KRITERIA REVITALISASI PENGAKTIFAN JALUR KERETA API REVITALIZATION CRITERIA OF THE RAILWAY LINE ACTIVATION

Main Article Content

Purwoko Purwoko

Abstract

Perkembangan permintaan jasa transportasi kereta api berdampak terhadap pengadaan sarana dan prasarana serta faktor penunjang lainnya. Terkait hal tersebut perlu adanya revitalisasi dengan pengaktifan jalur kereta api untuk memenuhi pengadaan dimaksud. Maksud penelitian ini adalah untuk menyusun konsep kriteria revitalisasi pengaktifan jalur kereta api. Analisis dalam penelitian adalah analisis kualitatif deskriptif yang dikuantitatifkan melalui pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP).  Diperoleh hasil kriteria revitalisasi pengaktifan jalur kereta api adalah prioritas pada pertimbangan teknis yaitu perolehan kembali lahan yang sudah banyak dikuasai masyarakat sebagai bangunan rumah dan fasilitas umum lainnya, serta pertimbangan non teknis berupa bangkitan perjalanan yang mendukung dalam rencana pengoperasian perlintasan jalur non aktif.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 2009. Studi Pemilihan Moda Angkutan Baja di Pulau Jawa. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 2009. Studi Sinergi Antara Jaringan Kereta Api Perkotaan Dengan Properti Pemukiman di Pulau Jawa dan Sumatera. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 2010. Studi Penetapan Kriteria Transportasi Kereta Api. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 2010. Studi Pengembangan Statistik Konsumsi Energi Transportasi dan Lingkungan. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 2012. Pengkajian Optimalisasi Kereta Api Babaranjang di Sumatera Selatan. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 2012. Studi Revitalisasi Lintas Cabang Kereta Api di Pulau Jawa dan Sumatera. Jakarta.

Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan. 2013. Kondisi dan Permasalahan Jalur Kereta Api Non Operasi Dalam Rangka Rencana Revitalisasi Perkeretaapian di Indonesia, Jakarta.

Dimensi Teknik Sipil. 1999. Penggunaan Metode Analytic Hierarchy Process Dalam Menganalisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Moda ke Kampus. Volume 1, Nomor 1.

Saaty, Thomas L. 1994. Fundamentals of Decesion Making and Priority Theory with The Analytic Hierarchy Process. USA: RWS Publications.

Supriadi, Uned. 2008. Kapasitas Lintas dan Permasalahannya. Bandung.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kereta Api.

Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Kereta Api.