Mobility Hub untuk Perjalanan First-mile Kawasan Urban Jakarta Berdasarkan Perspektif Pengguna Angkutan Umum

Main Article Content

Dryan Ghazian Arisyi
Andyka Kusuma

Abstract

Mobility hub (MH) merupakan sebuah konsep yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir, umumnya pada wilayah Eropa dan Amerika Utara dengan memberikan simpul transportasi massal seperti Stasiun Kereta Komuter, MRT, LRT, maupun BRT, fasilitas untuk alternatif moda penyangga berupa moda transportasi aktif seperti berjalan kaki, Personal Mobility Device (PMD), dan angkutan feeder untuk menunjang aksesibilitas di mana saat ini aspek tersebut masih minim untuk kawasan Jakarta, terutama untuk perjalanan first-mile. SmartHub di Eropa memberikan framework berupa integrasi fisik, digital, dan demokrasi yang dapat digunakan dalam pengembangan sebuah MH. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki perspektif dari adaptasi MH untuk kawasan urban Jakarta, terutama Jakarta Selatan, dengan melakukan analisis aspek integrasi fisik dari sebuah MH berupa analisis aksesibilitas. Analisis tersebut berupa jangkauan untuk setiap alternatif moda yang ditawarkan dalam sebuah MH dan perspektif dari pengguna angkutan umum di wilayah Jakarta Selatan terhadap fasilitas penunjang sebuah MH untuk kondisi saat ini dan pengembangan kedepannya. Studi dilakukan dengan menggunakan metode survei dengan wawancara Stated Preference yang akan menghasilkan jangkauan dari sebuah MH pada kondisi ideal dan analisis Importance-Performance Analysis (IPA). Analisis tersebut bertujuan untuk menilai perspektif pengguna angkutan umum mengenai fasilitas dari sebuah MH. Data kemudian diolah dengan menggunakan regresi multinomial logit (MNL) untuk mendapatkan persamaan, untuk kemudian dapat dipetakan dengan menggunakan bantuan software GIS berdasarkan skenario kondisi existing. Berdasarkan hasil survei yang ditujukan kepada 102 pengguna angkutan umum di wilayah Jakarta, didapatkan bahwa sebesar 25% pernah menggunakan PMD dan 67% pernah menggunakan angkutan feeder. Penilaian dari pengguna angkutan umum di Jakarta Selatan untuk fasilitas penunjang MH yang berhubungan dengan PMD dan Micromobility masih rendah, sementara fasilitas pejalan kaki dan angkutan feeder masih dianggap sedang. Lebih lanjut, berdasarkan perspektif dari pengguna, pengembangan MH untuk wilayah urban Jakarta lebih difokuskan untuk angkutan feeder dan pejalan kaki, dengan reachable distance berjalan kaki sebesar 860 m dan PMD sebesar 1650 m. Dari penelitian ini, ke depannya dapat dikembangkan berbagai macam penelitian mengenai aspek-aspek penunjang MH lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[1] CoMoUK, An Introduction to Mobility hubs for Planners and Developers in Scotland. Edinburgh: CoMoUK, 2021. Accessed: Sept. 5, 2024. [Online]. Available: https://cdn.prod.website-files.com/6102564995f71c83fba14d54/618d2a825a81157065bd3a84_CoMoUK%20An%20introduction%20to%20mobility%20hubs%20for%20planners%20and%20developers%20in%20Scotland_Jan%202021.pdf

[2] T. Arnold, M. Frost, T. Andrew, S. Dale, and S. Ison, “Mobility Hubs: Review and Future Research Direction,” Transportation Research Record, vol. 2677, no. 2, pp. 858–868, 2023.

[3] K. Geurs et al., “The Smarthubs integration ladder: a conceptual model for the categorisation of shared mobility hubs,” Transport Reviews, vol. 44, no. 1, pp. 112–139, 2024.

[4] D. Duran-Rodas et al., Guidelines for the integration of mobility hubs into the urban space. EU: SmartHubs, 2022. Accessed: Sept. 26, 2024. [Online]. Available: https://www.smartmobilityhubs.eu/_files/ugd/c54b12_c50885556b2d49108e90d0c70c777c07.pdf

[5] SmartHubs, SmartHubs Final Report: Making mobility Hubs Smarter. 2024. Accessed: Sept. 6, 2024. [Online]. Available: https://www.smartmobilityhubs.eu/_files/ugd/c54b12_eec2ced132d04c158f16c04daa6b8c48.pdf

[6] S. Xanthopoulos et al., “Optimization of the location and capacity of shared multimodal mobility hubs to maximize travel utility in urban areas,” Transportation Research Part A: Policy and Practice, vol. 179, p. 103934, 2024.

[7] K. E. Garritsen, A. B. Grigolon, and K. Geurs, SmartHubs equity assessment. SmartHubs Deliverable 5.3, 2024.

[8] I. A. Junyent et al., “Planning shared mobility hubs in European cities: A methodological framework using MCDA and GIS applied to Barcelona,” Sustainable Cities and Society, vol. 106, p. 105377, 2024.

[9] P. Tranter and R. Tolley, “Slow modes, slow design, slow spaces: new goals for traffic management and planning,” in Slow Cities: Conquering our Speed Addiction for Health and Sustainability, 2020, pp. 273–314.

[10] L. Liu and H. J. Miller, “Measuring the impacts of dockless micro-mobility services on public transit accessibility,” Computers, Environment and Urban System, vol. 98, Dec. 2022, Art. no. 101885.

[11] T. Zuo, H. Wei, N. Chen, and C. Zhang, “First-and-last mile solution via bicycling to improving transit accessibility and advancing transportation equity,” Cities, vol. 99, Apr. 2020, Art. no. 102614.

[12] V. Dhurai, A. Chandran, and S. S., “Identifying Commuter's Preferences of Feeder Modes for First and Last-Mile Connectivity: A Case Study of Kochi,” Civil Engineering and Architecture, vol. 11, no. 5, pp. 2825–2839, 2023. DOI: 10.13189/cea.2023.110542.

[13] G. Oeschger, B. Caulfield, and P. Carrol, “Investigating the role of micromobility for first- and last-mile connections to public transport,” Journal of Cycling and Micromobility Research, vol. 1, Dec. 2023, Art. no. 100001.

[14] D. Eszterg´ar-Kiss, D. Tordai, and J. C. L. Lizarraga, “Assessment of travel behavior related to e-scooters using a stated preference experiment,” Transportation Research Part A: Policy and Practice, vol. 166, pp. 389–405, Dec. 2022.

[15] A. A. Campbell, C. R. Cherry, M. S. Ryerson, and X. Yang, “Factors influencing the choice of shared bicycles and shared electric bikes in Beijing,” Transportation Research Part C: Emerging Technologies, vol. 67, pp. 399–414, Jun. 2016.

[16] B. B. Wincent, E. Jenelius, and B. Wilco, “Access distance to e-scooters: Analysis of app use and trip data in Stockholm,” Journal of Cycling and Micromobility Research, vol. 1, Dec. 2023, Art. no. 100004.

[17] A. V. Afkara and A. Kusuma, “Walking Distance Perception in Jakarta MRT Station Area,” in 2nd International Symposium on Transportation Studies in Developing Countries (ISTSDC 2019): Advances in Engineering Research, vol. 193, 2019.

[18] D. Kusmayadi, A. Kusuma, and I. G. W. S. Gunarta, “An Analysis on E-Scooter Preference for the First and Last Mile Trip in Tourist Area,” EVERGREEN Joint Journal of Novel Carbon Resource Sciences & Green Asia Strategy, vol. 11, no. 01, pp. 481–492, Mar. 2024.

[19] O. Z. Tamin, Perencanaan, Permodelan & Rekayasa Transportasi: Teori, Contoh Soal dan Aplikasi. Bandung: Penerbit ITB, 2008.

[20] J. A. Martilla and J. C. James, “Importance-performance analysis,” J. Mark., vol. 41, pp. 77–79, 1977. doi: 10.1177/002224297704100112.