PENINGKATAN KETERPADUAN SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN DI WILAYAH MEBIDANG (BENCHMARKING KOREA SELATAN)

Main Article Content

Siti Nur Fadlilah Almunawaroh

Abstract

ABSTRACT

The problems of urban transport in the Mebidang City is lack of integration on urban transport networks which resulted in passenger long time journeys, uncomfortable and expensive transport costs. The condition encourage people to use private vehicles. This research aims to evaluate infrastructure integration urban transportation network in the Mebidang City. Method of analysis is descriptive analysis and benchmarking between the urban transport of Mebidang with South Korea urban transport. The conclusion of the research is the concept of TOD (Transit Oriented Development) has not applied well in Mebidang city which causing widespread integrity transportation network has not optimal, and lack of intermodal transfer center facilities availability in Mebidang. To improve the integration on urban transport networks in Mebidang this this research propose 9 transfer center at 7 location by BRT and integration moda base. 

ABSTRAK

Permasalahan transportasi perkotaan di wilayah Mebidang saat ini adalah belum adanya keterpaduan yang optimal pada jaringan transportasi perkotaan yang mengakibatkan perjalanan penumpang menjadi lama, tidak nyaman dan biaya transportasi yang mahal. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk menggunakan kendaraan pribadi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keterpaduan jaringan prasarana transportasi perkotaan di Kota Mebidang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan hasil benchmarking antara transportasi perkotaan Mebidang dengan transportasi perkotaan di Negara Korea Selatan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah konsep TOD (Transit Oriented Development) belum teraplikasi dengan baik di kota Mebidang sehingga mengakibatkan keterpaduan jaringan transportasi belum terintegrasi dengan optimal, fasilitas transfer center antar moda belum tersedia secara baik. Untuk meningkatkan keterpaduan perkotaan diusulkan pembangunan transfer center di 9 lokasi dengan berbasis BRT dan angkutan pemadu moda.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Carlton. 2007. Histories of Transit-Oriented Development: Perspectives on the Development of the TOD Concept. Laporan Penelitian. Berkeley: University of California.

Grigg. 1988. Infrastructure Engineering and Management. Australia: John Wiley & Sons.

Jin G.T. 2013. Urban Transport Integration in the Korea Metropolitan City. Seminar Medan.

Jones.2003. Multimodal Transportation Planning Needs Survey. Laporan Penelitian. UTCA (University Transportation Center of Alabama).

Kementerian Perhubungan. 2005. Sistem Transportasi Nasional (Sistranas). Jakarta.

Kementerian Perhubungan. 2011. Justifikasi Dirjen Transportasi Antarmoda Kementerian Perhubungan. Jakarta.

KOTI. 2012. Economic Growth and Transport models in Korea.

OECD. 1994. Guidelines towards Environmentally Sustainable Transport. OECD Publication Services.

Syang Kyu Hwang, Ph.D. 2012. Lessons from Transition in Urban Transport Policy. KOTI.

Tanariboon, Yordphol. 1992. An Overtime and Future Direction of TDM in Asian Metropolises Regional Development. Dialogue Vol.13, No.3.