KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA PASAR BARU BOJONG GEDE KABUPATEN BOGOR (STUDI KASUS AREA SEKITAR STASIUN BOJONG GEDE)

Main Article Content

Abstract

ABSTRACT
Congestion that occur at the outside area of Bojong Gede Station is caused by many factors such as the increasing number of train passenger, vehicles movement, obstacles aside, and the limitation of road capacity. Based on those problems, this research aims to identify the congestion causative factor at the outside area of Bojong Gede Station, and to provide the solution recommendation to alleviate road congestion of Bojong Gede Station area. The methods used in this research are descriptive methods which is qualitative and quantitative analysis. The result of the analysis mentioned that the congestion at the outside area of Bojong Gede Station are caused by the very high resistance, inadequate road capacity during peak hours, and the lack of integration between the station and the terminal. The recomendation for the government of Bogor City/Regency are the need of spatial rearrangement for the outer area of the Bojong Gede Station and reviewing the integration between Bojong Gede Station and terminal.

ABSTRAK
Kemacetan lalu lintas di jalan raya Pasar Baru khususnya area sekitar Stasiun Bojong Gede disebabkan oleh meningkatnya jumlah penumpang kereta api, jumlah kendaraan bermotor, banyaknya hambatan samping dan kapasitas ruas jalan yang sudah tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kemacetan di area sekitar Stasiun Bojong Gede, serta memberikan usulan perbaikan dan solusi mengurai kemacetan di area sekitar Stasiun Bojong Gede dengan menggunakan metode deskriptif dalam bentuk penelitian kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis, kemacetan yang terjadi disebabkan oleh hambatan yang terjadi sangat tinggi, kapasitas jalan yang tidak memadai pada jam-jam sibuk dan integrasi antara stasiun dan terminal yang belum maksimal. Rekomendasi yang dapat diberikan bagi pemerintah Kab/Kota Bogor adalah perlu penataan ulang di area sekitar Stasiun Bojong Gede dan mengkaji kembali integasi antara Stasiun dan Terminal Bojong Gede.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Alhadar, Ali. 2011. Analisis Kinerja Jalan Dalam Upaya Mengatasi Kemacetan Lalu Lintas Pada Ruas Simpang Bersinyal Di Kota Palu, Jurnal SMARTek,Vol. 9 No. 4. Nopember 2011: 327- 336.

Budi D. Sinulingga. 1999. Pembangunan Kota Tinjauan Regional dan Lokal. Penerbit Pustaka Sinar Harapan.

D. Setijowarno & R.B. Frazila, Pengantar Sistem Transportasi, Penerbit UniversitasKatolik Soegijapranata Semarang, 2001

Koloway, Andy W dan Rendra Dwi Lusmana.2005. Identifikasi Perubahan ModaTransportasi di Kota Bandung. Tugas Akhir. Departemen Teknik Sipil dan Perencanaan ITB, Bandung.

Rukmana, Dadang. 2013. Kebutuhan Terhadap Pedoman Pejalan Kaki. Disampaikan dalam seminar di Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang, tanggal 26 Oktober 2013 di Jakarta.

Sari, Feby Anisia Purnama. 2011. Analisis Kebijakan Penanganan Kemacetan Lalulintas di Jalan Teuku Umar Kawasan Jatingaleh Semarang Dengan Metode Analisis Hirarki Proses (AHP), Sebuah Skripsi, Semarang: Universitas Diponogoro.

Setijadji, Aries. 2006. Studi Kemacetan Lalu Lintas Jalan Kaligawe Kota Semarang. Sebuah Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.

Setyanto, Koloway Barry. 2009. Kinerja Ruas Jalan Perkotaan Prof. Dr. Satrio DKI Jakarta. Jurnal Perencanaan Wilayah Kota Vol. 20 No. 3 Desember 2009, hal 215-230.

Sumadi. 2006. Kemacetan Lalu Lintas Pada Ruas Jalan Veteran Kota Brebes”, Tesis Progran Pasca SarjanaMagister Teknik Pembangunan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro.

Tamin, Ofyar Z. 2000.Perencanaan dan Pemodelan Transportasi. Bandung: Penerbit ITB.

Wibowo Soni Sulaksono, Gitawardhani Farainy Adinda. 2011. Ruang Pejalan Kaki yang Nyaman untuk Kawasan Perkotaan. Sebuah Kajian tentang Persepsi Pejalan Kaki Terhadap Fasilitas Pejalan Kaki, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan