KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN KOTA DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

Main Article Content

Abstract

ABSTRACT
As a strategic area, Banjarbaru has a very important influence on the economic, social, cultural in South Kalimantan. The urban growth development of Banjarbaru were influenced by the interaction mechanism of the various related activities. In order to accelerate better interaction mechanism within those activities which are separated by distance, it requires transportation system as path connecting the origin and destination to improve people's mobility services. The urban growth of Banjarbaru has increased the travel needs which required additional public transport services. For this, the existing routes transport need to be evaluated to find out it has meet the travel needs. This study aims to evaluate the existing of public transportation and the route network as the basis for the development plan of the future urban transportation route in Banjarbaru. The research method conducted are field observations, interviews with the users and transport operators, operational survey of the public transport (including travel time, waiting time, and the passengers demand). The results of the study are the utility of public transport in Banjarbaru are still low due to the length of travel time and waiting time. Besides the limited route of public transport network services (there are only two route: route A and route B) thus there are many residential area which are not covered yet. Also, based on the preferences survey of the users, there are respondents who are not willing to use public transport by 44%.

ABSTRAK
Sebagai kawasan strategis, Kota Banjarbaru memiliki pengaruh sangat penting terhadap sektor ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan sekitar di Provinsi Kalimantan Selatan. Perkembangan pertumbuhan kota Banjarbaru dipengaruhi oleh mekanisme interaksi dari berbagai kegiatan yang saling berkaitan. Agar mekanisme interaksi antar berbagai kegiatan yang terpisah oleh jarak tersebut dapat berjalan dengan baik, maka memerlukan sistem transportasi sebagai penghubung untuk dapat meningkatkan pelayanan mobilitas penduduk dari daerah asal ke tujuan. Dengan semakin berkembangnya Kota Banjarbaru, kebutuhan perjalanan semakin meningkat sehingga membutuhkan penambahan jasa transportasi angkutan kota. Oleh karena itu trayek angkutan kota existing perlu dievaluasi untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi angkutan kota dan jaringan trayek saat ini sebagai dasar rencana pengembangan trayek angkutan kota Banjarbaru di masa yang akan datang. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan, wawancara terhadap pengguna dan operator angkutan, serta survey operasional angkutan kota (waktu perjalanan, waktu tunggu, dan permintaan pengguna jasa). Berdasarkan hasil penelitian, persepsi pengguna Angkutan Kota Banjarbaru, tercatat responden yang tidak bersedia menggunakan Angkutan Kota Banjarbaru sebanyak 44%. Rendahnya penggunaan Angkutan Kota Banjarbaru di Kota Banjarbaru disebabkan waktu tempuh dan waktu tunggunya yang lama, serta terbatasnya trayek jaringan Angkutan Kota Banjarbaru yang hanya terdiri dari dua trayek (Trayek A dan B) dan kurang menjangkau ke wilayah permukima

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

BPS Kota Banjarbaru. 2015. Kota Banjarbaru Dalam Angka 2015. Banjarbaru.

Departemen Pendidikan Nasional, 2008, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta.

Kamaluddin, Rustian. 2003. Ekonomi Transportasi Karakteristik, Teori dan Kebijakan. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Miro, Fidel. 1997. Sistem Transportasi Kota. Bandung: Trasito.

Miro, Fidel. 2002. Perencanaan Transportasi untuk Mahasiswa, Perencana dan Praktisi. Jakarta: Erlangga.

Morlok, Edward k. 1995. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta: Erlangga.

Salim, Abas. 1993. Manajemen Transportasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Simon dan Shister, Walter Nicholson. 1996. Webster’s New World Colledge Dictionary, 3rd editionWashington, D.C.”Microeconomic Theory”. 9th Edition. South Western: Thomson.

Subiakto. 2009. Preferensi Pengguna dan Penyedia Jasa Terhadap Sistem Jaringan Transportasi Jalan (JTJ) yang Mendukung Pelabuhan di Kabupaten Belitung. UGM. Semarang.

Tamin, Ofyar. Z. 2003. Perencanaan dan Permodelan Transportasi. Bandung: ITB.

The World Bank. 1986. Urban Transport: A World Bank Policy Study, Microinfo, US

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kementerian Perhubungan. Jakarta.

Warpani, P Suwardjoko. 1990. Merencanakan Sistem Perangkutan. Bandung: ITB.

Wells, G.R .1975. Comprehensive Transport Planning. London: Charles Griffin.

Wojowasito dan Poerwadarminta. 1980. Kamus Lengkap. Bandung: Hasta.

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor: SK.687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Perencanaan Jaringan Trayek Angkutan Kota. Kementerian Perhubungan. Jakarta.

Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru Tahun 2011 - 2015.