AKSES DAN PELAYANAN TRANSPORTASI MENUJU DESTINASI WISATA PANTAI MANDALIKA DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Main Article Content

Hartono Hartono
Listifadah Listifadah

Abstract

Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 destinasi wisata menjadi program prioritas yang akan dijadikan tempat wisata unggulan untuk mendatangkan target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019, dan salah satu destinasi wisata tersebut adalah Mandalika. Aksesibilitas dan pelayanan transportasi menjadi penting untuk mendukung kelancaran program tersebut. Studi ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi terkait aksesibilitas dan penyelenggaraan angkutan pariwisata serta angkutan umum menuju Kawasan Pantai Mandalika, sedangkan metode analisis menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, untuk mengetahui bagaimana pelayanan transportasi menuju destinasi wisata Pantai Mandalika di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun hasil analisis mengatakan bahwa belum terdapat konektivitas antara simpul-simpul transportasi eksisting di Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan destinasi wisata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Transportasi menuju kawasan tersebut di dominasi oleh travel dan taksi bandara. Berdasarkan analisis kebutuhan angkutan dapat disimpulkan bahwa waktu operasi bus pariwisata akan dilaksanakan mulai pukul 11.00 s.d 22.00 WITA dengan periode sibuk pada pukul 14.00 s.d 17.00 WITA, karena mayoritas wisatawan mengunjungi kawasan mandalika pada sore hari, dan kecepatan bus tersebut rata-rata 40 km/jam mengingat lebar jalan hanya 6 m dua arah, sedangkan kebutuhan armada bus pariwisata berdasarkan jumlah wisatawan pada tahun 2018/2019 sebanyak 6 armada.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

“Manajemen Pariwisata”, Jakarta: Pradnya Paramita

Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

//apm-diahpl.blogspot.co.id/2012/04/terminal-wisata-ntb.html. Diakses 6 Mei 2017.

//indonesiaantravels.com/pariwisata-berbasis-masyarakat/

https://www.google.co.id/?gws_rd=cr&ei=x5eaWJLaDMH3vATMj77QBA#q=analisis+angkutan+pariwisata+di+nusa+tenggara+barat. Diakses 8 Februari 2017.

March, Roger. 2004.A Marketing-Oriented Tool To assess Destination Competitive-ness. National Library of Australia Cata-loguing in Publication Data, CRC for Sus-tainable Tourism Pty Ltd, page 1-15, ISBN 1 920704 12 4.. Melalui/www.crctourism.com.au/WMS/Upload/Resources/bookshop/Assess%20Destn%20Competitveness.pdf

Mardalis. 2002. Metode Penelitian : Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.

Miles, M.B. and Huberman, A.M. 1994. Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. 2nd ed. Newbury Park, CA: Sage Publications.

Moleong, Lexy. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. 2003. Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Pendit, Nyoman S. 2003. “Ilmu Pariwisata ‘Sebuah Pengantar Perdana’”, Jakarta:Pradnya Paramita.

Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Based Tourism) Di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa yogyakarta, 2015.

Spillane, James J. 1987. “Ekonomi Pariwisata Sejarah dan Prospeknya”,Yogyakarta: Kanisius.

Studi Penyelenggaraan Angkutan Massal Kota Aglomerasi Mataram, 2015

Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta.

Sunaryo, Bambang. 2013. Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Konsepdan Aplikasinya di Indonesia. Yogyakarta: Gava Media.

Suwantoro, Gamal. 2004. “Dasar-Dasar Pariwisata”, Yogyakarta: AndiYoeti, Oka. A. 2001.