Analisis Kualitas Pelayanan Angkutan Umum dan Kepuasan Pelanggandi Kalimantan Utara

Main Article Content

Muhammad Djaya Bakri
Iif Ahmad Syarif
Daud Nawir

Abstract

Penetapan Kalimantan Utara sebagai provinsi ke-34 pada tahun 2012 berdampak pada meningkatnya perjalanan menggunakan transportasi darat antarwilayah kabupaten yang ada di mainland Kalimantan menuju Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi. Kebutuhan sarana transportasi ini mendorong Dinas Perhubungan Kalimantan Utara bekerja sama dengan Perum DAMRI Cabang Tanjung Selor menyelenggarakan angkutan umum melayani tiga trayek, yaitu: Tanjung Selor-Tana Tidung, Tanjung Selor-Malinau, dan Malinau-Salang (Nunukan). Studi ini bertujuan untuk mengukur kepuasan pengguna jasa yang diharapkan hasilnya menjadi masukan bagi operator dalam meningkatkan kualitas pelayanan, agar menjadi pilihan utama angkutan umum antarkota di Kalimantan Utara. Hasil analisis metode Importance Performance Analysis (IPA) menunjukkan sebanyak lima belas atribut yang perlu ditingkatkan kinerjanya. Atribut tersebut berada pada Kuadran 1 yaitu tersedianya alat pemecah kaca bus pada kondisi darurat, APAR, fasilitas P3K, pintu/jendela darurat, pintu keluar/ masuk pengemudi dan penumpang, alat pembatas kecepatan, hand grip, sabuk keselamatan, fasilitas dan tempat khusus pemeliharaan kendaraan, Standard Operating Procedure (SOP) pemeriksaan operasional kendaraan, jumlah penumpang sesuai kapasitas angkut, lebar tempat duduk, rak bagasi, serta fasilitas kebersihan dalam kabin penumpang. Responden menilai pelayanan angkutan umum tersebut relatif belum berkinerja baik. Berdasarkan hasil analisis dengan metoda indeks kepuasan masyarakat (IKM) diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,0085 atau sebesar 75,2136. Hasil studi ini menunjukkan kualitas pelayanan bus DAMRI di Kalimantan Utara perlu ditingkatkan. Kinerja yang kurang perlu ditingkatkan dan kinerja yang dianggap berlebihan oleh responden perlu dikurangi. Hal ini dibutuhkan untuk meningkatkan jumlah penumpang di masa mendatang, dan dapat menjaga keberlangsungan operasional bus DAMRI sebagai angkutan umum orang antarkota di Provinsi Kalimantan Utara.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

[1] Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, “Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Nomor 1 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Utara 2017-2037.” 2017.

[2] M. D. Bakri, Multimodal Transportation (Multimodal Transportation Demand Modeling), First Edit. Malang: Intimedia, 2016.

[3] M. D. Bakri, H. Sulistio, A. Wicaksono, and L. Djakfar, “Infrastructure Development Program in Rural Areas using the IRAP,” Aust. J. Basic Appl. Sci., vol. 9, no. 23, pp. 456–463, 2015.

[4] A. Munawar, “Perencanaan Angkutan Umum Perkotaan Berkelanjutan,” Unisia, vol. 29, no. 59, pp. 53–59, 2006.

[5] Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara, “Data Jumlah Armada Perum DAMRI dan Penumpang AKDP Kalimantan Utara Tahun 2020.” Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara, 2020.

[6] Bappeda Provinsi Kalimantan Utara, “Masterplan Prasarana Perhubungan Daerah Provinsi Kalimantan Utara,” no. Bappeda Provinsi Kalimantan Utara. BAPPEDA Provinsi Kalimantan Utara, p. 173, 2015.

[7] Departemen Perhubungan, “Peraturan Menteri Perhubungan No. KM.49 Tahun 2005 tentang Sistem Transportasi Nasional (Sistranas).” Departemen Perhubungan Republik Indonesia, Jakarta, p. 77, 2005.

[8] Darmadi, M. Z. Arifin, and I. W. Agustin, “Study of Costumer Satisfaction Level of Ferry Service Performance of Kariangau–Penajam Trajectory, Balikpapan,” J. Media Tek. Sipil, vol. 14, no. 1, pp. 42–50, 2016.

[9] Kementerian PAN dan RB, “Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik.” Kementerian PAN & RB, Jakarta, p. 30, 2017.

[10] Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 98 Tahun 2013 Tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam Trayek,” vol. 2013. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, pp. 14–27, 2013.

[11] Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, “Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 29 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor: PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Dalam T,” Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Jakarta, pp. 1–37, 2015.

[12] S. Haryono, “Analisis Kualitas Pelayanan Angkutan Umum (Bus Kota) di Kota Yogyakarta,” J. Adm. Bisnis, vol. 7, no. 1, pp. 1–14, 2010.

[13] T. B. Joewono, D. S. Santoso, and Y. O. Susilo, “Paratransit Transport in Indonesia : Characteristics and User Perceptions,” J. East. Asia Soc. fo Transp. Stud., vol. 11, no. December, pp. 1346–1361, 2015.

[14] A. Anastasia, I. Dwi Ari, and I. Agustin, “Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan Kota Di Kota Palu (Studi Kasus Trayek Mamboro Manonda Line B2),” Indones. Green Technol. J., vol. 4, no. 3, pp. 61–67, 2015.

[15] N. Nurdjanah and F. Kurniawati, “Kinerja Pelayanan Angkutan Kota Di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan,” J. Penelit. Transp. Darat, vol. 18, no. 3, pp. 147–170, 2016.

[16] M. Susilawati and D. P. E. Nilakusmawati, “Study on the factors affecting the quality of public bus transportation service in Bali Province using factor analysis,” J. Phys. Conf. Ser., vol. 855, no. 1, 2017.

[17] I. M. Purwadana and I. N. M. Yasa, “Public Transport Service Quality and Community Satisfaction Level in Bali, Indonesia,” Quant. Econ. Res., vol. 2, no. 1, pp. 13–22, 2019.

[18] A. Marnilawati, Yossyafra, and B. M. Adji, “Persepsi Penumpang Terhadap Kinerja Layanan Operasional Dan Keselamatan Bus Rapid Transit-Trans Siginjai Jambi,” Rang Tek. J., vol. 3, no. 1, pp. 1–6, 2020.

[19] I. F. Radam, “Kebijakan Perbaikan Angkutan Feeder untuk Menunjang BRT Berdasarkan Persepsi Masyarakat Pengguna,” Bul. Profesi Ins., vol. 3, no. 1, pp. 57–62, 2020.

[20] K. Choocharukul and K. Sriroongvikrai, “Service Characteristics of Informal Pubic Transport: A Case of Bangkok’s Small-Sized Converted Pickup Trucks,” in Proceedings of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, 2011, vol. 8, p. .

[21] C. Amrapala and K. Choocharukul, “Perceived service quality and commuter segmentation of informal public transport service in Bangkok, Thailand,” Eng. J., vol. 23, no. 6, pp. 1–18, 2019.

[22] M. N. Khuong and N. Q. Dai, “The Factors Affecting Customer Satisfaction and Customer Loyalty — A Study of Local Taxi Companies in Ho Chi Minh City, Vietnam,” Int. J. Innov. Manag. Technol., vol. 7, no. 5, pp. 228–233, 2016.

[23] V. K. Phun and T. Yai, “State of the art of paratransit literatures in Asian developing countries,” Asian Transp. Stud., vol. 4, no. 1, pp. 57–77, 2016.

[24] P. Nguyen Van, H. T. Nguyen, and T. B. Le, “A Study on Factors Affecting on Customer Intention to Use the Express Bus,” VNU J. Sci. Econ. Bus., vol. 34, no. 5E, pp. 81–92, 2018.

[25] N. Eung and K. Choocharukul, “Modeling frequency of using informal public transport and public bus: A case study in Phnom Penh, Cambodia,” Eng. J., vol. 22, no. 3, pp. 109–122, 2018.

[26] K. S. Muthupandian and C. Vijayakumar, “Measurement of passengers service quality in public transportation: servqual analysis,” Munich Pers. RePEc Arch., no. 38584, pp. 1–9, 2012.

[27] D. P. Thomas, “Public Transportation in South Africa: Challenges and Opportunities,” World J. Soc. Sci. Res., vol. 3, no. 3, p. 352, 2016.

[28] B. Barabino and E. Deiana, “On the Attributes and Influencing Factors of End-users Quality Perceptions in Urban Transport: An Exploratory Analysis,” Procedia - Soc. Behav. Sci., vol. 87, pp. 18–30, 2013.

[29] R. Luke and G. J. Heyns, “An analysis of the quality of public transport in Johannesburg, South Africa using an adapted SERVQUAL model,” Transp. Res. Procedia, vol. 48, no. 2019, pp. 3562–3576, 2020.

[30] H. Ahtar, “Rumus Slovin untuk Menentukan Jumlah Sampel dan Kontroversinya,” https://www.semestapsikometrika.com/2020/02/rumus-slovin-untuk-menentukan-jumlah.html, diakses pada Tanggal 22 Mei 2020 jam 14.00 WITA, pp. 2–4, 2020.

[31] A. Suhendra and D. Prasetyanto, “Kajian Tingkat Kepuasan Pengguna Trans Metro Bandung Koridor 2 Menggunakan Pendekatan Importance-Performance Analysis,” J. Online Inst. Teknol. Nas., vol. 2, no. 2, pp. 59–70, 2016.

[32] A. Sedayu, “Prioritas Peningkatan Pelayanan Terminal Tlogomas Kota Malang,” War. Penelit. Perhub., vol. 29, no. 2, pp. 191–200, 2017.

[33] R. Likert, A Technique for The Measurement of Attitudes. New York: Archives of Psychology, 1932.

[34] A. Sedayu, “Target Peningkatan Pelayanan Terminal Purwoasri Kediri Dengan Metode IPA dan QFD,” J. Eco Rekayasa, vol. 10, no. 1, pp. 7–16, 2014.

[35] N. L. W. R. Kurniati, “Dampak Ekonomi Pengoperasian Transjakarta Ditinjau dari Persepsi Pengguna,” J. Penelit. Transp. Darat, vol. 22, no. 2, pp. 194–205, 2020.

[36] S. Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Edisi Revi. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya, 2010.