Tingkat Pelayanan Pedestrian di Jalan Jatibaru Raya: Bukti Empiris Menggunakan Metode Greenshield

Main Article Content

Yana Tatiana
Prasadja Ricardianto
Nida Handamari Wahyuningtias
Djarot Tri Wardhono
Abdullah Ade Suryobuwono
Susanty Handayani

Abstract

Beberapa permasalahan yang ditemukan di sepanjang ruas Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat kerusakan pada lokasi pedestrian, banyaknya pedagang kali lima yang berjualan, dan kendaraan beroda dua yang parkir di atas pedestrian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan yang terdapat pada ruas Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat dan mengetahui pengaruh kecepatan, kepadatan, dan arus pejalan kaki pada ruas Jalan Jatibaru Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 6.573 orang. Sampel tersebut diperoleh pada weekday dan weekend yaitu pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Pengambilan data dilakukan menggunakan pedestrian counting dan observasi lapangan, kemudian dilanjutkan menggunakan metode Greenshield serta diolah dengan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan nilai arus sembilan pejalan kaki/menit/m, kecepatan 57,1792 m/min., dan nilai kepadatan sebesar 0,2189 pejalan kaki/m2. Tingkat pelayanan ditentukan berdasarkan besarnya arus dan ruang pejalan kaki diinterval 15 menit tertinggi sehingga ruas Jalan Jatibaru Raya di kawasan Pasar Tanah Abang termasuk kategori Level of Service “B”. Kesenjangan penelitian pada hasil penelitian sebelumnya yang dianalisis menggunakan metode Greenshield menunjukkan adanya pengurangan lebar jalur dan disisakan jalur dengan lebar tidak lebih dari 25% dari lebar pedestrian. Temuan lainnya adalah pedestrian yang hanya mempunyai lebar di bawah minimal 1.56 m dan banyak trotoar tidak dapat digunakan untuk orang berkebutuhan khusus. Kondisi ini sangat merugikan pejalan kaki karena mengurangi keleluasaan dan memengaruhi kelancaran pergerakan. Akhirnya, penelitian yang menghitung Level of Service dan beberapa analisis yang menggunakan kepadatan, kecepatan, arus, ruang pejalan kaki, kecepatan, dan pengaruh antarvariabel ini dihitung menggunakan metode Greenshield dengan regresi linier. Dengan demikian, poin-poin tersebut dapat disebut sebagai state of the art pada penelitian terkait pedestrian ini.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[1] A. M. Mulyadi, A. V. R. Sihombing, H. Hendrawan, A. Vitriana, and A. Nugroho, “Walkability and importance assessment of pedestrian facilities on central business district in capital city of Indonesia,” Transp. Res. Interdiscip. Perspect., vol. 16, p. 100695., 2022, doi: https://doi.org/10.1016/j.trip.2022.100695.

[2] F. R. Sutikno and E. B. Kurniawan, “Walkability and pedestrian perceptions in Malang City emerging business corridor,” Procedia Environ. Sci., vol. 17, pp. 424-433., 2013, doi: https://doi.org/10.1016/j.proenv.2013.02.056.

[3] S. S. Wibowo, N. Tanan, and N. Tinumbia, “Walkability measures for city area in Indonesia (case study of Bandung),” J. East. Asia Soc. Transp. Stud., vol. 11, pp. 1507-1521., 2015, doi: https://doi.org/10.11175/easts.11.1507.

[4] F. Moayedi et al., “Conceptualising the indicators of walkability for sustainable transportation,” J. Teknol., vol. 65, no. 3, pp. 85–90, 2013.

[5] M. Sofwan and M. H. Tanjung, “Evaluation study of walkability index in central business district (CBD) area, Pekanbaru city,” J. Geosci. Eng. Environ. Technol., vol. 5, no. 3, pp. 155-163., 2020.

[6] Sugiyono, Metode Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta, 2019.

[7] M. Marsono, Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: In Media, 2016.

[8] E. Satispi, A. Widyajasita, and D. Herliani, “Pedestrian development in supporting sustainable community mobility,” in Environmental Issues and Social Inclusion in a Sustainable Era, 2024, p. (pp. 375-383).

[9] H. H. Hetyorini, S. E. Mukti, and A. M. Maulana, “The The Effectiveness of The Pedestrian Path and Ramp on Jl. Imam Bonjol Corridor Semarang,” Canopy J. Archit., vol. 12, no. 1, pp. 41-52., 2023, doi: 10.15294/canopy.v12i1.72282.

[10] N. Hidayat, “Analisis Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki,” Ojs. Unud. Ac. Id, vol. 2, no. 1, pp. 1-5., 2013.

[11] N. Pratama, “Studi perencanaan trotoar di dalam lingkungan kampus universitas sriwijaya inderalaya,” J. Tek. Sipil dan Lingkung., vol. 2, no. 2, pp. 272-277., 2014.

[12] M. D. Setyowati, “Pemanfaatan pedestrian ways di koridor komersial di koridor jalan Pemuda Kota Magelang,” Ruas, vol. 15, no. 1, pp. 13-22., 2017.

[13] A. A. Suryobuwono and P. Ricardianto, “Perencanaan Trotoar dalam Rangka Peningkatan Keamanan dan Keselamatan Pejalan Kaki,” J. Manaj. Transp. Logistik, vol. 4, no. 3, pp. 335–346, 2017.

[14] J.-P. Rodrigue, C. Comtois, and B. Slack, Transport, energy and environment. 2019. doi: 10.4324/9781315618159-8.

[15] D. Rodriguez and E. Vergel, “Bus rapid transit and urban development in Latin America,” L. Lines 2013, vol. 25, pp. 14–20, 2013.

[16] Denver TOD, “Transit Oriented Development Strategic Plan 2014,” Denver, 2014.

[17] P. Ricardianto, A. Suryobuwono, E. Liana, and E. Endri, “Implementation strategy of transit-oriented development based on the bus rapid transit system in Indonesia,” Decis. Sci. Lett., vol. 12, no. 3, pp. 551-560., 2023, doi: 10.5267/j.dsl.2023.4.008.

[18] P. Ricardianto, A. A. Suryobuwono, and E. Liana, Pemodelan Transit Oriented Development Berbasis Transportasi Perkotaan Berkelanjutan Pada Era Pandemi Covid-19. Bogor: In Media, 2022.

[19] R. Widjajanti, “Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Jalan Kartini, Semarang,” Ruang, vol. 1, no. 3, pp. 151–160, 2015.

[20] G. Tanuwidjaja, Y. Nadia, and M. Laurencia, “Desain Trotoar Yang Ramah Bagi Penyandang Disabilitas Di Jl. Frontage Ahmad Yani Surabaya,” Semin. Nas. Ilmu Terap., vol. 1, no. 1, pp. A104-1-A104-12, 2017.

[21] S. Manopo, J. A. Timboeleng, and T. K. Sendow, “Analisa Tingkat Pelayanan Trotoar Ditinjau Dari Laju Arus Pada Ruas Jalan Sam Ratulangi Manado Untuk Segmen Ruas Jalan RS Siloam – Monumen Zero Point,” J. Sipil Statik, vol. 3, no. 2, pp. 99–108, 2015.

[22] E. Adriyani and J. Sumabrata, “Analisis Tingkat Pelayanan ( Level of Service ) Pada Jalan Lingkar Universitas Indonesia,” in Proceedings of the 19th International Symposium of FSTPT Islamic University of Indonesia, 11-13 October 2016, 2016, vol. Ch 8, pp. 1436–1444.

[23] D. Sasmita, Y. Yossyafra, and P. Purnawan, “Evaluasi Pelayanan Trotoar dan Studi Persepsi Terhadap Tingkat Kenyamanan Trotoar Kawasan Perdagangan,” Rang Tek. J., vol. 3, no. 2, pp. 195-206., 2020.

[24] N. Tanan, “Fasilitas Pejalan Kaki,” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, pp. 1689–1699, 2011.

[25] R. Riduan, R. Mafra, and Z. Zulfikri, “Pengukuran Karakteristik Lingkungan Pedestrian Tengkuruk Permai Palembang,” Arsir, vol. 5, no. 2, pp. 111-119., 2022.

[26] D. D. Saputra and D. Suwandono, “Kajian Kualitas Dan Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki (Studi Kasus: Sepanjang Jalan Jend. Ahmad Yani Kota Bekasi),” Tek. PWK (Perencanaan Wil. Kota), vol. 11, no. 1, pp. 1-8., 2022.

[27] S. Suning and P. J. Naku, “Analisis Optimalisasi Pemanfaatan Jalur Pedestrian di Kawasan Pusat Perdagangan Pertokoan Kota Ruteng.,” J. Perenc. dan Rekayasa Sipil, vol. 5, no. 2, pp. 53-60., 2022.

[28] F. Pinna and R. Murrau, “Age factor and pedestrian speed on sidewalks,” Sustain., vol. 10, no. 11, 2018, doi: 10.3390/su10114084.

[29] B. Irawan, A. M. Mahmudah, and S. J. Legowo, “Analisis karakteristik dan tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki di kawasan pasar gede kota surakarta,” Matriks Tek. Sipil, vol. 5, no. 1, pp. 1–16, 2017.

[30] M. H. Saputra, J. A. Timboeleng, and L. G. Lalamentik, “Analisis Karakteristik Arus Pedestrian di Kota Manado (Studi Kasus Jalan Samratulangi–Jalan Suprapto),” J. Sipil Statik, vol. 7, no. 11, p. 1386=1389, 2019.

[31] A. M. Mulyadi, “Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki di Kawasan Transit Oriented Development Dukuh Atas Jakarta.,” J. HPJI (Himpunan Pengemb. Jalan Indones., vol. 6, no. 2, pp. 139-150., 2020.

[32] R. Y. Tallar, G. Tanuwidjaja, J. M. Widjaya, and R. Razafimahefa, “Accessible pedestrian paths for educational setting design evaluation: Case study in Surabaya and Bandung City, Indonesia and Brisbane City, Australia,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 2023, p. (Vol. 1195, No. 1, 012055). doi: 10.1088/1755-1315/1195/1/012055.

[33] E. P. Sari and T. M. C. Agusdini, “Analisis Tingkat Pelayanan Jalur Pedestrian di Jalan Kranggan Kota Surabaya.,” J. Teknol. dan Manaj., vol. 1, no. 1, pp. 50-56., 2020.

[34] N. Nahdatunnisa, M. A. Tahir, A. A. M. Syah, and A. H. Setiadi, “Inclusive and Disabled Friendly Pedestrian Path Strategy,” Indones. J. Interdiscip. Res. Sci. Technol., vol. 2, no. 6, pp. 1029-1042., 2024, doi: https://doi.org/10.55927/marcopolo.v2i6.9858.

[35] J. K. Propiona, “Implementasi Aksesibilitas Fasilitas Publik Bagi Penyandang Disabilitas,” J. Anal. Sosiol., vol. 10, pp. 1–18, 2021, doi: 10.20961/jas.v10i0.47635.

[36] H. P. Adi, R. Heikoop, and 14(3). Wahyudi, S. I. Security Engineering, “Enhancing Inclusivity: Designing Disability Friendly Pedestrian Pathways,” Int. J. Saf. Secur. Eng., vol. 14, no. 3, p. 691, 2024, doi: 10.18280/ijsse.140303.

[37] E. Abdurachman and L. Arifiani, Panduan Praktis Teknik Penelitian yang Beretika. Surabaya: Scopindo Media Pustaka, 2022.

[38] N. Pratama, “Studi Perencanaan Trotoar Di Dalam Lingkungan Kampus Universitas Sriwijaya Inderalaya,” J. Tek. Sipil dan Lingkung., vol. 2, no. 2, p. pp.272-277, 2014.

[39] A. M. Mulyadi, “Tingkat Pelayanan Fasilitas Pejalan Kaki Di Kawasan Transit Oriented Development,” J. HPJI, vol. 6, no. 2, pp. 139–150, 2020.

[40] N. R. Council and TRB, Highway capacity manual. 2000.

[41] S. Saride, B. Umashankar, and D. Avirneni, Lecture Notes in Civil Engineering Advances in Geotechnical and Transportation Engineering. Springer, 2019.

[42] DBMPU, “Petunjuk Perencanaan Trotoar. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga Direktorat Pembinaan Jalan Kota.,” Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Marga Direktorat Pembinaan Jalan Kota., 1990.

[43] B. Saputra and D. Savitri, “Analisis Hubungan antara Volume, Kecepatan dan Kepadatan Lalu-Lintas Berdasarkan Model Greenshield, Greenberg dan Underwood,” J. Manaj. Aset Infrastruktur Fasilitas, vol. 5, no. 1, pp. 43–60, 2021.

[44] A. Damayanto, G. Rahmat, and R. Ramdhan, “Evaluasi Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki di Jalan Braga Bandung.,” J. Transp., vol. 21, no. 2, pp. 93-100., 2021.

[45] D. A. Aji, B. Jatmika, A. Rozandi, and Z. N. Ivanovich, “Analisa Tingkat Fasilitas Pedestrian di Pusat Perbelanjaan Kota Sukabumi,” J. TESLINK Tek. Sipil dan Lingkung., vol. 4, no. 1, pp. 31-46., 2022.

[46] W. B. D. Perwira and C. Buana, “Perencanaan Kebutuhan Pedestrian pada Ruas Jalan Panca Usaha Mataram,” J. Tek. ITS, vol. 11, no. 2, pp. E100-E107., 2022.

[47] F. L. Mannering and S. S. Washburn, Highway engineering and traffic analysis. New York: John Wiley & Sons., 2020.

[48] T. Rahayuningsih, Pranoto, Nindyawati, B. S. Umniati, and M. A. S. Mardhika, “Mapping of pedestrian characteristics and level of service for facilities at Universitas Negeri Malang using geographic information system,” AIP Conf. Proc., vol. 1887, no. September, 2017, doi: 10.1063/1.5003540.

[49] PUPR RI, “Pedoman Bahan Konstruksi. Bangunan dan Rekayasa Sipil: Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki. Kementerian.,” 2018.

[50] ITDP, “TOD Standard,” New York: Despacio, 2017.

[51] M. Ningsih, D. E. Pinem, and R. D. Sembiring, “Tingkat Pelayanan Pedestrian di Jalan Dr. Mansyur, Kota Medan,” J. Darma Agung, vol. 30, no. 1, pp. 992-1007., 2024, doi: http://dx.doi.org/10.46930/ojsuda.v30i1.2833.

[52] K. R. Pelangie, A. I. Rifai, and P. Yudhistira, “Services Analysis of Pedestrian Facility in Office and Business Area: Case Study Jalan Wahid Hasyim, Jakarta,” Citiz. J. Ilm. Multidisiplin Indones., vol. 2, no. 5, pp. 804-814., 2022.

[53] A. Pratama, A. I. Rifai, and J. Thole, “The Analysis of Pedestrian Service in Railway Station Area: A Case Tanah Abang Station, Jakarta A Case Tanah Abang Station, Jakarta.,” Citiz. J. Ilm. Multidisiplin Indones., vol. 2, no. 5, pp. 794-803., 2022.

[54] X. Jia, C. Feliciani, H. Murakami, A. Nagahama, D. Yanagisawa, and K. Nishinari, “Revisiting the level-of-service framework for pedestrian comfortability: velocity depicts more accurate perceived congestion than local density.,” vol. 87, pp. 403-425., 2022.

[55] M. K. Anies and M. R. Kasim, “Level Of Service Pedestrian in Makassar to Support Multimodal Transportation.,” Int. J. Innov. Sci. Res. Technol., vol. 7, no. 3, pp. 1240-1242., 2022.

[56] A. Skoufas, T. Campisi, S. Basbas, and G. Tesoriere, “Evaluation of the Perceived Pedestrian Level of Service in the post COVID-19 era: The case of Thessaloniki, Greece,” Transp. Res. procedia, vol. 69, pp. 528-535., 2023.

[57] N. Agustini, A. N. Adibah, and L. S. Mahabella, “Service level of economic sector from sidewalk in Madura.,” in AIP Conference Proceedings, 2022, p. (Vol. 2453, No. 1, 020032).

[58] P. Ryus et al., “Enhancing Pedestrian Volume Estimation and Developing HCM Pedestrian Methodologies for Safe and Sustainable Communities (No. NCHRP Project 17-87).,” 2022. [Online]. Available: https://www.trb.org/Main/Blurbs/182676.aspx

[59] H. Kashian and E. Kashi, “Pedestrian level of service simulating and redesigning sidewalk in crowded urban areas,” in Proceedings of the Institution of Civil Engineers-Municipal Engineer, 2022, p. (Vol. 176, No. 2, pp. 74-86). doi: https://doi.org/10.1680/jmuen.22.00018.

[60] R. Talavera-Garcia and R. Pérez-Campaña, “International journal of environmental research and public health,” Int. J. Environ. Res. Public Health, vol. 18, no. 21, p. 11037., 2021, doi: https://doi.org/10.3390/ijerph182111037.

[61] Vijay, N. C., S. Rokade, and G. R. Bivina, “A Review on Pedestrian Level of Service for Sidewalks,” in International Conference on Transportation Planning and Implementation Methodologies for Developing Countries, 2022, p. (pp. 463-473).

[62] PM RI, “Peraturan Menteri PUPR No. 03/PRT/M/2014 Tahun 2014,” 2014.

[63] M. Giannoulaki and Z. Christoforou, “Pedestrian Walking Speed Analysis: A Systematic Review,” Sustainability, vol. 16, no. 11, p. 4813., 2024, doi: https://doi.org/10.3390/su16114813.

[64] B. Prasad, K. V. Vidhyadhari, B. Sruthi, and M. P. Kumar, “Influence of pedestrian movement on speed of vehicles, capacity and level of service of urban midblock sections,” Int. J. Sci. Res. Arch., vol. 11, no. 2, pp. 2095-2103., 2024, doi: https://doi.org/10.30574/ijsra.2024.11.2.0663.

[65] Y. Xiao, Z. Gao, Y. Qu, and X. Li, “A pedestrian flow model considering the impact of local density: Voronoi diagram based heuristics approach,” Transp. Res. part C Emerg. Technol., vol. 68, pp. 566-580., 2016, doi: https://doi.org/10.1016/j.trc.2016.05.012.

[66] S. Fang, C. J. Jin, R. Jiang, and D. Li, “Simulating the bi-directional pedestrian flow under high densities by a floor field cellular automaton model,” Phys. A Stat. Mech. its Appl., vol. 638, p. 129626., 2024.

[67] M. Shi, E. W. M. Lee, Y. Ma, W. Xie, and R. Cao, “The density-speed correlated mesoscopic model for the study of pedestrian flow,” Saf. Sci., vol. 133, p. 105019, 2021, doi: https://doi.org/10.1016/j.ssci.2020.105019.

[68] C. Sun, S. Sun, D. Qu, X. Zhu, and Y. Liu, “Modeling of pedestrian turning behavior and prediction of pedestrian density distribution,” Phys. A Stat. Mech. its Appl., vol. 630, p. 129217., 2023.