Optimalisasi Alternatif Pembiayaan Infrastruktur Transportasi dengan Meningkatkan Kompetensi Sumber Daya Manusia
Main Article Content
Abstract
ABSTRACT
Optimizing the Alternative of Transportation Infrastructure Financing by Improving Human Resource Competence: The development of transportation infrastructure is one of Indonesia's programs to support the country's economic development. In the Strategic Plan of the Ministry of Transportation for 2020-2024, a total transportation infrastructure investment of Rp. 1288 t is required, of which the Ministry of Transportation's APBN can only meet 20% (Rp 266.64 T) of the total investment requirement. A financing scheme is needed to meet the gap in infrastructure investment needs and the fiscal capacity of the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) for transportation infrastructure development. This study aims to analyze the most optimal financing alternatives for transportation infrastructure in Indonesia. Data collection in this study was carried out using document review, literature review, and interview methods with stakeholders. Analysis was carried out using descriptive comparative analysis and Analytic Hierarchy Process (AHP). Based on the results of descriptive comparative analysis, it is known that business entities can contribute to infrastructure development if the Internal Rate Return (IRR) is greater than 10%. As well as the results of AHP's financial analysis, it was found that the feasibility factor has the highest priority. The result shows two main indicators for infrastructure financing that affect the level of business entity investment, namely financial feasibility and risk allocation between business entities and the government. These two results describe the need for Human Resource competence in supporting the optimization of infrastructure financing alternatives.
Keywords: Infrastructure investment, Creative Financing, and Human Resource Development.
ABSTRAK
Pembangunan infrastruktur transportasi merupakan salah satu program yang direncanakan di Indonesia untuk mendukung perkembangan ekonomi suatu negara. Dalam Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2020-2024, dibutuhkan total investasi infrastruktur transportasi sebesar Rp1.288 triliun, dimana APBN Kementerian Perhubungan hanya mampu memenuhi sebesar 20% (Rp266,64 triliun) dari total kebutuhan investasi. Untuk mengoptimalkan pengembangan infrastruktur transportasi dibutuhkan skema pembiayaan untuk memenuhi gap kebutuhan investasi infrastruktur dan kemampuan fiskal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan alternatif pembiayaan dalam investasi infrastruktur transportasi di Indonesia. Pengumpulan data pada penelitian ini dilaksanakan dengan metode review dokumen, literatur dan wawancara kepada beberapa stakeholders. Analisis dilakukukan dengan 2 (dua) metode yaitu dengan menggunakan komparatif deskriptif dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil analisis komparatif deskriptif, ditemukenali bahwa badan usaha dapat berkontribusi di dalam pengembangan infrastruktur jika Internal Rate Return (IRR)>10%. Serta hasil analisa AHP diperoleh bahwa faktor kelayakan finansial memiliki urutan prioritas pertama. Hal ini menunjukkan pembiayaan infrastruktur terdapat 2 (dua) indikator utama yang mempengaruhi tingkat investasi badan usaha, yaitu kelayakan finansial serta alokasi risiko antara badan usaha dan pemerintah. Berdasarkan kedua hasil analisis tersebut, dapat dijabarkan kebutuhan kompetensi SDM dalam mendukung optimalisasi alternatif pembiayaan infrastruktur.
Kata Kunci: Investasi Infrastruktur, Creative Financing, Sumber Daya Manusia
Downloads
Article Details
Section
Usulan Pembuatan Informasi Hak Cipta
1. Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
Â
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis dapat memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
Kebijakan yang diajukan untuk jurnal yang menawarkan akses terbuka yang tertunda
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju pada persyaratan berikut ini:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama, dengan pekerjaan [TENTUKAN PERIODE WAKTU] setelah penerbitan secara simultan dengan lisensi di bawah: Creative Commons Attribution License yang memudahkan yang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan penerbitan awal dan kepenulisan karya di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non-ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan.
Â

Jurnal Penelitian Transportasi Darat oleh Sekretariat Jurnal Penelitian Transportasi Darat Puslitbang Transportasi Jalan dan Perkeretaapian disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada //balitbanghub.dephub.go.id/ojs/index.php/jurnaldarat/index.
References
A, S. N. F. (2015). Pengembangan Stasiun Kereta Api Merdeka Medan Sebagai City Air Terminal Untuk Bandara Internasional Kualanamu. Https://Medium.Com/. https://doi.org/10.25104/jptd.v17i4.153
Cheung, E., Chan, A. P. C., & Kajewski, S. (2012). Factors contributing to successful public private partnership projects: Comparing Hong Kong with Australia and the United Kingdom. Journal of Facilities Management.
Hennart, J., & Zeng, M. (2005). Structural determinants of joint venture performance. European Management Review, 2(2), 105–115.
Kusumadewi, S., Hartati, S., Harjoko, A., & Wardoyo, R. (2006). Fuzzy multi-attribute decision making (fuzzy madm). Yogyakarta: Graha Ilmu, 74.
Lasker, R. D., Weiss, E. S., & Miller, R. (2001). Partnership synergy: a practical framework for studying and strengthening the collaborative advantage. The Milbank Quarterly, 79(2), 179–205.
Marschlich, S., & Ingenhoff, D. (2022). Public-private partnerships: How institutional linkages help to build organizational legitimacy in an international environment. Public Relations Review, 48(1), 102124.
Mistarihi, A. M., Al Refai, M. S., Al Qaid, B. A., & Qeed, M. A. (2012). Competency requirements for managing public private partnerships (PPPs): The case of infrastructure projects in Jordan. International Journal of Business and Management, 7(12), 60.
Mulyani, S. (2021). Critical Success Factors in Public-Private Partnership. Journal of Accounting Auditing and Business, 4(1), 81. https://doi.org/10.24198/jaab.v4i1.31953
O’SHEA, C., Palcic, D., & Reeves, E. (2019). Comparing PPP with traditional procurement: The case of schools procurement in Ireland. Annals of Public and Cooperative Economics, 90(2), 245–267.
Onyoin, M. (2020). Human resource management in public-private partnership organisations: A review. Corporate Governance and Organizational Behavior Review, 4(2), 18–29.
Osei-Kyei, R., & Chan, A. P. C. (2015). Review of studies on the Critical Success Factors for Public–Private Partnership (PPP) projects from 1990 to 2013. International Journal of Project Management, 33(6), 1335–1346.
Prayudyanto, M. N. (2021). Model Buy The Services Angkutan Umum Massal Kota Metropolitan: Apakah Subsidi Masih Diperlukan? Jurnal Penelitian Transportasi Darat, 23(1), 55–71.
San Martín-Rodríguez, L., Beaulieu, M.-D., D’Amour, D., & Ferrada-Videla, M. (2005). The determinants of successful collaboration: a review of theoretical and empirical studies. Journal of Interprofessional Care, 19(sup1), 132–147.