PERBANDINGAN MULTIPLIER ANGKUTAN JALAN DAN INFRASTRUKTUR JALAN MENGGUNAKAN MODEL INPUT-OUTPUT

Main Article Content

Abstract

ABSTRACT
Transportation sector creates the value for place (place utility) and the value for time (time utility). From some sectors of transportation, road transportation is the lifeblood of life and economic development, social and mobility. Road transportation modes are divided into facility and road infrastructure. Effective implementation of road transportation, requires an effective facility and road infrastructure. The development of the road transportation sector and road infrastructure will generate multiplier effects in supporting the economy. However, the problem in this cases are what is the magnitude of the multiplier effect created on the road transportation sector and what is the magnitude of the multiplier effect created on the road infrastructure? This study uses data Input-Output Tables 2013 aggregated into 20 X 20 sectors. The twenty sectors namely: Plant Food Stuffs, Plantation, Livestock, Forestry, Fishing, Mining and Quarrying, Manufacturing, Electricity, Gas and Water, Construction Exclude Roads Infrastructure, Road Infrastructure, Wholesale and Retail, Restaurant, Hospitality, Railways Transport, Sea Transport, Ferry Transport, Air Transport, Supporting Transportation Services, and Other Services. Generally, the multiplier backward linkage of road infrastructure is larger than road transportation, with value 2.183 and 2.125 respectively. However, the forward linkage value shows that road transportation has multiplier effect greater than the multiplier effect of the road infrastructure, wich valued at 1.403 to 1.003 respectively.

ABSTRAK
Sektor transportasi menciptakan nilai guna tempat (place utility) dan nilai guna waktu (time utility). Dari beberapa sektor transportasi, angkutan jalan merupakan urat nadi bagi kehidupan dan perkembangan ekonomi, sosial dan mobilitas penduduk. Moda angkutan jalan terbagi dalam sarana dan prasarana atau infrastruktur jalan. Terselenggaranya angkutan jalan yang efektif, memerlukan sarana dan parasarana yang efektif. Perkembangan sektor angkutan jalan dan infrastruktur jalan akan menghasilkan multiplier effects dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat. Namun yang menjadi permasalahan dalam hal ini yaitu berapa besar multiplier effects yang tercipta pada sektor angkutan jalan dan berapa besar multiplier effects yang tercipta pada infrastruktur jalan. Penelitian ini menggunakan data Tabel Input-Output tahun 2013 yang diagregasi menjadi 20 x 20 sektor. Dua puluh sektor tersebut yaitu: Tanaman Bahan Makanan, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan, Perikanan, Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Listrik, Gas dan Air Bersih, Konstruksi selain Infrastruktur Jalan, Infrastruktur Jalan, Perdagangan Besar dan Eceran. Restoran, Perhotelan, Angkutan Kereta Api, Angkutan Jalan, Angkutan Laut, Angkutan Sungai dan Danau, Angkutan Udara, Jasa Penunjang Angkutan, dan Jasa-Jasa. Secara total, nilai multiplier backward lingkage infrastruktur jalan lebih besar dari angkutan jalan yaitu sebesar 2,183 untuk infrastruktur jalan dan sebesar 2,125 untuk angkutan jalan. Bila dilihat dari multiplier forward lingkage secara total, nilai multiplier angkutan jalan lebih besar dari infrastruktur jalan yaitu sebesar 1,403 untuk angkutan jalan dan sebesar 1,003 untuk infrastruktur jalan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Agustin, T., Amirotul, M.H.M., Sri, H.W. 2005. Analisis Variabel Layanan Angkutan Umum Bus Kota Menurut Persepsi Penumpang Dengan Teknik Stated Preference (Studi Kasus Angkutan Umum Bus Kota di Surakarta). Jurnal Media Teknik Sipil. Januari. Hal.55-60.

Hanum, S.Y. 2009. Sistem Informasi Transportasi dan Jalur Angkutan Kota Untuk Penataan Ruang Wilayah Kota Semarang Guna Membantu Pengambilan Keputusan. Jurnal Dinamika Informatika, Vol.1, No.1, Hal.36-46.

Haryono, S. 2010. Analisis Kualitas Pelayanan Angkutan Umum Bus Kota di Kota Yogyakarta. Jurnal Administrasi Bisnis, Vol.7, No.1, Hal.1-14.

Maimunah, S. 2010. Peranan Infrastruktur Jalan Terhadap Perekonomian Regional di Indonesia. Warta Penelitian Perhubungan, Vol.22, No.2, Hal.113-133.

Muljono, S., Max, A., Bonar, M.S., Arief, D. 2010. Dampak Pembangunan Jalan terhadap Pendapatan Faktor Produksi Intra dan Inter Regional KBI-KTI. Jurnal Transportasi, Vol.10, No.2, Hal.99-110. Permana, C.D. 2009. Analisis Peranan dan Dampak Investasi Infrastruktur Terhadap Perekonomian Indonesia: Analisis Input-Output. Fakultas Ekonomi Manajemen. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Safar, A., M.Y. Jinca. Roland, B. 2010. Analisis Prioritas Pembangunan dan Pengembangan Jaringan Jalan di Provinsi Papua. Warta Penelitian Perhubungan, Vol.22, No.1, Hal.30-44.

Siswoyo, M.P. 2008. Kebijakan dan Tantangan Pelayanan Angkutan Umum. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, Vol.10, No.2, Hal.171-180.

Sriwidodo. 2009. Evaluasi Layanan Bus Kota di Kota Semarang dan Yogyakarta. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, Vol.10, No.2, Hal.139-150.

Udiana, I. M., Andre, R.S., Jusuf, J.S.P. 2014. Analisa Faktor Penyebab Kerusakan Jalan (Studi Kasus Ruas Jalan W.J. Lalamentik dan Ruas Jalan Gor Flobamora). Jurnal Teknik Sipil, Vol.III, No.1, Hal.13-18.