PENGARUH GAP ACCEPTANCE TERHADAP PROBABILITAS MENYEBERANG JALAN IMPACT OF GAP ACCEPTANCE TO PROBABILITY OF PEDESTRIAN CROSSING

Main Article Content

Emi Septiana Hutabarat

Abstract

Pesatnya pertumbuhan lalu lintas saat ini khususnya kendaraan roda dua, menyebabkan minimnya pergerakan lalu lintas non-motorized seperti pengguna sepeda serta pejalan kaki. Tingginya aktivitas lalu lintas motorized menyebabkan sulitnya seseorang mendapatkan kesempatan (gap) untuk menyeberang jalan. Penelitian ini dilakukan pada ruas jalan dengan tata guna lahan untuk pendidikan dan pertokoan di sekitar jalan UGM, Yogjakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dengan variabel gap yang digunakan kendaraan, kecepatan menyeberang dan kecepatan kendaraan. Untuk lokasi I (pendidikan) penyeberang tunggal rata-rata waktu gap kendaraan yang dibutuhkan maksimal adalah 20 detik, sedangkan penyeberang kelompok, waktu gap kendaraan yang dibutuhkan adalah 23 detik, untuk rata-rata kecepatan menyeberang pada penyeberang tunggal maksimal 5 m/detik sedangkan penyeberang kelompok arah selatan 6,04 m/detik, serta kecepatan kendaraan pada saat terdapat penyeberang tunggal rata-rata maksimal adalah 20,48 km/jam, sedangkan untuk penyeberang kelompok maksimal adalah 25,87 km/jam untuk jarak menyeberang 13 m. Untuk lokasi II (pertokoan) penyeberang tunggal rata-rata waktu gap kendaraan yang dibutuhkan maksimal adalah 18,48 detik, sedangkan penyeberang kelompok, waktu gap kendaraan yang dibutuhkan adalah 25 detik, untuk rata-rata kecepatan menyeberang pada penyeberang tunggal maksimal 4,5 m/detik, sedangkan penyeberang kelompok arah utara 7,35 m/detik serta kecepatan kendaraan pada saat terdapat penyeberang tunggal kecepatan rata-rata kendaraan maksimal adalah 20,48 km/jam, sedangkan untuk penyeberang kelompok maksimal adalah 26,60 km/jam untuk jarak menyeberang 14 m. Dari hasil analisis waktu gap kendaraan, kecepatan menyeberang dan kecepatan kendaraan yang dibutuhkan penyeberang untuk penyeberang tunggal lebih tinggi dibandingkan dengan penyeberang secara berkelompok.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

_____________. 1999. Rekayasa Lalu Lintas. Jakarta.

Gustomi Hendra. 2010. Teknik Sampling. (//www.slideshare.net/teknik sampling, diakses tanggal 1 Oktober 2011).

Harinaldi. 2005. Prinsip-Prinsip Statistik Untuk Teknik dan Sains. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Jacobs,G.D., Older,S.J., Wilson,D.G. 1968. Acomparisono fX-wayan do the pedes-trian crossings. Road Research Laboratory Report LR 145, Crowthorne, UK.

Khisty C. Jotin dan Lall b. Kent. 2003. Dasar-dasar rekayasa transportasi. Jakarta: Erlangga.

NAASRA. 1988. Guide to Traffic Engineering Practice, National Association of Australian State Road Authotities. Sydney.

Pratisto, Arif. Statistik Menjadi Mudah dengan SPSS 17. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Tanan, Natalia. 2012. Kajian Celah yang Diperlukan untuk Menentukan Fasilitas Penyeberangan Pejalan Kaki. Laporan Penelitian. Bandung.

Walpole, R. E.1982. Pengantar statistika. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Widjajanti, Endang. 1999. Probabilitas Kemampuan Pejalan Kaki dalam menyeberang. Institut Sains Teknologi Nasional. Jakarta.

Yessa, Dasdo. 2012. Hubungan Volume Kendaraan dan Volume Penyeberangan Dalam Penentuan Janis Fasilitas Penyeberangan Kasus Jalan Margonda. Laporan Skripsi. Jakarta.