Pemodelan Distribusi Pergerakan dan Pemilihan Moda pada KSPN Ciwidey dan KSPD Rancabali

Main Article Content

Elsa Efrina Nur Faida
Kharaz Aljauzi Adam
Anggun Dwi Ermawati
I Gusti Ayu Andani

Abstract

Berdasarkan Masterplan Perekonomian Kabupaten Bandung 2021-2026, diketahui bahwa pada tahun 2020, Kecamatan Rancabali memiliki kunjungan wisatawan tertinggi dengan total kunjungan 777.722 wisatawan atau 58% dari total kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bandung berencana mengembangkan sarana dan prasarana transportasi dalam mendukung potensi pariwisata yang ada. Rencana pengembangan tersebut di antaranya adalah reaktivasi jalur kereta api lokal Cikudapateuh dan pengembangan Jalan Tol Soreang–Ciwidey–Cidaun. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bangkitan–tarikan pergerakan, distribusi perjalanan, pemilihan moda transportasi, dan analisis kinerja jalan. Penelitian ini menggunakan metodologi berdasarkan pendekatan bangkitan-tarikan pergerakan wisatawan, distribusi perjalanan dengan model gravity doubly constrained, serta analisis mode share berdasarkan konversi jumlah orang menjadi kendaraan dan satuan ekuivalen mobil penumpang (EMP). Tujuannya adalah untuk memetakan aksesibilitas menuju kawasan wisata Ciwidey dan Bandung Selatan melalui analisis input-proses-output yang digambarkan dalam diagram alir penelitian. Pendekatan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang pola pergerakan dan jenis moda transportasi yang digunakan wisatawan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemilihan moda masih didominasi oleh penggunaan kendaraan pribadi dengan total pergerakan kendaraan pribadi sebesar 633.624 kendaraan/hari (60%) dibandingkan dengan penggunaan kendaraan umum (angkot) sebesar 211.208 kendaraan/hari (40%). Berdasarkan analisis kinerja jalan, volume kendaraan pribadi di Kecamatan Soreang dan Ciwidey telah melebihi kapasitas jalan. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya peningkatan kapasitas Jalan Soreang–Ciwidey dan Ciwidey–Rancabali di beberapa segmen yang menjadi akses utama menuju KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional) Ciwidey dan KSPD (Kawasan Strategis Pariwisata Daerah) Rancabali untuk mengurangi kemacetan dan memberikan alternatif moda angkutan umum lainnya.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[1] M. Reyhan, F. Syihab, and A. M. Ekasari, “Prosiding Perencanaan Wilayah dan Kota Strategi Meningkatkan Nilai Daya Saing Sektor Pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Ciwidey,” Prosiding Perencanaan Wilayah dan Kota, vol. 7, 2020, doi: 10.29313/pwk.v7i1.26469.

[2] J. Lamondia, T. Snell, and C. R. Bhat, “Traveler behavior and values analysis in the context of vacation destination and travel mode choices: European union case study,” Transp Res Rec, no. 2156, pp. 140–149, Jan. 2010, doi: 10.3141/2156-16.

[3] B. Bursa, M. Mailer, and K. W. Axhausen, “Travel behavior on vacation: transport mode choice of tourists at destinations,” Transp Res Part A Policy Pract, vol. 166, pp. 234–261, Dec. 2022, doi: 10.1016/j.tra.2022.09.018.

[4] T. B. Joewono, M. Y. F. Wirayat, P. F. Belgiawan, I. G. A. Andani, and C. Gunawijaya, “Users’ Preferences in Selecting Transportation Modes for Leisure Trips in the Digital Era: Evidence from Bandung, Indonesia,” Sustainability (Switzerland), vol. 15, no. 3, Feb. 2023, doi: 10.3390/su15032503.

[5] M. R. E. Manoppo and T. K. Sendow, “Analisa Bangkitan Pergerakan dan Distribusi Perjalanan di Kota Manado,” Jurnal Ilmiah Media Engineering, vol. 1, no. 1, Mar. 2011.

[6] T. Aprilliansyah and H. Herman, “Perkiraan Distribusi Pergerakan Penumpang di Provinsi Jawa Barat Berdasarkan Asal Tujuan Transportasi Nasional,” Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, vol. 1, Dec. 2015.

[7] D. Dudakiya, D. Shah, D. Patel, S. J. Chauhan, A. Professor, and S. Patel, “Trip Generation: The Initial Stage of Urban Transportation Planning,” 2017. [Online]. Available: www.ijsrd.com

[8] V. Dragu and E. A. Roman, “The Origin-Destination Matrix Development,” MATEC Web of Conferences, Jan. 2019, doi: 10.1051/matecconf/20192.

[9] N. Zenina and A. Borisov, “Regression Analysis for Transport Trip Generation Evaluation,” Information Technology and Management Science, vol. 16, no. 1, Jan. 2014, doi: 10.2478/itms-2013-0014.

[10] O. Willumsen, J. De Dios Ortúzar, and L. G. Willumsen, Modelling Transport, 4th ed. West Sussex: John Wiley & Sons Ltd, 2011. Accessed: Feb. 03, 2025. [Online]. Available: https://cdn-edunex.itb.ac.id/52129-Transportation-System-Planning/198663-Trip-Generation/1695195209404_Juan-de-Dios-Ortzar---2011---Modelling-Transport.pdf

[11] J. S. Chang, D. Jung, J. Kim, and T. Kang, “Comparative analysis of trip generation models: Results using home-based work trips in the Seoul metropolitan area,” Transportation Letters, vol. 6, no. 2, pp. 78–88, 2014, doi: 10.1179/1942787514Y.0000000011.

[12] S. J. Chauhan, A. Patel, B. Prajapati, N. Kanojia, A. Professor, and S. Patel, “Travel Demand Modeling Techniques,” 2017. [Online]. Available: www.ijsrd.com

[13] E. Cascetta, F. Pagliara, and A. Papola, “Alternative approaches to trip distribution modelling: A retrospective review and suggestions for combining different approaches,” Nov. 2007. doi: 10.1111/j.1435-5957.2007.00135.x.

[14] S. Ş. K. Gündoğar and H. O. Tezcan, “A Game Theory Approach to Trip Distribution Model: Game Distribution Model,” The Open Transportation Journal, vol. 19, no. 1, Jan. 2025, doi: 10.2174/0126671212368245250102101549.

[15] F. Naufal and S. Triana, “Simulasi Pemodelan Transportasi pada Jaringan Jalan Menggunakan Aplikasi Saturn,” Rekaracana Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, vol. 2, no. 1, Mar. 2016.

[16] A. Ungvarai, “Modal Split-Different Approaches to a Common Term,” in IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, Institute of Physics Publishing, Sep. 2019. doi: 10.1088/1757-899X/603/4/042091.

[17] H. Pangihutan, Perencanaan Transportasi Untuk Kota Kecil, 2nd ed. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), 2013.

[18] D. Safitri Qammariyah Kharie and S. Abusini, “An Analysis of Trip Generation and Distribution Models in the Tourism Regions of Morotai Island Regency,” American Journal of Engineering Research (AJER) 2022, no. 11, pp. 160–167, [Online]. Available: www.ajer.org

[19] Pemerintah Kabupaten Bandung, “Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 27 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung Tahun 2016 - 2036,” Kabupaten Bandung, Dec. 2016.

[20] Pemerintah Indonesia, “UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” Jun. 22, 2009, Pemerintah Indonesia, Jakarta.

[21] Pemerintah Indonesia, “Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” Feb. 02, 2021, Pemerintah Indonesia, Jakarta.

[22] Kementerian Perhubungan, “Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 15 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek,” Jakarta, Mar. 2019.

[23] Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, “Dataset Jumlah Terminal Penumpang Tipe C,” Kabupaten Bandung, Mar. 2024.

[24] P. dan L. H. K. B. Dinas Pekerjaan Umum, “Data Rata-Rata Lalu Lintas Harian (LHR) Kabupaten Bandung,” 2020, Kabupaten Bandung.

[25] Direktorat Jenderal Bina Marga, “Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia,” Jakarta, Jun. 2023.

[26] Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung, “Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan (Jiwa) Tahun 2020-2022,” 2024, Badan Pusat Statistik Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung.