PERENCANAAN ANGKUTAN WISATA DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY)

Main Article Content

Budi Dwi Hartanto

Abstract

ABSTRACT

As a tourist destination, Yogyakarta Province has a lot of tourist site which locations spread throughout in the province. The public transport access to tourist sites, especially those that are located outside the city of Yogyakarta is very limited. Therefore we need tourism transport which serves and connecting the tourist sites. The purpose of this study is to plan a tourism transportation system that provides easier of access for tourists to get to the desired tourist location. The transport planning is divided into three stages. The first step is the determination of the trajectory. Second, the planning of the operation pattern consisting travel time, travel speed, and headway time. Third, the rate determination based Vehicle Operating Costs (BOK). There are two scenarios used in this tourist transportation planning process. Where the parameters used for the consideration of the scenarios consisted of route length, the average travel time, average speed, and number of head way time. The results of the study showed that the first scenario is the best scenario for this tourism transportation planning.

ABSTRAK

Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki banyak Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) yang lokasinya tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut. Saat ini akses angkutan umum menuju lokasi wisata, terutama yang berada di luar kota Yogyakarta sangat terbatas. Untuk itu diperlukan suatu moda angkutan umum yang berfungsi menghubungkan lokasi wisata yang satu dengan yang lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan suatu sistem angkutan wisata yang memberikan kemudahan akses bagi wisatawan untuk menuju lokasi wisata yang diinginkan. Perencanaan angkutan wisata ini terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama yaitu penentuan lintasan rute. Kedua, perencanaan pola operasi yang terdiri waktu tempuh perjalanan, kecepatan perjalanan, jumlah armada dan headway. Ketiga, penentuan besaran tarif berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Terdapat dua skenario yang digunakan dalam proses perencanaan angkutan wisata ini. Dimana parameter yang digunakan untuk pertimbangan pemilihan skenario terdiri dari panjang rute, rata-rata waktu perjalanan, rata-rata kecepatan, headway dan jumlah armada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario satu merupakan skenario terbaik dalam proses perencanaan angkutan wisata ini.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Adisasmita, Rahadjo dan Sakti Adji Adisasmita. 2011. Manajemen Transportasi Darat. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. 2013. Statistik Kepariwisataan 2012. Yogyakarta.

Kurniawan, Didi. 2007. Pengembangan Sistem Angkutan Sekolah di DKI Jakarta. Thesis. UGM: MSTT.

Sugiyono. 2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Cetakan ke 21.

Tamin, Ofyar Z. 2009. Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: ITB.

Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Jakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jakarta.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 35 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang di Jalan dengan Kendaraan Umum. Jakarta.

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Nomor SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap dan Teratur. Jakarta.