Konsep Layanan Angkutan Feeder Stasiun Kereta Api dengan Skema Buy the Service

Main Article Content

Anita Sanda Pusparini
Imam Muthohar
Siti Malkhamah
Muhammad Faris Arief Suhartanto

Abstract

ABSTRACT

The Feeder Transport Services Concept of Railways Station using Buy the Service Scheme: The way a mass transit system integrated with the city's current public transportation network is a crucial factor in maximizing customer mobility. This study aims to produce a concept for developing feeder transportation with the buy the service (BTS) scheme. Descriptive methods with qualitative, spatial, and quantitative approaches are used in the implementation of this research. This study conducted literature research on public transportation, interview surveys with questionnaires to the public, field observations, satellite image observations and structured interviews with stakeholders related to the public transportation development. This study was conducted on the Makassar–Parepare railway service focused on Rammang-Rammang station and purposed feeder route from the existing public transport route near the station Rammang-Rammang. The result suggested the feeder service with a BTS scheme. The business process for the BTS scheme of feeder transportation services can be proposed to be managed in one management of an existing institution as the main BTS corridor in Makassar for the short-term and long term recommendation by form Badan Usaha Milik Negara (BUMN) as a legal entity. The operator as a service provider is purposed Angkot, named Pete-pete in Sulawesi. Pete-pete private ownership consolidation was suggested in the study to create a legal entity. A cost component based on the previously Vehicle Operational Cost (VOC) analysis was included in the contract value as a vehicle rental price that is paid. It can be concluded that the role of local government is needed for the public transport sustainability services with a buy the service scheme.

Keywords: Makassar–Parepare Railway, Feeder System, Buy the Service, Pete-pete


ABSTRAK

Hal penting yang perlu diperhatikan ketika memperkenalkan sistem angkutan massal ke suatu kota adalah bagaimana mengintegrasikannya dengan sistem angkutan umum yang sudah ada supaya dapat mengoptimalkan mobilitas dari pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan konsep pengembangan layanan angkutan feeder pada stasiun kereta api dengan skema buy the service. Metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, spasial, dan kuantitatif dengan melakukan riset literatur terkait angkutan umum, melakukan survei wawancara dengan kuisioner ke masyarakat, observasi lapangan, pengamatan citra satelit dan wawancara terstruktur dengan stakeholder terkait pengembangan angkutan umum di lokasi studi. Studi ini dilakukan pada layanan kereta api Makassar–Parepare yang terfokus di stasiun Rammang-Rammang. Pada penelitian ini didapatkan usulan rute angkutan feeder dari pelayanan eksisting angkutan umum terdekat dengan Stasiun Rammang-Rammang. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa bentuk layanan angkutan feeder yang diusulkan adalah angkutan perkotaan dengan skema buy the service. Proses bisnis untuk skema buy the service (BTS) layanan angkutan feeder dapat diusulkan untuk dikelola dalam satu kepengurusan lembaga yang sudah ada sebagai pengelola koridor utama BTS di Makassar untuk jangka pendek dan jangka panjang dengan membentuk BUMD sebagai badan hukum yang berkontrak dengan Dishub Provinsi. Operator sebagai penyedia jasa direkomendasikan angkutan eksisting “Pete–pete” dengan langkah awal yang perlu dilakukan, yaitu membentuk badan hukum dari konsolidasi angkutan petepete perorangan. Nilai kontrak sebagai biaya sewa kendaraan yang dibayarkan memiliki komponen biaya berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang telah dihitung sebelumnya. Dapat disimpulkan diperlukan peran pemerintah daerah dalam keberlanjutan layanan angkutan umum dengan skema buy the service.

Kata Kunci: Kereta Api Makassar–Parepare, Sistem Feeder, Buy the Service, Pete-pete

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Arifin, Agus. 2021. Seminar Online Kesiapan Pengoperasian Jalur Kereta Api Makassar-Pare Pare Trans Sulawesi. MASKA.

Bie, Y., Tang, R., & Wang, L. (2019). Bus Scheduling of Overlapping Routes With Multi-Vehicle Types Based on Passenger OD Data. IEEE Access, 8, 1406-1415. Doi: https://Doi.org/10.1109/ACCESS.2019.296.1930.

Dwi W.P., Angga, Dewanti, dan Latif Budi Suparma. (2022). Dampak Angkutan Jalan Perintis Terhadap Mobilitas Masyarakat Perdesaan: Sebuah Studi Deskriptif. Warta Penelitian Perhubungan, 34(1): 23-36. Doi: 10.25104/warlit.v34i1.2093

Farida, Umrotul. 2013. Pengaruh Aksesibilitas terhadap Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Pedesaan Kecamatan Bumijaya Kabupaten Tegal. Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol. 1 No.1 April 2013: 49-66.

F.G.L., Edna dan Ruth Sara. (2004). Manufacturing Strategy Linked to Product Life Cycle. Second World Conference on POM dan 15th Annual POM Conference, Cancun, Mexico.

Herdiana, Sony dan Mughni Syihan. (2021). Identifikasi Ketersediaan dan Kesesuaian Feeder di Kawasan Pemukiman Bandung Timur (Studi Kasus SWK Gedebage dan SWK Kordon). Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. Institut Teknologi Nasional, 1(1): 23-33.

Keputusan Menteri Perhubungan, Nomor 89 Tahun (2002), Mekanisme Penetapan Tarif dan Formula Perhitungan Biaya Pokok Angkutan Penumpang Dengan Mobil Bus Umum Antar Kota Kelas Ekonomi.

Khaerunnisa, S. H., Malkhamah, S., & Suparma, L. B. (2019). Kemauan Shifting Pelajar dan Mahasiswa ke Angkutan Aglomereasi Perkotaan Yogyakarta (Trans Jogja). Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, Departemen Teknik Sipil FT-UI.

Kotler, Philip. (2007). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Indeks.

Kumalasari, Nur Fitri Indah. 2013. Penentuan Indeks Aksesibilitas Sarana Perhubungan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. https://www.scribd.com/document/189178750/aksesibilitas1. Diakses November 2021.

Maulana, Dedi dan Danang Parikesit. (2016). Respon Penumpang dan Operator Terhadap Pengenalan Konsep Quality Licensing pada Busway. Tesis, Fakultas Teknik Sipil, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Mulyadi, Ahmad. (2012). Penentuan Jumlah Sampel dengan Populasi Tidak Diketahui. https://dokumen.tips/documents/penentuanjumlah-sampel-dengan-populasi-tidakdiketahui.html. Diakses Oktober 2021.

Nugroho, D. A., dan Malkhamah, S. 2018. Manajemen Sistem Transportasi Perkotaan Yogyakarta. Jurnal Penelitian Transportasi Darat, No.20(1):9.

Pemerintah Indonesia. (2009). Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jakarta.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 60 Tahun 2012 tentang Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api. Jakarta.

Peraturan Pemerintah Nomor PP No. 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan. Jakarta.

Ritzer, George. (2014). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana edisi ke 7.

Sefaji, Ghavi Yuda, dkk. (2018). Kesiapan Aksesibilitas Stasiun Solo Balapan dalam Melayani Trayek Kereta Api Penghubung Bandara Adi Soemarmo dan Kota Surakarta. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Volume 13, Nomor 1 (2018).

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

TRANSCO. (2021). Paparan “Framework Intervensi Pemerintah dalam Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Jalan”: 7.

Valentine, V., Devi, M. K., & Pramana, A. Y. E. (2020). Jangkauan Layanan Trans Jogja Terhadap Sebaran aktivitas Di Kawasan Perkotaan Yogyakarta. Jurnal Transportasi, 20(3), 171–180.

Vega, J. M. (2015). Take Up Seminar 1 Feeder System. Krakow, Poland.

Widiyanti, Dwi. 2015. Pengembangan Feeder Transportasi Massal di Kota Medan. Jurnal Penelitian Transportasi Multimoda. Vol. 13, No.03, September 2015: 107-120.

Yendri, Okma, Aang Samudra, dan Ely Mulyati. (2021). Analisis Biaya Operasional Kendaraan Untuk Tarif Angkutan Umum (Studi Kasus Rute Kota Lubuk Linggau – Kecamatan Singkut Kabupaten Sarolangun). Jurnal Civronlit Unbari, 6(1); 22-29. Doi: 10.33087/civronlit.v6i1.72.

Zhang, M., Yen, B. T., Mulley, C., & Sipe, N. (2020). How Does an Open System Bus Rapid Transit (BRT) Facilitate Inter and Intra-Modal Mobility? A Visual Analytic Analysis of Brisbane, Australia. Research in Transportation Economics. Doi: https://Doi.org/10.1016/j.retrec.2020.100906.