PERLINTASAN SEBIDANG KERETA API DI KOTA CIREBON

Main Article Content

Hartono Hartono

Abstract

ABSTRACT
A level crossing is an intersection where a railway line crosses a road or path at the same level which is located in rural areas or cities. There are four level crossing located in Cirebon, i.e St. Slamet Riyadi, St. Kartini, St. Tentara Pelajar and St. Kesambi. Road performance on those road showed that St. Slamet Riyadi has V/C ratio of 0,32, St. Kartini has V/C ratio of 0,77, St. Tentara Pelajar has V/C ratio of 0,57, and St. Kesambi has V/C ratio of 0,38. The traffic on St. Kartini is dominated by Light Vehicles (LV) for 55,86%, Motorcycle (MC) for 43,91%, and High Vehicle (HV) for 0,23%. The length queues of vehicle on level crossing in Cirebon on St. Kartini to the west road is about 135 vehicles at 12.12 PM or about 125 meters during peak traffics, while for the east side road the peak traffics happened at 12.37 PM with 327 vehicles or about 195 meters.

ABSTRAK
Perlintasan kereta api merupakan persilangan antara jalur kereta api dengan jalan, baik jalan raya ataupun jalan kecil lainnya, dan persilangan bisa terdapat di pedesaan ataupun perkotaan. Di Kota Cirebon terdapat 4 (empat) perlintasan sebidang kereta api dengan jalan yaitu di Jl. Slamet Riyadi, Jl. Kartini, Jl. Tentara Pelajar dan Jl. Kesambi . Kinerja ruas jalan di Jl. Slamet Riyadi (V/C) rasio sebesar 0,32, Jl. R.A Kartini (V/C) rasio sebesar 0,77, Jl. Tentara Pelajar (V/C) rasio sebesar 0,57 dan Jl. Kesambi Raya (V/C) rasio sebesar 0,38. Komposisi lalu lintas di Jl. Kartini lebih didominasi oleh kendaraan ringan (LV) sebesar 55,86%, sepeda motor (MC) sebesar 43,91%, dan kendaraan berat (HV) sebesar 0,23%. Panjang antrian kendaraan pada perlintasan sebidang dan jalan di Kota Cirebon akibat penutupan perlintasan sebidang di Jl. Kartini ke arah barat yang terpanjang pada saat peak siang yaitu pukul 12.12 WIB sebanyak 135 kendaraan atau mencapai 125 m, sedangkan ke arah timur pada peak siang yaitu pukul 12.37 WIB sebanyak 327 kendaraan atau 195 m.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

A, Purnomo. 2012. Pendekatan Pemecahan Masalah. (Online).(//eprints. uny.ac.id, diakses 20 Januari 2016).

Mardalis. 2002. Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyahadi. 2005. Kajian Perlengkapan Keselamatan Lalu Lintas di Persilangan Sebidang Kereta Api Dengan Jalan. Warta Penelitian Perhubungan No. 04/ THN.XVII/2005, hal 21-34. Jakarta.

Pontianakpost. 2015. Maut di Perlintasan Angke, 18 Orang Tewas, Enam Luka. (Online). (//www. pontianakpost.com, diakses 14 Januari 2016).

Purwoko dan Subaryata. 2011. Menekan Tingkat Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Melalui Pendekatan Perilaku Manusia di Daerah Operasi I Jakarta. Warta Penelitian Perhubungan Volume 23, Nomor 9, September 2011 hal 928-938. Jakarta.

Sasmita, Denni. 2013. Ratio Tingkat Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api dan Jalan. (Online) (https://dennisasmita.wordpress.com, diakses 14 Januari 2016).

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Widhi, Marsinggih. 2015. Ilmu Jalan Rel. (Online). (//jalanrelka.blogspot.co.id, diakses 20 Januari 2016).

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Jakarta.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 60 Tahun 2012 tentang Persyaratan Teknis Jalur Kereta Api. Jakarta.