Peningkatan Keselamatan Bus Penumpang dengan Metode Human Factor Analysis and Classification System (HFACS)

Main Article Content

Mutharuddin Mutharuddin
Feronika Sekar Puriningsih
Nurul Aldha Maulidina Siregar
Tetty Sulastry Mardiana
Subaryata Subaryata
Hasriwan Putra

Abstract

Rasio kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia menempati posisi pertama di dunia. Jumlah korban tewas mencapai 25.266 orang dari 103.645 kasus kecelakaan pada tahun 2021. Sementara itu, kesalahan manusia sering ditunjuk sebagai kontributor utama dalam investigasi kecelakaan, yaitu sebesar 61%. Kasus kecelakaan yang melibatkan bus jarak jauh menjadi perhatian besar karena berpotensi menelan banyak korban dalam satu kali kecelakaan. Oleh karena itu, langkah konkret untuk menyelesaikan hal ini menjadi urgen. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengidentifikasi tindakan tidak aman secara sistematis. Artikel ini menggunakan prinsip-prinsip Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan faktor manusia dan organisasi yang terlibat dalam kecelakaan bus jarak jauh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi pustaka data investigasi kecelakaan KNKT tahun 2020-2021. Analisis data penelitian mengunakan piranti lunak Nvivo. Hasil penelitian menemukan bahwa beberapa tidakan tidak aman dilakukan oleh bebagai pihak. Tindakan tidak aman yang dilakukan oleh pengemudi meliputi menunda perjalanan, gagal menyalip kendaraan, berulang kali menggunakan rem, tidak menggunakan engine brake dan exhaust brake, melakukan kebiasaan tidak aman, dan tidak memakai sabuk pengaman. Selain itu, prasyarat tindakan tidak aman yang rumuskan oleh manajemen sumber daya personel adalah kurangnya pemahaman tentang rute jalan, keterbatasan informasi cuaca, dan tidak memahami kondisi jalan. Adapun tingkat pengawasan yang tidak aman meliputi tindakan yang menugaskan pengemudi yang tidak terdaftar, tidak ada pelacak GPS, dan pengemudi bus yang tidak patuh. Adapun di tingkat atas, tindakan tidak aman organisasi meliputi kurangnya sosialisasi fasilitas tanggap darurat, pelatihan pengemudi yang minim, kurangnya penilaian pemadam kebakaran, tidak ada penilaian risiko, tidak dilakukan identifikasi potensi bahaya, SOP diterapkan, dan tidak ada manajemen risiko dan Sistem Manajemen Keselamatan (SMK). Dengan memahami penyebab kecelakaan lalu lintas, maka perbaikan perlu dilakukan di setiap tingkatan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Mutharuddin Mutharuddin, Pusat Riset Teknologi Transportasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTT BRIN)

Peneliti Ahli Madya Kelompok Riset Keselamatan Transportasi (PRTT) BRIN

Feronika Sekar Puriningsih, Pusat Riset Teknologi Transportasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTT BRIN)

Peneliti Ahli Madya Kelompok Riset Keselamatan Transportasi (PRTT) BRIN

Nurul Aldha Maulidina Siregar, Pusat Riset Teknologi Transportasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTT BRIN)

Peneliti Ahli Pertama Kelompok Riset Keselamatan Transportasi (PRTT) BRIN

Tetty Sulastry Mardiana, Pusat Riset Teknologi Transportasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTT BRIN)

Peneliti Ahli Muda Kelompok Riset Keselamatan Transportasi (PRTT) BRIN

Subaryata Subaryata, Pusat Riset Teknologi Transportasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTT BRIN)

Peneliti Ahli Madya Kelompok Riset Keselamatan Transportasi (PRTT) BRIN

Hasriwan Putra, Pusat Riset Teknologi Transportasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRTT BRIN)

Peneliti Ahli Muda Kelompok Riset Sistem Transportasi (PRTT) BRIN

References

A. Rudi, “Kematian akibat Kecelakaan di Indonesia Tertinggi di Dunia,” Kompas, 2017. https://otomotif.kompas.com/read/2017/12/04/100400715/kematian-akibat-kecelakaan-di-indonesia-tertinggi-di-dunia (accessed Nov. 30, 2023).

Nabilah Muhamad, “Jumlah Korban Kecelakaan Lalu Lintas pada 2022 Meningkat Tajam, Ini Trennya,” Katadata, 2022. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/09/15/jumlah-korban-kecelakaan-lalu-lintas-pada-2022-meningkat-tajam-ini-trennya (accessed Nov. 29, 2022).

Komite Nasional Keselamatan Transportasi Republik Indonesia, Buku Statistik Investigasi Kecelakaan Transportasi KNKT. 2021.

D. Potoglou, F. Carlucci, A. Cirà, M. Restaino, F. Carlucci, and A. Cir, “Factors associated with urban non-fatal road- accident severity,” vol. 7300, pp. 2–10, 2018, doi: 10.1080/17457300.2018.1431945.

L. Eboli, C. Forciniti, G. Mazzulla, L. Eboli, C. Forciniti, and G. Mazzulla, “ScienceDirect ScienceDirect Factors influencing accident severity : an analysis by road accident Factors influencing accident severity : an analysis by road accident type,” Transp. Res. Procedia, vol. 47, pp. 449–456, 2020, doi: 10.1016/j.trpro.2020.03.120.

A. W. Hidayat and S. R. L. Utami, “Analisis Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Semarang,” J. Kaji. Tek. Sipil, vol. 5, no. 1, pp. 28–35, 2020.

K. D. Puspita, W. Kriswardhana, and N. N. Hayati, “Analisis Karakteristik Dan Biaya Kecelakaan Lalu Lintas Di Kabupaten Jember,” Padur. J. Tek. Sipil Univ. Warmadewa, vol. 9, no. 2, pp. 229–238, 2020, doi: 10.22225/pd.9.2.1963.229-238.

M. Syawie and H. Sitepu, “Kemiskinan dan Kesejahteraan: Sebuah Kajian Konsep (Poverty and welfare: a study of the concept),” Informasi, vol. 17, no. 01, pp. 29–35, 2012.

M. Transportation, “Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.” 2009.

Kepolisian Negara Republik Indonesia, “Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2013,” 2013.

OECD, “OECD Health Data 2013 Definitions , Sources and Methods Injuries in road traffic accidents,” 2022.

A. I. Yohana Artha Uly, “Penyerahan Santunan Meningkat, Jasa Raharja: 61 Persen Kecelakaan Berkendara karena ‘Human Error,’” Kompas, 2022. https://money.kompas.com/read/2022/02/09/224932626/penyerahan-santunan-meningkat-jasa-raharja-61-persen-kecelakaan-berkendara (accessed Oct. 11, 2023).

KNKT, “Buku Statistik Investigasi Kecelakaan Transportasi KNKT,” 2022.

M. Schlögl, “A multivariate analysis of environmental e ff ects on road accident occurrence using a balanced bagging approach,” Accid. Anal. Prev., vol. 136, no. June 2019, p. 105398, 2020, doi: 10.1016/j.aap.2019.105398.

K. G. M. Goniewicz and W. P. P. Fiedor, “Road accident rates : strategies and programmes for improving road traffic safety,” Eur J Trauma Emerg Surg, pp. 433–438, 2016, doi: 10.1007/s00068-015-0544-6.

J. J. Rolison, S. Regev, S. Moutari, and A. Feeney, “What are the factors that contribute to road accidents? An assessment of law enforcement views, ordinary drivers’ opinions, and road accident records,” Accid. Anal. Prev., vol. 115, no. August 2017, pp. 11–24, 2018, doi: 10.1016/j.aap.2018.02.025.

P. T. Savolainen, F. L. Mannering, D. Lord, and M. A. Quddus, “The statistical analysis of highway crash-injury severities : A review and assessment of methodological alternatives,” Accid. Anal. Prev., vol. 43, no. 5, pp. 1666–1676, 2011, doi: 10.1016/j.aap.2011.03.025.

S. Subaryata et al., “The Urgency of the Improved Intensity of Traffic Usage Safety Education by Students,” RSF Conf. Ser. Eng. Technol., vol. 2, no. 2, pp. 12–24, 2022, doi: 10.31098/cset.v2i2.553.

J. D. Creswell, W. John & Creswell, Research design: qualitative, quantitative adn mixed methods approaches. Los Angeles: Sage Publication, Inc, 2018.

Mardawani, Praktis penelitian kualitatif. Yogyakarta: Deepublish, 2020.

M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldaña, Qualitative Data Analysis: a Methods Sourcebook. Sage Publication Inc., 2014.

D. Wiegmann, T. Faaborg, A. Boquet, C. Detwiler, K. Holcomb, and S. Shappell, “Human Error and General Aviation Accidents: A Comprehensive, Fine-Grained Analysis Using HFACS,” no. January, 2005.

E. Zarei, M. Yazdi, R. Abbassi, and F. Khan, “A hybrid model for human factor analysis in process accidents: FBN-HFACS,” J. Loss Prev. Process Ind., vol. 57, no. November 2018, pp. 142–155, 2019, doi: 10.1016/j.jlp.2018.11.015.

S. Kumar and D. Toshniwal, “A novel framework to analyze road accident time series data,” J. Big Data, 2016, doi: 10.1186/s40537-016-0044-5.

J. Reason, “James Reason : Human Error Person approach Evaluating the person approach,” pp. 1–7, 1990.

J. M. Beaubien and D. P. Baker, “A Review of Selected Aviation Human Factors Taxonomies, Accident/Incident Reporting Systems, and Data Collection Tools,” Int. J. Appl. Aviat. Stud., vol. 2, no. 2, pp. 11–36, 2002.

K. T. Gürsel and S. Gürseslđ, “Analysis of the Superstructure of a Designed Bus in Accordance with Regulations ECE R 66,” vol. 23, no. 1, pp. 71–79, 2010.

Unece.org, “Regulation No. 80 Rev.3,” Unece.org, 2022. https://unece.org/transport/documents/2022/11/standards/regulation-no-80-rev3 (accessed Dec. 29, 2023).

S. Mihradi, S. Sinaga, J. Setiawan, and S. Wicaksono, “Static Test Simulation of Bus Seat According to UNECE R80 by Finite Element Method,” vol. 9, p. 2, 2019.

WHO, “Global Status Report on Road Safety 2013,” 2013.

Kementerian Perhubungan, “Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 74 Tahun 2021 Tentang Perlengkapan Keselamatan Kendaraan Bermotor,” Jakarta, 2021.

M. D. Cooper, “Towards a model of safety culture,” Saf. Sci., vol. 36, no. 2, pp. 111–136, 2000, doi: 10.1016/S0925-7535(00)00035-7.