RISIKO PENGOPERASIAN SARANA PERKERETAAPIAN MELEBIHI USIA TEKNIS

Main Article Content

Taufik Hidayat

Abstract

ABSTRACT
Operating implication of railway rolling stock has lifetime technical operation. The exceeds of technical age may cause the decreasing at uncertainty and reliability. In other hand, it can increase operation risks, such as derailment, cracking, and burning. The decreasing of service quality consists of safety, comfortability, punctuality, operating and maintenance costs increased. This paper is analyzing the risk of railway rolling stock operation that has lifetime technical operation because of backlog-ing due to the investment detained for the new acquisition. The method used in order to determine period to replace railway rolling stock using quantitative and qualitative description analysis methods. Then the result indicates that the railway rolling stock with lifetime technical operation more than 30 years has not appropriate to use anymore. It is all about 824 units or equal to 47% of 1753 units.

ABSTRAK
Implikasi pengoperasian sarana perkeretaapian (railway rolling stock) yang telah melampaui usia teknisnya meliputi ketidakpastian atau bahkan penurunan keandalan sarana yang berakibat langsung pada laik operasi dan keselamatan operasi; kecelakaan yang berupa anjlok/terguling, patah/kegagalan konstruksi, kebakaran meningkat; penurunan kualitas pelayanan yang mencakup keselamatan, kenyamanan, ketepatan waktu; serta biaya pengoperasian dan perawatan meningkat. Penelitian ini mengkaji seberapa besar risiko pengoperasian sarana perkeretaapian melebihi usia teknis akibat terjadinya backlog pada sarana perkeretaapian yang berupa penundaan investasi untuk pengadaan sarana baru. Metode yang digunakan untuk mengetahui jangka waktu penggantian sarana adalah dengan melakukan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kereta yang berusia lebih dari 30 tahun yang sudah tidak layak operasi, dengan jumlah 823 unit atau 47% dari total kereta yang berjumlah 1753 unit.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

References

ASM Handbook Committee. 2003. Failure Analysis and Prevention. Ohio: Metal Handbook, Metal Park.

ASM Handbook Committee. 2003. Fractography and Atlas Fractograph. Ohio: Metal Handbook, 8th Edition, Metal Park.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional dan Lembaga Penelitian Universitas Jember. 2007. Kajian dan Analisis Kondisi Kelaikan/Keselamatan Sarana Kereta Api Penumpang Kelas Ekonomi Sebagai Penunjang Utama Pelayanan Transportasi Masyarakat. Jember: Laporan Akhir.

EVP Railways Assets Kantor Pusat Bandung. PT Kereta Api Indonesia (Persero). 2015. Buku Aset Sarana Produksi Edisi Maret Tahun 2015. Bandung.

Kaharuddin Adam. 2011. Faktor Perpatahan dan Kelelahan Pada Kekuatan Bahan Material. ILTEK Vol. 6.

PT. Industri Kereta Api (Persero). 2007. Kondisi Kereta Kelas Ekonomi Sebelum dan Setelah Dilakukan Retrofit di PT. INKA Madiun. Madiun.

PT. Kereta Api Indonesia (Persero)-PT. LAPI ITB. 2008. Strategi Penanganan Backlog Prasarana Pokok Dan Sarana Kereta Api-Studi Program Strategis Menangani Backlog Prasarana Pokok Dan Sarana Kereta Api. Bandung.

Tata Surdia, Shinroku Saito. 2013. Pengetahuan Bahan Teknik. Jakarta: Balai Pustaka.

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.81 Tahun 2000 tentang Sarana Kereta Api. Jakarta.