Model Bangkitan dan Tarikan Penumpang Kereta Api Commuter Line Serpong – Tanah Abang : Studi Kasus Stasiun Rawa Buntu dan Stasiun Sudimara

Main Article Content

Adita Utami
Naufal Nabil Siregar
Asep Yayat Nurhidayat

Abstract

Tangerang Selatan merupakan kota penyangga Ibukota DKI Jakarta yang memiliki lokasi sangat strategis, dimana akses menuju transportasi umum yang dapat dengan mudah dijangkau untuk menuju wilayah DKI Jakarta seperti jalan tol dan commuter line. Peningkatan jumlah penumpang commuter line yang meningkat setiap tahun dapat mengakibatkan permasalahan transportasi semakin kompleks baik dari sarana maupun prasarana transportasi dari dan menuju Stasiun serta kapasitas dan operasional Stasiun itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memengaruhi bangkitan dan tarikan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Sudimara serta model matematis bangkitan dan tarikan pergerakan pada stasiun tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode stepwise yang merupakan metode alternatif dalam analisis regresi. Pemodelan yang dihasilkan pada bangkitan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu adalah Y = -2635,33 + 64,189 X1 + 966,337X3 + 937,907X4 dan pada Stasiun Sudimara diperoleh pemodelan bangkitan pergerakan Y = -2085,73 + 1426,964X1 + 218,278X2. Pemodelan yang dihasilkan pada tarikan pergerakan pada Stasiun Rawabuntu Y = -1802,7 + 391,409X3 + 1174,637X4 + 39,224X5 dan pada Stasiun Sudimara diperoleh pemodelan tarikan pergerakan Y = - 1146,62 + 1076,366X2 + 112,784X4.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biography

Asep Yayat Nurhidayat, Pusat Riset Teknologi Transportasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional/Departemen Teknik Sipil ITS Surabaya

References

[1] Y. Mauliana, D. N. A. Afni, and Yurina, “Analisis Model Tarikan Analysis of Vehicle Attraction and Development Model in The Region of Pemulutan District, Ogan Ilir Regency,” Jurnal Teknika Sains, vol. 06, no. 1, p. 1, 2021.

[2] Z. O. Z. Tamin, Perencanaan dan Pemodelan Transportasi, 2nd ed. Bandung: Penerbit ITB, 2000.

[3] A. P. Dwi and T. Murtejo, “ANALISIS POTENSI BANGKITAN DAN TARIKAN (Studi Kasus pada Stasiun LRT Kedunghalang Kota Bogor),” Jurnal Rekayasa Sipil Jurnal Rekayasa Sipil ASTONJADRO, vol. 6, no. 2, pp. 104–115, Dec. 2017.

[4] A. Bwambale, C. F. Choudhury, and S. Hess, “Modelling trip generation using mobile phone data: A latent demographics approach,” J Transp Geogr, vol. 76, pp. 276–286, Apr. 2019, doi: 10.1016/j.jtrangeo.2017.08.020.

[5] X. Chen, Z. Cheng, and L. Sun, “Bayesian inference of time-varying origin–destination matrices from boarding and alighting counts for transit services,” Transportation Research Part B: Methodological, vol. 199, Sep. 2025, doi: 10.1016/j.trb.2025.103278.

[6] V. Kalliga, S. Narayanan, and C. Antoniou, “Trip generation dynamics under the introduction of shared mobility,” J Transp Geogr, vol. 123, Feb. 2025, doi: 10.1016/j.jtrangeo.2025.104135.

[7] S. Abu–Eisheh, M. S. Ghanim, and A. Dodeen, “Trip generation model for a developing city in an emerging country,” Transp Res Interdiscip Perspect, vol. 24, Mar. 2024, doi: 10.1016/j.trip.2024.101048.

[8] A. Utami and H. Widyastuti, “Model Panjang Antrian Kendaraan pada Perlintasan Sebidang Tanpa Palang Pintu (Studi Kasus: Perlintasan Sebidang Jl. Gayung Kebonsari Surabaya),” Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, vol. 17, no. 1, p. 27, Mar. 2019, doi: 10.12962/j2579-891x.v17i1.4693.

[9] D. S. Djamil, Moh. J. Fuad, and Elawati, “ANALISIS BANGKITAN DAN TARIKAN PERJALANANAN AKIBAT PEMBANGUNAN MALL GORONTALO,” RADIAL juRnal perADaban saIns, rekayAsa dan teknoLogi, vol. 8, no. 1, pp. 54–68, Jun. 2020.

[10] M. Fikri et al., “MODEL BANGKITAN/TARIKAN GUNA LAHAN JALAN RAYA CEMENGKALANG DAN JALAN RAYA JATI KABUPATEN SIDOARJO,” Planning for Urban Region and Environment, vol. 10, no. 1, pp. 41–48, Jan. 2021.

[11] M. Hafiz, A. Purba, and D. R. Widyawati, “Analisis Kesesuaian Karakteristik Kawasan Tod Terhadap Kriteria Transit Oriented Development (TOD) (Studi Kasus : Stasiun Rawa Buntu),” Prosiding Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP), pp. 1–8, Aug. 2023.

[12] A. Y. Nurhidayat, H. Widyastuti, and D. P. Utomo, “MODEL OF TRANSPORTATION MODE SELECTION BETWEEN PRIVATE VEHICLE AND SERPONG-TANAHABANG COMMUTER LINE,” in Conference on Global Research on Sustainable Transport (GROST 2017), Atlantis Press, 2018, pp. 238–249.

[13] A. Y. Nurhidayat, H. Widyastuti, and D. P. Utomo, “Model of transportation mode choice between aircraft and high speed train of Jakarta-Surabaya route,” in IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Institute of Physics Publishing, Nov. 2018. doi: 10.1088/1755-1315/202/1/012002.

[14] S. Nurhaliza Rahmatunnisa, A. Utami, and A. Y. Nurhidayat, “Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil Probabilitas Perpindahan Penumpang Transportasi Massal Berbasis Rel (Studi Kasus Kereta Api Argo Parahyangan Terhadap Kereta Cepat Jakarta-Bandung),” Ge-STRAM: Jurnal Perencanaan dan Rekayasa Sipil, vol. 4, no. 2, pp. 91–96, Sep. 2021.

[15] Nazwirman and Hulmansyah, “KARAKTERISTIK PENUMPANG PENGGUNA KRL COMMUTER LINE JABODETABEK,” 2017. [Online]. Available: http://www.krl.co.id/BERITA-TERKINI/evaluasi-

[16] B. W. Irawan, L. J. Tjung, and S. Wirawati, “PENATAAN KAWASAN SEKITAR STASIUN SUDIMARA DENGAN KONSEP TOD (TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT),” Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa), vol. 2, no. 2, p. 2787, Nov. 2020, doi: 10.24912/stupa.v2i2.8855.

[17] A. Utami and H. Widyastuti, “Study of Society Behaviour to Early Warning in The Railway Level Crossing Without Barrier in Gayung Kebonsari, Surabaya,” Majalah Ilmiah Pengkajian Industri, vol. 14, no. 1, pp. 39–46, Apr. 2020.

[18] S. C. Wohon, D. Hatidja, and N. Nainggolan, “PENENTUAN MODEL REGRESI TERBAIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE STEPWISE (STUDI KASUS : IMPOR BERAS DI SULAWESI UTARA),” Jurnal Ilmiah Sains, vol. 17, no. 2, pp. 80–88, Oct. 2017.