EFISIENSI TRANSPORTASI UNTUK PERTUMBUHAN EKONOMI DI JAWA TENGAH MELALUI PENDEKATAN INTERAKSI SPASIAL

Main Article Content

Abstract

ABSTRACT
Every industry that seeks to operate effectively and efficiently will require access to material resources, marketing services and other industries including the regency municipality in Central Java Province, which is divided into 6 ex DIS of the center of economic growth (Semarang City). A region located in the area that offer access to the location of the centers of that industryinfluence will have a comparative advantage that is stronger than its competitors to attract industrial units. This study aims to measure the distance from the model and spatial interactions in spatial structure modeling for regional and urban planning. Locational index analysis is used with data either on the constant price basis GDP, the distance between the county town of the former county in the City Semarang. The conclusions of this study is the distance function between area center with growth center have the major influence at the center of transport cost which also a function of the region spatial continuity.

ABSTRAK
Setiap industri yang berusaha untuk beroperasi secara efektif dan efisien akan memerlukan akses ke sumber daya material, pemasaran dan pusat jasa-jasa industri lain termasuk kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah yang terbagi dalam 6 eks karesidenan terhadap pusat pertumbuhan ekonomi (Kota Semarang). Suatu daerah yang terletak di area yang menawarkan akses ke lokasi pusat-pusat pengaruh industri tersebut akan memiliki keuntungan komparatif yang lebih kuat daripada kompetitornya untuk menarik unit-unit industri. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dari model jarak dan interaksi spasial dalam permodelan struktur spasial untuk perencanaan regional dan perkotaan. Analisis yang dipergunakan adalah indeks lokasional dengan data berupa PDRB atas dasar harga konstan, jarak antara kabupaten kota di eks karesidenan dengan Kota Semarang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fungsi jarak antara daerah dengan pusat pertumbuhan memiliki pengaruh utama terhadap biaya transportasi disamping itu juga merupakan fungsi kontinuitas spasial daerah.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Adisasmita, Rahardjo. 2008. Pengembangan Wilayah Konsep dan Teori. Yogyakarta: Graha Ilmu.

BPS Provinsi Jawa Tengah. 2014. Tinjauan PDRB Kabupaten/Kota se Jawa Tengah 2013. No. Katalog: 9199019.33. Jawa Tengah.

Djojohadikusumo, Sumitro. 1994. Perkembangan Pemikiran Ekonomi, Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan. Jakarta: LP3ES.

Jhingan. 2000. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Jakarta : Rajawali Press.

Kuncoro, Mudrajad. 2004. Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Riyadi dan Bratakusumah, D.S. 2003. Perencanaan Pembangunan Daerah: Strategi Menggali Potensi Dalam Mewujudkan Otonomi Daerah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rustiadi, E., Saefulhakim S. dan Panuju D.R. 2009. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Crestpent Press dan Yayasan Obor Indonesia.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan