yang sangat indah ke arah laut lepas dan ke arah permukiman kota yang sangat padat, terlihat oleh mata penumpang dari belakang jendela kabin cable car; satu rute lainnya menghubungkan dua pusat perbelanjaan besar di kawasan tersebut; dan dua rute lainnya membawa para turis ke dua pulau wisata terdekat. Dari analisis juga dihasilkan sembilan stasiun potensial serta konsep integrasi antara moda cable car dengan moda lainnya, bangunan dan lansekap. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas pelayanan Bus Transmamminasata dan penataan jalur sirkulasi seluruh moda yang lebih baik disetiap stasiun cable car. Hal ini untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas yang dihasilkan dari implementasi cable car dan untuk mencapai tingkat pelayanan transportasi kota yang optimal, layaknya sebuah Kota Dunia.
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawahCreative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. .
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.Â

Jurnal Transportasi Multimoda oleh Puslitbang Transportasi Antarmoda disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnalmtm.
References
Alamy Photo. Website: www.alamy.com (akses terakhir 26 Juni 2019)
Alshalalfah, B., dkk. 2012. “Aerial Ropeway Transportation System in the Urban Environment: State of the Art”. Journal of Transportation Engineering 138:253-262
Alshalalfah, B., dkk. 2015. “Aerial Ropeways Transit- Exploring its Potential for Makkah”. Center of Reasearch Excellence in Hajj and Omrah. Link: //civmin.utoronto.ca/wp-content/uploads/2015/08/Makkah-Project-Report-Part-1.pdf (akses terakhir 27 Juni 2019)
BPS Sulawesi Selatan, 2015. Web: https://sulsel.bps.go.id/statictable/2015/04/08/6/luas-wilayah-jumlah-penduduk-dan-kepadatan-penduduk-provinsi-sulawesi-selatan-menurut-kabupaten-kota-2013.html (akses terakhir 26 Juni 2019)
CERTU (Center for studies on urban planning, transportation, and public facilities) – STRMG (Technical Service in Charge of Safety for Ropeways and Guided Transport) – CETE. 2011. “Aerial Cableways as Urban Transport System”. //www.certu.fr/
Cities Alliance. 2007. “Liveable Cities”. Washington, D.C, USA
Dinas Perhubungan - Pemerintah Kota Bandung. 2016. Laporan “Bandung Urban Mobility Project”. Website: https://ppid.bandung.go.id/wp-content/uploads/2016/08/bump-indo-full.pdf (akses terakhir 27 Juni 2019)
Dopplemayr Report. “Ropeways in The Urban Environment”. Website: file:///C:/Users/ASUS/Downloads/C_DS0158-14_US_Broschuere_EN_Web-Einzelseiten.pdf (akses terakhir 27 Juni 2019)
Eco – Transit, Aerial Cableway People Movers. Web: https://www.eco-transit.com/cable-car/ (akses terakhir 26 Juni 2019)
Elyaris, Ghada Mohammad. 2017. “Aerial Ropeways as Catalysts for Sustainable Public Transit in Egypt”. International Journal of Innovative Research in Science, Engineering and Technology. Vol. 6. ISSN (Online) 2319-8753. ISSN (Print) 2347-6710.
EURIST. 2011. “Urban Cable Propelled Transit Systems- High Flying Solution to urban transport problems?”. Website: //ecomobility2011.iclei.org/fileadmin/Changwon_PPT_day_1/EcoMobility2011_ParallelC1_EURIST_Jurgen_Perschon.pdf (akses terakhir 27 Juni 2019)
EURIST. 2015. “Urban Ropeways in Europe”. Hamburg: Germany. Website: https://www.researchgate.net/publication/283266715_Urban_Ropeways_in_Europe_creating_opportunities_for_urban_development (akses terakhir 27 Juni 2019)
Google Map Pro - Kota Makassar.
Google Earth - Kota Makassar
Gothenburg. 2016. Presentation File: Cable Car Best Practice Report”. Website: https://www2.trafikkontoret.goteborg.se/resourcelibrary/underlagsrapport_best-practices.pdf (akses terakhir 27 Juni 2019)
LEITNER – POMA. 2017. Ropeways Presentation File. “Urban Ropeways – Solution for Congested City. Website: https://k-learn.adb.org/system/files/materials/2017/03/201703-urban-ropeways-solution-congested-cities.pdf (akses terakhir 27 Juni 2019)
MPO (Miami-Dade Metropolitan Planning Organization) (by Jacobs). 2016. Final Report on Aerial Cable Transit Feasibility Study. Website: https://k-learn.adb.org/system/files/materials/2017/03/201703-urban-ropeways-solution-congested-cities.pdf (akses terakhir 27 Juni 2019)
Olivers, Pedro dan Roberto Ameneiro. 2013. "Los Metrocable de Caracas - Aerial Cable Cars as an innovatives solutions for urban transport". Link: https://sustainabledevelopment.un.org/content/documents/3738olivares.pdf (akses terakhir 27 Juni 2019)
Olofsson, Zsuzsanna., dkk. 2011. “Measuring sustainability of transport in the city - development of an indicator-set”. Department of Technology and Society. Swedia: Lund University
Youtube Channel KBS World Radio, Web: https://www.youtube.com/watch?v=sQQ57MYeR6U (akses terakhir 25 Juni 2019)